Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 10#Mereka Kembali -ikut campur#23


__ADS_3

"Siapa kau...? Jangan beraninya cuma menakut - nakuti saja..", Ucap Fityah sambil berteriak keras memecah heningnya malam itu.


"Apa sebenarnya tujuanmu mencampuri urusanku. Ini adalah daerah kekuasaanku, beraninya kau ikut campur jauh kedalam wilayah kekuasaanku." Seru suara misterius itu dengan nada suara yang lebih tinggi dari sebelumnya.


Sejenak, Fityah hanya bisa terdiam mendengar suara misterius yang seolah - olah sedang mengancamnya. Tidak ada yang bisa ia perbuat disana. Tak seorang pun juga yang menemaninya disaat mencekam seperti itu.


"Pergi kau sekarang juga...!! Atau kau akan menyesal..!!!, Tidak ada yang bisa kau perbuat lagi disini, tukang kebun itu sudah kusekap...!! " Ucap suara itu kembali sambil mengancam Fityah.


Fityah merasa sangat ditekan pada saat itu. Pilihannya hanya satu, yaitu secepatnya pergi meninggalkan Pondokan tua tersebut. Entah mengapa nyalinya menciut setelah ancaman demi ancaman datang ditujukan kepadanya apalagi dengan mengatasnamakan kematian. Ditambah lagi, Pak Sudirman yang semula dianggapnya bisa diandalkan, tiba - tiba sudah hilang lenyap dalam sekejap mata karena disekap oleh sosok makhluk gaib yang entah bagaimana wujudnya.


"Baik, aku akan mundur, aku tidak akan mengusikmu lagi, aku akan pergi" Ucap Fityah mengalah.

__ADS_1


Namun, berselang beberapa saat saja perkataan Fityah tadi langsung disambung oleh suara misterius lain yang juga tidak menampakkan wujudnya.


"Berhenti...Anakku !!!!, jangan kau beranjak dulu. Jangan takut !!! Benda yang ada bersamamu itu akan jadi penolongmu, kami pun ada dibelakangmu, tetaplah disini dulu nak " Ucap suara yang baru saja memintanya untuk tetap tinggal dulu di gudang.


Fityah akhirnya menjadi bingung dihadapkan dengan keadaan semacam ini. Ada dua macam perintah yang masing - masingnya harus diikuti, dan masing - masing perintah itu saling bertolak belakang satu sama lain.


Tidak lama kemudian, Fityah dikagetkan oleh suara seorang perempuan yang sedang bersenandung, dan berubah menjadi suara seseorang yang sedang tertawa cekikikan.


"Kau sangat mempunyai nyali dan keberanian. Siapa yang ada dibelakangmu..??? Siapa yang menghasutmu untuk untuk datang kemari dan mengusikku..?? Baiklah jika kau mencoba untuk menantangku, akan kutunjukkan dengan siapa kau berhadapan sekarang." Ucap Suara makhluk tak kasat mata yang kembali menguji nyali Fityah.


Sosok bayangan merah yang terbang itu tidak lain adalah sosok Nyimas Dewi, Si setan merah. Dia dijuluki seperti itu karena ia adalah sosok gaib yang begitu jahat, dengan bentuk yang sangat menakutkan, yang selalu identik dengan gaun panjang berwarna merah darah yang membalut tubuhnya.

__ADS_1


Wajahnya sangat tirus sehingga menampakkan tulang pipinya yang begitu menonjol. Rambut yang panjang menjuntai hingga melebihi panjang kakinya. Kedua tangan yang panjang, tidak seperti ukuran panjang tangan pada ukuran normalnya, lengkap dengan bentuk kuku yang tajam dan runcing. Gigi - gigi taring yang panjang bersusun sangat rapat, dan yang paling menakutkan adalah tinggi badan yang tidak seperti ukuran pada normalnya. Tinggi badan Si setan merah lebih dari dua meter. Sungguh merupakan sosok yang akan membuat siapa saja yang melihatnya akan lari ketakutan.


Berdasarkan cerita dari Jin Pak Tua, sosok Setan Merah rupanya bisa berubah - ubah wujud. Ia bisa saja berpenampilan seperti halnya manusia biasa, jika ia sudah mendapatkan tumbal kiriman dari orang yang ikut pesugihan melalui perantara dukun yang tidak lain adalah pengikut setianya.


Tentu saja ucapan dari Jin Pak Tua itu bukan karangan semata. Hal itu rupanya sudah dibuktikan langsung oleh Hanum, Gladys dan Fityah sendiri ketika mereka mengunjungi Pondokan Alesha untuk pertama kalinya.


Pada waktu itu, mereka menaiki lantai atas dan bertemu satu - satunya manusia yang menghuni salah satu kamar di lantai atas tersebut. Rupanya, manusia yang ditemuinya saat itu, bukanlah seorang manusia biasa seperti yang mereka kira. Manusia tersebut adalah sosok roh jahat Nyimas Dewi yang berubah wujud menjadi manusia.


Mungkin pada saat itu, ia baru saja mendapat tumbal yang sudah dijanjikan oleh para pengikutnya. Sehingga ia bisa menjelma sebagai manusia biasa selama empat puluh empat puluh malam lamanya.


" Mengapa kau diam saja...??? Ayo kemarilah dan bertarunglah denganku. Bukannya kau mengira dirimu sangatlah hebat hingga kau sepertinya tidak sedikitpun takut kepadu. Datanglah kemari, mendekatlah kemari, kemarilah........" Ucap Setan Merah sambil mencoba untuk menghipnotis Fityah dengan kekuatannya.

__ADS_1


Disaat Fityah mendengar tiga kata terakhir dari ucapan si setan merah, ia merasa dirinya sangat patuh dan menurut pada perintah iblis perempuan tersebut, seolah - olah dirinya terhipnotis oleh kekuatan gaib yang datang dari lawannya itu.


Perlahan Fityah melangkah sedikit demi sedikit ke arah setan merah itu, ditengah jalan ia tersentak oleh sebuah bisikan yang mengatakan; " Ambillah batu permata kecil didalam tasmu, dan lemparlah kearahnya sekuat tenagamu."


__ADS_2