
Siang itu cuaca sangat panas, sampai - sampai Fityah merasa begitu haus. Sebotol air mineral tadi sudah habis diteguknya sampai tidak bersisa, namun masih menyisakan rasa haus ditenggorokannya.
Fityah pun mengendarai motor kesayangannya dengan santai, sambil melihat ke deretan toko - toko di bagian kiri dan kanan jalan yang menjual minuman segar.
Sesaat kemudian ia melihat sebuah gerai minuman yang menjual aneka jus buah segar, dan berhenti sejenak disana untuk membeli segelas minuman dingin.
Ia pun duduk untuk beberapa saat di Gerai minuman tersebut sambil menunggu pesaannya selesai. Setelah mengambil pesanannya tadi, ia pun langsung bergegas menuju kosan karena waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 siang, dan perutnya pun mulai keroncongan.
"Kira - kira kak Lastri masak menu makan siang apa ya hari ini..?, apa mungkin semur ayam atau nila asam manis yaa..?", pikirnya dalam hati sambil membayangkan menu makan siang favoritnya.
Setibanya di kosan, Fityah tak pelak lagi langsung menuju Kantin kak Lastri yang berada tepat disamping parkiran dalam dilantai satu.
"Assalamualaikum kak...., kak....", ucap Fityah dari depan pintu warung.
"Waalaikumsalam.., Ehh neng Fityah", sahut kak Lastri sambil membukakan pintu warungnya yang sempat ia tutup karena ia sedang Sholat Zuhur didalam biliknya.
__ADS_1
"Mmmmmm.... wangi amat..., kak masak apaan sihhh...?? wangi banget, bikin aku makin laper...", tanya Fityah dengan kegirangan.
"Hari ini kak masak semur ayam, kan neng Fityah sendiri yang subuh - subuh udah nelfon kak ngerequest menu ini, tadinya kak mau bikin ayam goreng balado loh, tapi karena keliatannya neng pengen banget semur ayam, ya kak bikinin aja. Lagian stok bumbu semur dikulkas kebetulan masih ada neng, makanya kak ikutin aja kemauannya neng....."jelas kak Lastri dengan panjang lebar.
Sejenak Fityah terdiam, pikirannya bercabang - cabang saat itu. Bagaimana bisa ia menelfon kak Lastri subuh - subuh buta. Sedangkan ia sendiri saja tadi pagi bangunnya hampir jam 06.00, dan kalaupun ia menelfon, seseorang yang ditelfonnya hanyalah Wilani seorang, tidak ada nomer lain setelah itu.
Mengenai pesanan menu makan siang hari ini, Fityah juga berpikir keras, bagaimana mungkin ada seseorang yang tau kalau dirinya sangat menyukai menu Ayam semur.
Hal ini sungguh membuatnya pusing, tapi walau bagaimana pun ia senang, karena hari ini menu makan siang yang akan disantapnya adalah masakan favoritnya.
"Neng...., ini Kotak nasi makan siangnya neng, apa neng mau pesen cappuccino dingin..?, soalnya kak lagi mau bikin pesanan dari kamar atas juga nihh..biar sekalian gitu..", tanya kak Lastri.
Kemudian Fityah melangkah menaiki tangga menuju kamarnya. Dalam setiap langkahnya, ia tidak henti - hentinya menebak siapakah yang sudah menelfon kak Lastri subuh tadi itu. Tapi tidak mungkin juga kak Lastri bercanda, Fityah kenal betul sosok penjaga Kosannya itu, orangnya lugu dan tidak suka neko - neko, apalagi berniat 'ngeprank'.
Setibanya ia dipintu kamar, saat hendak merogoh tas sambil mencari kunci kamarnya, ia kembali mencium aroma wangi khas bunga - bunga. Bau yang begitu sangat identik dengan kehadiran sesosok makhluk tak kasat mata.
__ADS_1
"Mmmmm...bau wangi - wangian ini!!. Fix sudah, tidak salah lagi..,aku udah tau ini semua ulahnya siapa...", terka Fityah dalam hati.
Dengan perut yang sudah sangat keroncongan, Fityah langsung menarik handle pintu kamarnya. Ia agak kaget melihat lampu kamar yang biasanya selalu menyala saat ditinggalkan, tiba - tiba saja padam.
Sebelum masuk, seperti biasa Fityah pun meletakkan dulu sepatunya di rak sepatu yang terletak di samping pintu kamar, dan saat itu juga ia langsung masuk ke kamarnya.
Ketika ia hendak menyalakan kontak lampu tadi, tiba - tiba ia dikejutkan dengan suara berdehem.
"Aku sudah dari tadi menunggumu, kenapa kamu lama sekali...?", aku sudah memesan makanan kesukaanmu.., apakah kamu menyukainya..?", begitulah sederet pertanyaan yang ditanyakan sosok Rindu kepada teman barunya.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini ?", tanya Fityah singkat.
"Aku sedang menunggu kamu, tadi aku kan sudah berjanji padamu, akan menemuimu disini, dan sekarang aku sudah memenuhi janjiku..", Jawab Rindu dengan penjelasan yang lumayan panjang.
"Sebenarnya apa sih alasan kamu selalu mengikuti ku..?", apakah aku pernah mengganggumu..Ayo jawablah..?", tanya Fityah kepada teman barunya itu.
__ADS_1
" Aku meminta maaf, seandainya kamu berpikir kalau aku selalu mengganggumu, aku pun tidak tahu mengapa aku begitu selalu ingin menemuimu..", Jawab Rindu yang seperti biasanya selalu berbicara dengan Bahasa Indonesia yang sangat formal.
**Bersambung...