Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 10#Mereka Kembali -ikut campur#4


__ADS_3

"Oalaaaaahhh Num, kamu takut yaaa..?", ujar Fityah setengah menggoda temannya itu.


"Sebenernya bukan Hanum takut kak, tapi deretan sebelah kiri kan emang bener - bener ga berpenghuni sama sekali", jelas Hanum sambil melihat sisi sebelah kiri ia berdiri.


"Ya udah...kita tukeran..", ujar Fityah singkat.


Setelah merekan puas berkeliling di deretan kiri dan kanan kamar dilantai tersebut, mereka tidak menemukan sosok yang mereka cari. Dan tanpa mereka sadari, tiba - tiba saja perempuan setengah baya yang tadi mereka temui, sudah berdiri tepat dibelakang mereka.


"Kalian masih disini rupanya, sepertinya kalian datang kesini tidak hanya sekedar melihat - lihat saja. Tampaknya ada sesuatu yang sedang kalian cari disini. Apapun itu, aku tidak mau tau, aku tidak mau memperpanjang urusan dengan kalian disini. Lebih baik kalian segera angkat kaki dari tempat ini, atau kalian nanti akan terkena masalah.", begitu ucap wanita tersebut dengan suara tinggi sambil menyuruh kedua mahasiswi itu pergi.


Tidak ada yang bisa Fityah dan Hanum lakukan saat perempuan itu mengusir mereka, selain hanya melangkah bergerak menuju anak tangga ke lantai bawah.


"Bener - bener kurang akhlak tuh orang, apa salahnya ngomong pelan dikit, seolah - olah kita ini maling", ujar Hanum dengan wajah sewot.


" Ya udah deh, jangan terlalu dipikirin, dari kelakuannya barusan, udah jelas banget kalau wanita itu sedang merahasiakan sesuatu dikosan ini, makanya dia marah besar waktu ngeliat kita masih ada disitu", jelas Fityah pada temannya itu sambil menuruni satu persatu anak tangga.


Karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul satu siang, Fityah dan Hanum pun memutuskan untuk pulang dulu kekosan Fityah untuk makan siang dan istirahat.

__ADS_1


Cuaca saat itu menjadi lebih teduh dan sedikit mendung. Fityah dan Hanum memacu kenderaan mereka lebih cepat karena sepertinya akan turun hujan lebat.


"Ahh...syukurlah...kita dah nyampe dikosan sebelum hujan turun", ujar Hanum sambil turun dari motor.


"Kita makan siang dulu yaa, kamu naik aja duluan, ini kunci kamarnya, kakak mau ke kantin kak Lastri dulu, mau pesen makan siang..", jelas Fityah kepada Hamum sambil menyerahkan kunci kosannya.


"Ehhhhh...., neng Fityah, abis dari mana neng...? bukannya Neng ada dikamar ya tadi..?," Fityah terdiam sejenak dan sengaja tidak memperpanjang pembicaraan untuk menyangkal kalau dia memang tidak ada dikamar seharian ini, seperti yang disangkakan oleh Kak Lastri barusan. Dalam hatinya ia berfikir, pasti Rindu lah sosok dibalik ini semua. "Makasi teman, udah selalu peduli dengan keseharianku", bisiknya sambil tersenyum.


"Tumben kali ini mesennya ekstra neng...?", tanya kak Las penasaran.


Setelah Fityah dan Hanum menghabiskan makan siang, mereka santai sejenak sambil membicarakan kegiatan dikampus mereka masing - masing. Tak terasa waktu sangat cepat berlalu.


Saat itu hari sudah menjelang maghrib, namun hujan belum juga menunjukkan tanda - tanda akan reda. Padahal Hanum masih terkurung dikosan Fityah, dan ingin sekali pulang kerumah tantenya yang berada lumayan jauh dipusat kota. Sudah beberapa kali tantenya menelfon untuk memastikan keberadaan Hanum, takut kalau ponakannya itu kenapa - kenapa dijalan.


"Kayaknya hujan belum reda juga nih.., Gimana kalau kamu nginap disini aja, sekarang aja udah jam 08.00 malam, kalaupun nanti reda, bakalan jam berapa kamu nyampe rumah..?" tanya Fityah sambil menawarkan tempat menginap kepada temannya itu.


Hanum akhirnya menyetujui tawaran Fityah kepadanya agar bermalam saja dikosannya itu. Fityah pun segera meminta kak Lastri untuk mengantarkan makan malam, dan meminjamkan sebuah bantal untuk Hanum.

__ADS_1


Hari pun beranjak malam, namun hujan sudah sedikit agak reda, meninggalkan rasa dingin yang luar biasa.


"Sepertinya, kita ga perlu ngidupin kipas angin lagi deh...", ujar Fityah kepada Hanum.


"Brrrrrrrrr....iya nihh kak...dingin banget, untung aku bawa jaket diransel", sahut Hanum pula.


Fityah dan Hanum pun akhirnya tertidur pulas untuk beberapa saat. Sampai kemudian mereka terjaga oleh suara tangisan seorang anak kecil yang meminta tolong berulang - ulang kali. Sungguh membuat suasana jadi merinding bagi siapapun yang mendengarnya. Mengapa tidak, suara tangisan anak kecil itu sesekali diselingi oleh suara lolongan anjing disekitaran kosan itu.


"Ssssttt....Kak Fit..Kak Fit....",panggil Hanum berbisik membangunkan Fityah yang tidur disampingnya.


" Ya Num...ada apa? kakak denger ga suara anak kecil barusan..?, Iihhh..serem banget kak" ujar Hanum ketakutan.


Sejurus setelah itu, kembali terdengar lagi oleh mereka suara tangisan anak perempuan itu kembali meraung meminta tolong.


"Num, apa seperti ini suara yang kamu denger malam kemaren waktu kamu nelfon kakak?" Fityah bertanya dan meminta Hanum membandingkan suara yang mereka dengar dua malam ini berturut - turut.


**bersambung

__ADS_1


__ADS_2