
"Ehhh.., udah hampir mau jam tujuh pagi nih kak.."Ujar Hanum sambil melihat jam di dinding kamar kos Fityah.
"Aku kayaknya pulang dulu deh kak.., ntar tanteku ngelapor yang bukan - bukan pula lagi ke ayah.." Tambah Hanum pula.
"Oh iya Num.., apa perlu kakak antar ke bawah..?" Ucap Fityah sambil menawarkan.
"Ahhhh...gak usah lah kak, mending kakak lanjutin tidur. Kasian kan kakak blm ada tidur sama sekali dari tadi malam..", jelas Hanum sambil mengambil sepatu Kets nya di rak sepatu samping pintu.
" Oke deh Num, ati - ati di jalan ya....kamu juga nanti langsung istirahat ya pas nyampe di rumah.." Ucap Fityah sambil mengingatkan Hanum yang sedang melangkah keluar kamar.
Setelah Hanum pamit untuk pulang, Fityah memang berencana untuk tidur sebentar sebagai pengganti tidur malamnya yang sempat terlewatkan. Namun ia berubah fikiran, ia kembali mengecek tas ransel yang ia pakai tadi malam sewaktu pergi ke Pondokan Alesha.
Pada saat terakhir ia membuka ransel tersebut, ia menemukan sebuah batu permata kecil yang bertalikan beberapa helai benang berwarna hijau terang. Dengan sesegera mungkin, ia mengambil tas ranselnya yang ia letakkan diatas tempat tidur. Setelah ia meraih tas ransel tersebut, ia kemudian membuka saku paling depan.
__ADS_1
Fityah mulai merogoh bagian dalam kantong tas tersebut, dan akhirnya ia menemukan batu permata yang sedang ia cari - cari.
Fityah kemudian mengambil batu misterius tersebut dari dalam tas dan melihatnya dari dekat. Ia mulai memperhatikan dengan seksama bentuk benda itu. Menurutnya, benda itu hampir memiliki kesamaan dengan Batu Permata Sakti yang dimiliki oleh Jin Pak Tua.
Jika diperhatikan betul - betul, baik bentuk dan teksturnya memang sama persis, hanya ukurannya saja yang berbeda. Batu permata sakti itu ukurannya hampir seukuran bola ping pong, sedangkan batu yang berada di tangan Fityah saat itu berukuran lebih kecil, yakni cuma seukuran sebutir buah anggur.
"Kira - kira benda apa ini ya..?"Tanya Fityah dalam hatinya. Ia kemudian meletakkan batu permata itu diatas meja belajarnya, dan akhirnya memutuskan untuk tidur sebentar.
Didalam alam tidurnya, Fityah bermimpi tentang Alesha, sesosok arwah anak kecil perempuan yang sekarang ini sangat membutuhkan bantuannya. Saat di mimpi itu Alesha tampak sedang menangis terisak - isak. Ia sempat berkata - kata kepada Fityah bahwa ia sangat rindu pada ibu kandungnya. Arwah anak perempuan itu sangat ingin bertemu dengan ibunya.
Selama bertahun - tahun Alesha memendam rasa kangennya itu. Ia tidak bisa merasakan dimana posisi ibunya sekarang, karena Alesha masih berada dibawah pengawasan dan naungan kekuatan gaib dari Nyimas Dewi atau lebih dikenal dengan nama Setan Merah, yaitu sosok setan wanita yang menyekap roh Alesha agar tetap berada dalam wilayah kekuasaannya.
Selama perangkap Nyimas Dewi ini tidak dihancurkan, selama itulah Alesha tidak akan bisa kemana - mana untuk mencari jalan agar bisa bertemu dengan sang ibunda.
__ADS_1
Tiba - tiba saja dari belakang Alesha muncul seorang Nenek Tua. Sosok itu bertubuh tegap dengan rambut panjang yang disanggul keatas. Dia memakai jubah dan kerudung berwarna hijau terang. Sosok nenek tua itu kemudian berjalan mendekati Alesha yang sedang menangis terisak - isak, dan ia pun berkata: "Tenanglah cucuku, gadis muda itu akan menolongmu keluar dari perangkap Si Setan Merah". Ucap sang nenek sambil menatap lembut ke arah dimana Fityah berdiri.
Dan tidak berselang lama setelah itu, sosok Nenek misterius tadi melangkah perlahan keposisi Fityah berdiri dan memintanya untuk mengulurkan tangan kanannya. Sang nenek kemudian memberikan Fityah sebuah batu permata kecil, yang betul - betul sama dengan batu misterius yang ia dapat didalam tas ranselnya.
Setelah Fityah menggenggam batu permata itu, ia merasakan tubuhnya seperti diisi oleh suatu kekuatan besar yang berjalan masuk mulai dari atas ubun - ubun, lanjut kemudian melalui tenggorokan dan seterusnya mengalir ke dada hingga berakhir di pergelangan kedua kakinya. Kekuatan itu seolah - olah membuat tubuhnya serasa panas sampai - sampai ia merasakan keringat mengalir membasahi badannya.
Tidak lama kemudian, ia terbangun dari tidurnya dan saat ia membuka mata, pada awalnya ia merasakan.pandangannya tiba - tiba berkunang - kunang tapi untungnya hal itu tidak berlangsung lama. Selanjutnya Fityah mencoba untuk mengepalkan kedua telapak tangannya dan menggerakkan kedua kakinya, sekedar untuk mencoba apakah ada sesuatu yang aneh pada anggota tubuhnya.
Setelah melakukan gerakan - gerakan tersebut, ia merasa memang ada suatu kekuatan baru pada dirinya yang berbeda dari biasanya. Selanjutnya, Fityah mencoba untuk bangun dari pembaringannya dan sedikit demi sedikit menggeser posisi pinggangnya.
Biasanya Fityah membutuhkan waktu yang agak lambat untuk beralih posisi seperti tadi. Namun kali ini ia mampu mengubah posisi dari baring ke posisi duduk hanya dalam sekejap mata, hanya sekian detik waktu yang diperlukannya.
*bersambung
__ADS_1