
**Selamat membaca**
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tepat pukul 7 pagi mereka mulai bersiap-siap untuk pergi ke hutan selatan. Tempat yang di bilang oleh Raisa mereka segera bergegas pergi untuk menyelamatkan teman-tema mereka.
Mereka tak punya banyak waktu karna sekarang sudah hari ke 4 mereka disini padahal rencana awal mereka hanya 3 hari disini.
"Gimana udah siap semua." tanya Ihya.
"Udah persedian makan juga udah gue cari semalem." jawab Fadil yang di angguki oleh Ihya.
Ihya melihat kearah Fira yang kesusahan berdiri karna kakinya yang masih sakit ia ingin membantu Fira.
"Sini Fir gue bantu jalan masih sakit iya."
"Makasih lu itu emang paling baik!
lumayan sih tapi udah gak terlalu sakit kayak kemarin." jawan Fira.
"Ya udah ayok jalan." ujar nya.
"Oke Dil." ucap Fira sambil memberika jempolnya pada.
Ihya mengurungkan niatnya untuk membantu karna Fadil sudah membantun Fira terlebih dahulu.
"Kok jadi panas sih." batin Ihya.
Lalu ia segera menyusul Fira dan Fadil yang sudah berjalan terlebih dahulu di depanya.
"Hati-hati kalo jalan awas kalo jatuh lagi." ucap Ihya datar.
"Emang kenapa kalo gue jatuh lagi khawatir iya lu." goda Fira.
"Dih gue khawatir sama lu? mimpi lu ketingian gue bilang gitu supaya lu gak ngerepoti." ujar Ihya.
"Ohh...." Fira langsung diam mendengar ucapan Ihya.
Ihya memperhatikan raut wajah Fira "apa gue salah ngomong iya?" batin Ihya.
"Udah Fir gue bakal bantu lo kok." ujar Fadil tiba-tiba.
"Makasih iya lu emang terbaik."
Entalah Ihya merasa muak melihat Fira dan Fadil ia memilih berjalan di depan mereka berdua.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka telah sampai di hutan selatan. Hutan yang penuh aura mistis dan mencekam itu. Yang membuat mereka bertiga merindinh bukan main di tambah pepohonan yang lebat hingga sinar mataharipun tidak dalam menembus masuk ke hutan itu.
(Bayangin aja hutannya lebih gelap aku dapat fotonya dari google.)
"Kok gue berasa lagi shooting flim horor yak." ucap Fadil.
"Flim horot masih mending Dil setanya bohongan lah ini gue yakin seratus persen kalo setannya beneran." ujur Fira dengan raut wajah yang takut.
Fadil membenarkan ucapan Fira dia menelah ludahnya susah payah. Kenapa sekarang ia menjadi takut iya bukannya kemarin-kemarin ia biasa saja.
"Gimana masuk sekarang?" tanya Ihya.
"Lu kagak takut gitu?." tanya Fira.
"Iye takut lah liat aja tuh hutan seremnya gimana." kata Ihya yang di anggukin mereka berdua.
"Tapi kalo kita gak masuk kita gak bakalan bisa selamatin teman-teman kita dong." ucap Fira.
Ihya memutar bola matanya malah sungguh pertanyaan yang tidak berguna pikirnya.
"Iya kalo mereka bisa selametin diri mereka sendiri kita gak perlu jauh-jauh kesini." sentaknya.
"Iyee santai dong bos ngegas amat hidup lu." ujar Fira lagi yang di balas tatapan tajam oleh Ihya.
Akhirnya setelah berdebatan panjang itu mereka memutuskan untuk masuk kedalam hutan itu. Baru beberapa langkah memasuki hutan itu membuat mereka takut hawa yang dingin di tambah lagi hutan yang gelap padahal masih pagi menambah kesan seram di hutan ini.
"Ini masih pagi kan?" tanya Fadil.
"Seharunya gitu." jawab Ihya.
"Tapi kok nih hutan kayak udah malem ya dingin lagi udah kayak di kutub utara gue." ujarnya lagi.
"Terus sekarang kita kemana." tanya Fira ia ingin segera menemukan sahabat-sahabatnya lalu pulang ia tak ingin berlama-lama berada di hutan ini.
Ihya mulai berpikir kemana mereka harus pergi.
"Coba aja ke arah selatan lagi kan Raisa bilang ke hutan selatan iya siapa tau Batu itu juga terletak di arah selatan." usul Fadil.
"Benet juga, gimana mau coba keselatan?"tanya Ihya pada kedua temannya itu.
"Gue mah ngikut aja lah gue gak tau jalan." ucap Fira ia lebih baik mengikut Fadil dan Ihya dari pada ia salah pilih jalan.
"Oke berarti semua setuju kalo kita kearah selatan iya." ujar Ihya yang di anggukin oleh keduanya.
Mereka lalu berjalan kearah selatan semakin masuk kedalam hutan hawa dingin semakin menusuk kulit mereka. Padahal mereka sudah memakai jaket yang tebal tapi seperti tiada gunanya.
Semakin masuk mereka ke dalam hutan itu semakin gelap juga hutan itu padahal waktu masih mununjukan pukul 10 pagi tapi mengapa disini seperti jam 10 malam saja.
Akhirnya mereka mengunakan senter karna hutan semakim gelap tiada penerangan di tambah jarak pandang mereka terbatas di karnakan Kabut yang tiba-tiba muncul.
"Ini perasaan gue tau kalian juga ngerasa kalo ada yang memperhatikan kita." ujar Fira.
"Sama Fir gue juga ngerasa kayak gitu." jawab Fadil.
Mereka terus berjalan hingga sesuatu yang mereka lihat membuat Fira hampir berteriak ketakutan.
(aku ambil dari google)
"sstttt." jangan teriak bisik Ihya di telinga Fira dengan tangan yang membekam mulut Fira.
Fira mengangguk dengan pasrah ia takut tapi tak berani juga untuk berteriak.
"Gue bakal lepas tangan gue dari mulut lu tapi jangan berisik." ucap Ihya lagi yang di balas anggukan oleh Fira.
__ADS_1
Setelah tangan Ihya terlepas dari mulut Fira baru ia bisa bernafas dengan lega.
"Gue takut."ucap Fira.
Lalu tanganya kanannya tiba-tiba di gandeng oleh Ihya dan tangan kirinya oleh Fadil.
"Jangan takut ada gue." ucap Fadil dan Ihya kompok.
Fira terdiam beberapa saat kemudia ia segera bicara pada Ihya dan Fadil.
"Ayok kita cari lagi." ujarnya canggung.
Mereka mencari lagi batu besar itu hingga mereka menumukan batu besar itu dan benar saja yang di bilang Raisa bahwa teman-teman mereka ada disana.
"Itu mereka." ujar Fira lalu menghampir Teman-temannya.
"Lin bagun Lin bangun...
sel bangunn......
mar bangun....
yun bangunnnn....
Pin bangun......" ucap Fira yang terus berusaha membangunkan teman-temanya.
Akhirnya setelah 5 menit membangunkan teman-temannya mereka terbangun juga.
membuat Fira, Fadil dan Ihya bernafas lega.
"Gue dimana?" tanya Serlin.
"Nanti aja gue kasih tau sekarang ayok pergi dari sini sekarang." ujar Fadil.
Mereka segera membantu teman-temannya untuk berdiri dan bergegas pergi dari hutan itu. Tanpa mereka sadari ada sosok yang memperhatikan mereka dari jauh sosok itu memakai jubah. Ia seperti sedang mengamati apa yang akan di lakukan oleh Fira dan teman-temannya yang masih berusahan untuk mancari jalan kelur dari hutan selatan ini. Lalu sosok itu pergi dari tempatnya meninggakan Fira dan teman-temannya yang ia amati sendari tadi disini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**wow.....
Jangan lupa vote dan comen iya
Terima kasih udah mau baca cerita aku.
Fira x Ihya
__ADS_1
Fira x Fadil
kalian pilih mana nih**