Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 9#Mereka Kembali -Kisah Rindu#1


__ADS_3

Pagi pun menjelang, Fityah kemudian membuka jendela kosannya yang menghadap langsung ke bagian belakang bangunan. Fityah memang sengaja memilih posisi kamar dibagian belakang karena berpas - pasan langsung dengan lahan kosong yang masih banyak ditumbuhi pepohonan, yang banyak memberi angin segar.


"Neng Fityah..., Neng....", terdengar suara kak Lastri memanggil - manggil Fityah dari balik pintu luar kamarnya.


Segera Fityah melangkah menuju ke pintu kamar untuk menjumpai kak Lastri yang sudah berkali - kali memanggilnya.


"Neng...., kok lama banget sihhh...??, ini nasi gorengnya", ucap kak Lastri sambil menyodorkan Fityah sepiring nasi goreng hangat.


" Haaaa...?? Nasi goreng...?", tanya Fityah dengan wajah bingung sambil mengernyitkan dahinya.


"Nahhh...jangan bilang kalo neng Fityah ga pernah mesen yaaa ?", goda kak Lastri sambil senyum - senyum meninggalkan Fityah yang penuh bingung.


Untuk kedua kalinya, Fityah mendapat 'bantuan' pesanan makanan dari sosok teman barunya yang tak kasat mata itu. Fityah kini merasa tidak enak hati dengan kepedulian Rindu kepadanya.


"Oiyaaa, kayaknya aku mesti ngucapin makasih nih ma Rindu, kok bisa sosok gaib seperti dia mau susah - susah menelfon kak Lastri demi aku,", fikirnya dalam hati sambil melahap sarapannya pagi itu.


Setelah Fityah menyelesaikan sarapannya, ia kembali teringat akan perkataan teman barunya itu " jika kamu perlu aku, panggil saja namaku sambil memejamkan matamu",

__ADS_1


Sambil menutup semua gorden dan pintu, Fityah mulai memejamkan matanya, dan memanggil nama 'Rindu'.


"Rindu........, aku ingin kamu datang", ucap Fityah memanggil sosok tak kasat mata tersebut.


Sejenak suasana menjadi hening, tak lama kemudian tercium bau wangi semerbak bak bunga - bunga tabur di pemakaman. Disusul lampu kamar kosan yang berkedip - kedip dan langsung mati seketika. Suasana dikamar kos itu terasa berbeda, yang tadinya kamar itu terang benderang oleh sinar mentari, kini berubah drastis bak malam tanpa penerangan.


"Ehemmmm, aku sudah datang menemui temanku..", begitu ucap Rindu yang sudah berdiri tegak tepat dibelakang posisi Fityah saat itu.


"Ada apa kamu memanggil ku..??", tanya Rindu dengan suara khasnya yang terdengar pelan namun sedikit bergema.


Awalnya Fityah belum berani menatap sosok Rindu, padahal ini sudah yang kesekian kalinya ia bertemu sosok gaib itu. Menurut Fityah, wajah Rindu terkesan sangatlah menyeramkan baginya.


Dengan penampakan yang menyeramkan seperti ini, pasti saja akan membuat siapa pun tidak akan berani melihatnya, apalagi dalam jarak dekat seperti halnya posisi Fityah saat itu.


"Sebenarnya aku ingin mengucapkan terimakasih ke kamu Rindu.., sudah dua kali kamu memesankan makanan untukku. Aku sendiri saja emang sering lupa sama jadwal makanku, ujung - ujungnya mag ku kambuh, sekali lagi makasi ya..", ucap Fityah sambil membelakangi Rindu karena ia masih belum berani menatap wajah sahabatnya itu dari dekat.


"Berbaliklah memandangku jika kamu ingin menyampaikan sesuatu temanku..", pinta Rindu setengah berbisik.

__ADS_1


"Sepertinya, kamu masih takut untuk memandangku..?, apakah wajahku sangat jelek...?", bisiknya lagi.


"Eeeeenggak kok...", jawab Fityah singkat.


Dengan sedikit rasa keberanian yang masih tersisa pada dirinya, akhirnya Fityah memberanikan diri untuk membalikkan badannya kebelakang.


Alangkah kagetnya Fityah saat itu. Biasanya Rindu selalu hadir dihadapannya sebagai sosok yang sangat menyeramkan dan menakutkan, namun sangat berbeda kali ini, ia sudah 'enak' dilihat.


Ia menggunakan kacamata hitam pekat untuk menutupi rongga matanya yang sudah berlubang itu. Rambut yang tadinya terlihat tergerai acak - acakan, kini sudah tersisir rapi dengan belahan rambut sedikit agak kesamping. Sudah tidak tampak lagi bercak darah dan luka yang dulu masih bertaburaran diwajahnya.


Hanya satu penampilan Rindu yang belum bisa dirubah, yaitu kulitnya yang masih tetap pucat berwarna keabu - abuan. Tapi bagaimana pun, penampakan Rindu sekarang ini, jauh lebih enak dilihat dibanding beberapa waktu yang lalu.


"Bagaimana diriku sekarang..?, apa aku masih menakutkan bagimu..?" tanya Rindu yang kini sudah berani mengangkat dagunya ketika ia berbicara dengan Fityah.


"Iya....aku seneng banget liat kamu yang sekarang..?", kamu terlihat lebih cantik kayak gini", jawab Fityah yang sudah mulai bisa senyum sejak melihat tampilan baru Rindu.


Jika dilihat dengan seksama, semasa hidupnya, Rindu pasti sangat cantik, dan sisa kecantikan itu masih terlihat jelas sampai sekarang.

__ADS_1


Lihat saja postur tubuhnya yang ideal, dengan tinggi sekitar 170 cm. Rambutnya hitam terurai dengan panjang sepinggang. Dan kulitnya yang cerah. Ditambah lagi dengan wajahnya yang tirus. Bisa jadi ia dijadikan idola para cowok - cowok dikampusnya kala itu.


***bersambung..


__ADS_2