
Baru saja Fityah keluar melangkah dari kamar mandi, ia dikagetkan oleh suara ponselnya. Ia pun segera menjawab panggilan di ponselnya tersebut. Rupanya itu adalah panggilan telefon dari Hanum.
"Haloo, kak Fit..., apa kakak udah berangkat..?", tanya Hanum memastikan.
"Ohh...belum. Kakak masih dikosan nihh, baru aja selese mandi," jawab Fityah setengah menjelaskan.
" Kalau gitu, boleh ga kalau aku ke kosan kakak aja dulu ?", pinta Hanum.
" Ya bolehlah...kesini aja dulu, ntar kita barengan aja ke Pondokan itu pake motor kakak", jawab Fityah langsung.
Dua puluh menit kemudian, terdengar suara ketukan pintu, dengan cepat Fityah beranjak dari tempat tidurnya untuk membukakan pintu.
"Wahhh, cepet banget kamu Num..?, belom juga setengah jam, udah nyampe aja..", ujar Fityah sambil melihat jam ditangannya.
"Gimana kak..?, apa kita langsung lets go aja..?", tanya Hanum masih dengan posisi berdiri didepan pintu kamar.
"Apa kamu ga mau masuk dulu..?, atau kamu mau minum dulu..?", ucap Fiti sambil menawarkan sesuatu kepada temannya itu.
"Mmmmm...ga usah kak, makasi...aku udah minum tadi dikantin kampus..", tegas Hanum bersemangat.
__ADS_1
"Wahh...semangat banget nihh kayaknya.., ya udah, kita langsung 'go' aja sekarang..?", ucap Fityah sambil menutup pintu kamarnya.
Mereka pun mulai menuruni anak tangga dikosan Fityah tersebut, dan langsung menuju ke parkiran dalam, tempat Fityah biasa memarkirkan kenderaannya.
"Kakak masih ingatkan, alamat pondokan itu..?", tanya Hanum sambil melihat - lihat kekanan dan kiri jalan.
"Ya masih dong Num, gini - gini, kakak da tiga tahunan disini..", sahut Fityah sambil melihat ke spionnya.
Tidak sampai sepuluh menit kemudian, kedua mahasiswi ini sudah memasuki pintu gerbang Pondokan Alesha. Mereka langsung saja menuju parkiran depan yang masih terlihat kosong, sama seperti dua hari yang lalu ketika mereka kesana bersama tiga orang teman lainnya.
"Kak Fit..., itu keliatannya ada seseorang disana?, apa dia yang namanya pak Sudirman yang dibilang Gadis kemaren..?", tanya Hanum dengan sambil menunjuk kearah taman.
"Mungkin aja.., atau kita samperin aja kesana yuukk...?", sahut Fityah sambil meletakkan helmmya.
"Assalamualaikum pak.., apa bapak yang bernama pak Sudirman..? yang jagain kosan ini..?", tanya Fityah sambil menyalami pria paruh baya tersebut.
"Waalaikumsalam, Ya neng..bapak memang yang ditugasin untuk jagain dan bersihin kosan ini, memangnya ada apa neng...?, apa neng mau menyewa kamar dikosan ini..?", tanya pak Sudirman sambil meletakkan sapu lidinya dibawah pohon pucuk merah dibelakangnya.
"Bukan saya pak, tapi temen saya, namanya Gadis, sayangnya dia enggak bisa ikut sekarang, karena masih ada kuliah sampai siang nanti, jadi dia meminta kami berdua untuk bantuin dia melihat - lihat bangunan di kosan ini pak...", jawab Fityah sambil memberi kode kepada Hanum.
__ADS_1
Kali ini Fityah terpaksa berbohong. Dia membohongi pak Sudirman karena ia harus punya alasan agar bisa berkeliling melihat - lihat kosan ini seperti halnya calon penyewa baru.
" Ooiya pak, ada berapa kamar yang ada dikosan ini...?", tanya Fityah sambil melihat - lihat lantai atas karena ia merasa ada sesosok makhluk yang sedang memperhatikan mereka.
" Ada banyak neng, dilantai bawah ada 20 kamar, dan dilantai atas ada 18 kamar, jadi totalnya ada 38 kamar dikosan ini. Tapi yang terisi cuma ada beberapa kamar aja neng; delapan kamar dilantai bawah, ditambah satu kamar lagi dilantai atas", jelas pak Sudirman.
"Wahh...banyak juga kamar yang masih kosong ya pak...?" Apa dari dulu memang seperti ini pak..?", tanya Fityah sambil mencari tahu alasan dibalik kosongnya banyak kamar dikosan itu.
"Wahhh...kalau dulu jangan ditanya neng..., kosan ini menjadi salah satu kosan yang terpopuler disini. Memang sih itu sekitar tujuh tahun yang lalu, sebelum peristiwa itu terjadi", jelas pak Sudirman sambil menutup mulutnya karena keceplosan.
"Memangnya ada kejadian apa disini tujuh tahun yang lalu pak..?, tanya Fityah yang kelihatannya sangat penasaran dengan sejarah kelam kosan itu.
"Aduuuuuhhhh...kalau masalah itu saya ga bisa ngejelasin neng...soalnya saya cuma ditugasin buat bersih - bersih disini sambil sesekali ngejagain kosan ini", ucap pak Sudirman mengelak sambil mencabuti satu persatu rumput liat didalam kolam hias tadi.
"Mmmm...kira - kira boleh ga pak, kalau kami keliling lihat - lihat bangunan ini dulu, sambil menunggu teman kami datang"pinta Fityah dengan sedikit berbohong.
"Ohhh, tentu aja boleh dong neng.., rencananya neng mau kelantai atas atau lantai bawah aja..?", tanya pak Sudirman lagi.
"Emangnya kenapa pak..? tanya Fityah singkat.
__ADS_1
"Kalau neng mau kelantai atas, nanti -------hati - hati sama pagar besi yang ada diujung deretan kanan kamar, soalnya itu kurang kokoh untuk nyender", jelas pak Sudirman lagi.
**bersambung