
Selamat Membaca
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hari masih menunjukan pukul 8 malam, dingin itu yang di rasakan Fira sekarang maklum tadi hujan turun dengan derasnya.
Fira baru saja tiba dirumah setelah bertemu dengan Alpha tadi.
Drtttttttt
Suara ponsel Fira yang bergetar ia segera membuka ponselnya bertapa kaget nya Fira saat membaca pesan dari grup kelasnya bahwa teman sekelasnya yang bernama Airin meninggal dunia.
"innalilahi wainnailaihi rojiun." ucap Fira ia sangat kaget dengan kabar yang baru saja ia terima.
"Perasaan tadi pagi gue ketemu Airin dia masih baik-baik aja." gumah Fira.
Ia bergegas mengganti bajunya dan pergi ke rumah duka ia juga merasa ada yang mengganjal dengan kematian Airin.
Fira akhirnya sampai di rumah duka lalu ia segera menuju ke teman-temannya yang sudah berada disana.
"Sorry gue telat." ucap Fira.
"Iye, tadi gue kerumah lu tapi lu kagak ada." jawab Serlin.
"Iya tadi gue ke mini market dulu." ucap Fira.
"Eeeh kasihan banget iya si Airin padahal anak nya baik banget." ucap Marina.
"Iya anjirr gue kasihan banget sama tuh anak apalagi sering di bully tuh sama gengnya yola iya kan?" ucap Yunita.
Fira hanya mendengarkan pembicaraan teman-temannya apalagi tentang yola geng bully yang sering membully anak-anak yang menurut mereka lemah.
"Gila sih kasihan banget gue apalagi Ibunya keliatan sedih banget gak tega gue." ucap Shella setelahnya.
"Udah ini lagi berduka malah ngomongi orang." lerai Pino pada teman-temanya.
"Tapi tadi sebelum Airin meninggal gue sempet liat dia sama yola dan antek-anteknya." ucap Fadil dengan nada serius.
"Dan Airin meninggal karna bunuh diri." lanjut Ihya.
Fira langsung terdiam mendengarkan semua perkataan mereka tentang kematian Airin barusan ia semakin yakin bahwa ada yang tidak beres.
"Udah lah gak baik ngomongi orang yang udah meninggal." kata Marina menyelesaikan pembicaraan itu.
Akhirnya pembicaraan mereka semua berakhir dan berganti untuk melihat proses pemakaman Airin.
__ADS_1
Tak jauh dari pemakaman itu Fira seperti melihat Airin yang menatap penuh amara. Fira heran apa yang terjadi pancaran mata Airin seperti orang yang penuh akan dendan dan kecewa.
"Gue gak salah liat kan itu Airin kan? kenapa dia ngeliatnya gitu banget iya." batin Fira bertanya.
Fira memberanikan diri untuk menghampiri sosok Airin yang masih berdiri di sebuah pohon yang cukup besar di area pemakaman itu.
Saat Fira akan tiba di tempat Airin berdiri tiba-tiba.
pukkkkk...
"Yak allah..."teriak Fira kaget saat Alpha menepuk bahunya.
"Maaf gue ngagetin lu iya." ucap Alpha sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Iyaa lu pikir, kaget gue." sewot Fira.
"Iyaa sorry lagi'an lu ngapin sih disini sendiri kagak takut lu ini kuburan lohh." ucap Alpha.
"Yee suka-suka gue lah kepo amat lu." balas Fira.
Tak berapa lama Ihya datang dengan Fadil menghampiri Fira yang sedang mengobrol dengan Alpha.
"Ngapain lu berdua?." tanya ihya datar.
"Kagak ngapa-ngapain kenapa emang?" tanya Fira.
Alpha dan Ihya saling pandang tatapan mereka sama-sama tajam satu sama lain.
Fira dan Fadil saling pandang mereka bingung dengan Ihya dan Alpha .
"Mereka berdua kanapa Fir?" tanya Fadil.
"Mana gue tau, tapi gue ngeri eeh tuh mata cepot." ucap Fira yang di bales tawa oleh Fadil.
"Udah Fir biarin aja tuh bocah dua mening kita pulang." ucap Fadil.
"Tenang gue anterin yukkkk." ucap Fadil sambil berjalan di ikutin Fira di belakangnya.
Membiarkan Ihya dan Alpha yang masih bertatapan tanpa mereka sadari Fira dan Fadil tidak ada disana.
"Lu jangan macem-macem sama Fira." ucap Ihya.
"Lu siapa Fira kok ngatur?" balas Alpha.
Ihya terdiam sebentar lalu mulai menjawab pertanyaan Alpha.
"Gue akan ngawasin lu." ucap Ihya lalu pergi meninggalkan Alpha.
Alpha hanya tersenyum melihat Ihya yang mulai menjauh lalu ia pun segera pergi meningglkan pemakaman.
Fira pun sampai di rumahnya dengan selamat di antar oleh Fadil.
"Makasih Fadil udah mau anteri gue balik." ucap Fira.
"Iyee sama-sama gue balik duluan iya."
"Okee bayyyy."ucap Fira.
Fadil melampaikan tangannya lalu melajukan motor nya meninggalkan perkarangan rumah Fira.
Saat Fira akan masuk rumah ia melihat Airin yang berdiri di depan pagarnya menatapnya seperti ingin meminta tolong.
Fira hendak menghampiri Airin tapi tiba-tiba Raisa datang dan menyuruh Fira masuk rumah.
"Sa kenapa lu nyuruh gue masuk? kan gue mau ngomong sama Airin." tanya Fira yang heran dangan Raisa.
__ADS_1
"Kamu taukan kalo dia bukan manusia?" tanya Raisa yang di balas anggukan oleh Fira.
"Fir jangan ikut campur sama urusan dia."
"Kenapa Sa aku malah ngerasa ada yang aneh dengan kematian Airin? mungkin aja kan Sa dia minta bantuan aku." ucap Fira ia sangat yakin kalo ada yanga aneh.
"Tapi tidak dengan dendam. Ia hantu yang di penuhi oleh dendam Fir jangan kamu berurusan sama dia iya." ucap Raisa dengan sungguh-sungguh.
"Tapi aku masih gak ngerti sama apa yang kamu omongi Sa? Dendam dengan siapa Sa."tanya Fira lagi.
"Fira diam dan tidak mencari tau lebih banyak akan lebih bagus dari pada kamu terus mencari sesuatu yang mungkin membahayakan diri kamu sendiri. Ingat Fir penyesalan itu datang di akhir jangan aku ingatkan jangan berurusan dengan dia." ucap Raisa lalu pergi meninggalkan Fira yang masih hanyut dalam pikiranya sendiri.
"Gue gak paham apapun yang Raisa ucapin tapi pasti ada hal yang harus gue hindari kan apalagi Raisa udah memperingatinnya." batin Fira.
Ting...Ting...
...Kulkas🥶...
Tidur udah malem
^^^Bawel lu^^^
Serah
(read).
"Tumben banget tuh kulkas chat." gumah Fira.
Fira memutuskan untuk tidur matanya sudah sangat mengantuk apalagi besok ia masih harus sekolah jangan sampai ia terlambat kesekolah ia tidak mau di hukum lagi.
"Gila udah malem banget iya! tidur aja deh gue." ucap Fira.
Ia segera menganti bajunya dengan baju tidur dan bersiap untuk tidur. Hari ini cukup melelahkan bagi Fira semoga saja besok Allah berbaik hati untuk memberi hari yang menyenangkan baginya.
Sudah cukup untuk hari ini dan mari kita istirahat dan melanjutkan hari esok dengan ceria.
"Semoga kamu paham dengan peringatan ku Fir untuk tidak ikut campur masalah teman mu itu." Ucap Raisa yang tengah menatap Fira yang telah tertidur lelap.
"Selamat malam Fira." ucap Raisa lagi lalu pergi meninggalkan Fira di kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
**wow.....
Terima kasiu sudah mau membaca jangan lupa vote like dan comen iyaa.
Kalo mau kasih saran juga boleh kok.
Maaf kalo adan salah kata.
Terima kasih
__ADS_1
See you next time**