Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
Liburan part 2


__ADS_3

Selamat membaca


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya kami bergegas dan bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan kami ke gunung semeru. kami masih di pos 1 untuk memeriksa apa ada yang tertinggal atau ada yang kurang setelah semua sudah di pastikan kami semua melanjutkan perjalanan. kami mengambil rute watu rejeng karna serlin, yunita dan shella ingin melihat indah nya hutan pinus dan pasti akan melewati "ranu kumbolo" jujur saja Fira banyak mendengar cerita horor di ranu kumbolo dan sekarang aku malah akan menuju kesana.


"Hey lihat pemandangannya indah ya." ucap Serlin


"Iya indah banget." ucap Shella


Serlin, Yunita, Shella dan Pino sangat senang melihat pemandangan itu sedangkan Fadil dan Ihya mereka datar saja tanpa banyak esperesi dan Fira malah gelisa tidak tenang entah apa yang ada di pikiranya sekarang.


"Kenapa lu?" tanya Ihya pada Fira


"Gue gak papa kok." ucap Fira berusaha tenang.


"kok tegang gitu." ucap Fadil tiba-tiba.


Fira hanya tersenyum tipis dan tidak bicara lagi tak terasa hari sudah mau gelap kami pun mendirikan tenda karna kami para perempuan tidak bisa mendirikan tenda jadi anak laki laki lah yang mendirikan tenda.


Fira dan Serlin mencari kayu bakar sedangkan Shella, Yunita dan Marina menyiapkan makan malam. kami masih di oro-ora ombo mendirikan tenda disana tempat itu tidak jauh dari ranu kumbolo.


Saat Fira sedang mencari kayu bakar untuk memasak bersama Serlin. Fira merasa seperti ada yang mengawasi kami tapi saat Fira melihat sekelili tidak ada apapun. Fira dan Serlin pun segera kembali ke tenda lalu kami semua makan malam bersama setelah itu teman teman ku sedang berbincang-bincang entah kenapa Fira sedikit menjauh dari mereka.


Fira lebih suka suasanna yang tenang dan sunyi ia duduk sendiri. Fira tak sengaja melihat sesosok perempuan cantik memakai kebaya dan juga selendang aku terus melihatnya sampai fadil dan ihya datang mengagetkan ku.


"Jangan di lihat terus." ucap Ihya.


"Itu bukan orang." ucap Fadil dan langsung duduk de sebelah ku di susul Ihya yang juga duduk di sebelah ku.


"Hah maksud lu?" tanya ku tak mengerti.

__ADS_1


"Lu belum ngerti apa apa ya tentang mereka."ucap Fadil tenang.


Fira hanya menggelengkan kepala karna jujur saja Fira tidak mengerti tentang mereka bahkan untuk melihat mereka saja Fira belum sepenuhnya berani.


"Udah lu santai aja ya tidur sana udah malem kita juga mau tidur." ucap Ihya lalu pergi.


"Iya gue duluan." ucap Fira lalu masuk ke dalam tenda.


Fira pun tertidur dan entah kenapa Fira selalu terbangun tepat pukul 12 malam saat Fira ingin kembali tidur tiba tiba Fira mendengar suara orang yang memanggilnya suaranya pelan namun merdu.


"Fir...... fira... kemarilah."


Suara itu terus terdengar sebenarnya Fira takut tapi Fira juga penasaran siapa yang memanggilnya hingga akhirnya Fira memutuskan untuk melihatnya. Saat Fira keluar tenda Fira melihat banyak kabut dan udara memjadi l sangat dingin.


Fira mencoba untuk mencari sumber suara itu walau Fira merasa takut tapi Fira mencoba untuk berani dan tiba tiba dari belakang ada yang memanggil nama nya lagi Fira langsung menoleh dan Fira melihat wanita itu lagi yang masih menggunakan kebaya berwarna kuning dia menatap dengan tatapan tajam.


Fira sangat ketakutan dan berlari menuju tenda nya lagi. Tetapi saat sudah ada di tenda ia sangat terkejut melihat Serlin, Yunita, Shella, Marina dan Pino sudah pingsan. Fira semakin panik dan wanita itu datang lagi.


Menghampiri Fira yang sudah menangis ketakutan ia bingung harus berbuat apa.


"Heh anak manis kenapa kau ketakutan hihihihihihi." ucap sosok wanita itu sambil tertawa.


Fira langsung gemetan ketakutan dan wanita itu membawa Serlin, Yunita , Shella, Marina dan Pino entah kemana Firq menangis sejadi jadinya. Ia takut sendirian dan teman-temannya menghilang entah kemana.


Tiba tiba saja saat Fira sedang menangis ada yang menepuk pundaknya. Fira pun kaget dan langsung menoleh ke belakang dan ternyata ada Fadil dan Ihya.


"Kalian selamat?."


"Udah berdiri lu! kita harus pergi dari sini." ucap Ihya tegas.


"HAH MAKSUD LU KITA NINGGALIN MEREKA GILA LU TEGA LU NGALAKUIN ITU." ucap Fira emosi.


"Bodoh yang gak lah kita pergi dulu cari tempat yang aman lalu kita cari teman teman kita." jelas Ihya.


"Udah ayo pergi gak usah depat di sini." ucap Fadil lalu pergi.


Kami pun pergi dari tempat itu dan kami sama sekali tidak tau arah mungkin bisa dibilang kami tersesat karna kompos kami tak berhenti berputar dan tiba tiba mati sama halnya dengan jam tangan kami.


"Ada yang gak beres." ucap Ihya sambil melihat sekeliling.


"Mungkin kita masuk dimesi lain?." ucap Fadil santai.


"Kitq harus coba cari rumah warga atau perkampungan disini." ucap ihya.


"Gue setuju." Fadil.


Fira hanya diam karna ia tidak mengerti apa yang sekarang terjadi. Semua terlalu cepat dan sulit untuk Fira mengerti.


"Bisa berhenti dulu kagak gue cape?" ucap Fira yang sudah lemas.


"Oke kita istirahat dulu disini." Ihya langsung duduk di bawah pohon sekitar sana.

__ADS_1


"Gitu kek dari tadi cape gue." ucap Fira lalu duduk.


"Dasar cewek bawel banget lu." ucap Ihya.


"Bodo suka-suka gue lah." ucap Fira tak mau kalah.


"Lu berdua ribut mulu deh heran gue akur bentar kagak bisa yee." ucap Fadil kesal.


"Temen lu tuh ngajak ribut mulu." kata Fira.


"Kok gue elu tuh." Ihya yang juga tak mau kalah.


"Udah stop ribu mulu." Bentak Fadil.


Akhirnya Ihya dan Fira diam dan tidak lagi berbica.


Merekah akhirnya Istirahat di saat untuk beberapa saat untuk mengumpulkan tenaga karna perjalanan mereka masih panjang. Masih banyak rintangan yang harus mereka hadapin dan mereka juga harus memikirkan bagaimana cara untuk menyelamatkan teman-teman mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


wow......


**Apakah mereka bisa nyelamatkan temen mereka?


Apa mereka akan berkumpul lagi?


Apa yang akan terjadi dengan mereka?


Apa masalah akan datang lagi?


Apa liburan mereka akan berubah jadi bencana**?

__ADS_1


Terima kasih........


__ADS_2