
"Oohh, begitu ya rupanya.., kasian sekali teman - temanmu ya Num...", ujar Fityah sedih.
"Ya begitulah kak, sampai sekarang pun aku masih merasa ga percaya kalau ingat kejadian itu", sahut Hanum dengan wajah sedih.
" O iya kak...sebenarnya kak Fityah juga punya kemampuan yang sama seperti aku, kaaan..?", tanya Hanum dengan rasa ingin tahunya.
"Yaa begitulah kira - kira, kenapa kamu bisa tau kalo kakak juga indigo Num..?" tanya Fityah lagi.
"Lhaa...kan kakak sendiri yang bilang ke aku kalau kakak juga ngeliat sosok anak perempuan yang sedang menggendong boneka dikosan kemaren, ingat ga kak...?", ungkap Hanum sambil mengingatkan peristiwa dipondokan Alesha waktu itu.
"Yaa dek, dugaanmu bener banget, kakak udah mempunyai kemampuan itu bahkan sebelum memasuki usia sekolah. Kemampuan itu sempat juga kakak ilangin karena kakak merasa ingin mencoba hidup normal seperti teman - teman kakak yang lain, tapi entah mengapa, tiba - tiba aja kemampuan itu balik lagi ke diri kakak baru - baru ini", jelas Fityah setengah menjelaskan.
Setelah beberapa lama mereka bercerita tentang kisah hidup masing - masing, tiba - tiba saja mereka teringat kembali kepada sosok bocah perempuan di Pondokan Alesha.
Untuk mengurangi rasa penasaran tentang sosok anak perempuan itu, Fityah dan Hanum memutuskan untuk kembali ke Pondokan Alesha itu besok siang sepulangnya mereka dari kampus.
Namun Fityah dan Hanum sepakat untuk tidak melibatkan Gadis dan kawan - kawannya. Rencananya mereka akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di Kosan tersebut, sehingga areal dan bangunan dari kosan itu terkesan angker dan menyeramkan.
"Oke dehh kak, aku pulang dulu, maaf da ganggu waktu istirahat kak Fit ya", begitu ucap Hanum sungkan.
"Ihhhh...apa - apaan sih dek, kakak ga terganggu kok, malahan kakak seneng banget ada yang nemenin. Ya udah, hati - hati dijalan yaa", ucap Fityah mengingatkan.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kepergian Hanum, Fityah pun menelfon Wilani untuk menanyakan tentang kepastian tanggal keberangkatan mereka ke lokasi KKN.
"Hallo.wii..., kok adem ayem aja belakangan ini...? mendadak jadi sombong nihh yeee..", ucap Fityah menggoda sahabatnya itu.
"Apa - apaan sih kak Fit, aku lagi sakit gigi nihh dua hari ini, jadi bawaannya bete aja", Jawab Wilani dengan sewotnya.
"Oohhhh gitu ceritanya, kirain ada apa..?, O iya Wi, sebenernya kelompok kita kapan sihh jadi diberangkatkan?, apa udah ada info dari Denis ama Yola ?", Tanya Fityah kemudian.
"Astaga naga, aku lupa kabari kak Fityah, keberangkatan kita ditunda sampai akhir bulan ini kak, soalnya Dosen Pembimbing Lapangan kita kabarnya diganti kak..., ya kita tunggu aja kabar selanjutnya.", jawab Wilani dengan panjang lebarnya.
" Ya syukurlah kalo gitu, aku bisa nyantai - nyantai dulu disini..sambil nonton drakor ..", ucap Fityah nyeleneh.
Waktu pun tidak terasa sudah beranjak malam. Fityah merasa sangat lelah karena belum sempat merebahkan tubuhnya seharian ini, dan ia merasa mengantuk sekali.
"Mmmmm...mudah -.mudahan malam ini aku bisa tidur nyenyak", ungkap Fityah dalam hati.
Sayangnya, keinginannya tidak sepenuhnya terpenuhi, karena di pertigaan malam, Fityah terjaga oleh suara seorang anak kecil yang meminta tolong. Suara itu terdengar sangat dekat. Sepertinya Suara itu berasal hanya beberapa meter dari kamarnya.
"Ahhhh, apalagi ini....,suara siapa lagi itu..???", gerutu Fityah dalam hati.
Sejenak Fityah mencoba untuk tidak mempedulikan gangguan suara tadi, tapi suara tersebut tak kunjung hilang. Tiba -tiba, sesaat kemudian, ponsel Fityah berdering. Fityah mencoba menggapai ponselnya yang ia letakkan diatas meja kecil disamping tempat tidurnya.
__ADS_1
Ia pun segera menjawab panggilan diponselnya tersebut. Rupanya itu adalah panggilan dari Hanum.
"Ada apa ya Hanum menelfon malam - malam begini..?", tanya Fityah dalam hati.
"Hallo..., kak Fityah...", terdengar suara Hanum memanggil Fityah dari ponsel itu.
"Iya Num...ada apa malam - malam nelfon kakak..?", tanya Fityah sambil menerka - nerka.
"Kak....aku mendengar suara anak kecil, sepertinya itu suara anak perempuan minta - minta tolong., ihhhh serem banget kak...", jelas Hanum sambil setengah berbisik.
"Lohh..kok samaan kita Num.. kok bisa ya..., kamu lagi dirumah tantemu kan..?, kakak juga denger suara itu.., apa mungkin itu adalah suara anak perempuan di Pondokan Alesha mungkin Num..." tebak Fityah sambil menduga - duga.
"Ahhh... masa iya sihh kak..?", apa hubungannya ama kita..?", tanya Hanum bingung.
"Ya jelas dong ada hubungannya, soalnya cuma kita berdua yang ngeliat 'dia' kemaren dikosan itu, Num..", jelas Fityah lagi.
"Jadi kita mesti ngapain nihh kak...", tanya Hanum dengan nada suara makin pelan.
"Ya terpaksa didiemin aja, ga ada yang bisa kita perbuat. Anggap aja ga dengar apa - apa, paling ga lama lagi ilang tuh..soalnya bentar lagi mau masuk waktu subuh, pasti ada suara - suara pengajian di mesjid - mesjid...", tambah Fityah sambil menjelaskan apa yang mesti mereka lakukan saat itu.
**bersambung...
__ADS_1