
" Kau masih belum berubah..!! Sifatmu masih sama dengan yang dulu.!! Malahan kau makin menggila dan sombong dengan kemampuan gaibmu yang membuat banyak manusia terjerumus karena bujuk rayumu yang sangat menyesatkan." Ucap Jin Pak Tua sambil mencoba menasehati Setan Merah agar ia tidak lagi mencelakai banyak manusia lagi.
"Urus saja kerajaanmu yang sudah hancur dan tidak lagi mempunyai pengikut..!! Bilang saja kau iri padaku...!!!" Ujar Setan Merah dengan sombongnya.
"Baiklah, sepertinya kau tetap teguh pada kesombonganmu. Aku akan membuatmu menghentikan segala kejahatanmu pada manusia. Tunggu lah kehancuranmu sebentar lagi...!!!!" Ucap Jin Pak Tua sambil menghentakkan tongkatnya ke tanah.
"Beraninya kau mengancamku Jin Tua keparat...!!!I Kekuatanmu tidak akan bisa menghancurkanku...!!! Lihat semua pengawalku yang sangat banyak ini..!! Kalianlah yang terlebih dahulu yang akan hilang dari dunia ini...!!! Tegas Setan Perempuan itu dengan secepat kilat sudah berada dihadapan mereka langsung tanpa diduga.
Sebelum semua pasukan Setan Merah yang terdiri dari empat puluh roh dan para Jin bergerak dan mengepung Jin Pak Tua dan Sang Nenek Misterus, dari kejauhan tampak bayangan seorang anak kecil bergerak dengan sangat cepat menuju Pak Jin Tua dan sang nenek. Tak pelak lagi, dia adalah sosok Alesha. Gerakan yang dilakukannya benar - benar secepat kilat. Fityah pun malahan sempat tidak bisa mengenali sosok yang berkelebat sangat cepat itu.
" Jangan Lesha...!!!! Jangan mendekat....!!! Kau bisa celaka nanti..." Ujar Jin Pak Tua. "Dasar anak kecil...!!! Aku mohon nak, berhentilah..!!!!" Tambahnya pula.
Rupanya, sosok itu memang benar sosok Alesha. Arwah anak perempuan itu hendak menolong Jin Pak Tua yang saat itu sudah dikepung dari segala penjuru oleh pasukannnya Setan Merah.
__ADS_1
Dengan langkah yang jauh lebih cepat dan hampir tak terlihat, arwah anak perempuan itu langsung menembus lingakaran gaib yang dibuat oleh pasukan Setan Merah.
Dan, kejadian yang tidak disangka - sangka pun terjadi. Disaat Alesha menerobos kepungan para arwah jahat itu, Rindu datang menyelamat Alesha dengan mendorongnya kekanan sehingga tubuh Alesha terpental beberapa meter dari sana. Lingkaran gaib para arwah jahat yang mengepung Jin Pak Tua dan Sang Nenek Misterius pun turut menghilang dengan tiba - tiba.
"Rindu...!!!" Teriak Fityah dengan sangat keras. "Apa yang kau lakukan disini...?" Tambah Fityah pula.
Dari kejauhan, terlihat tubuh Rindu sudah terbaring di rerumputan di sisi kanan bangunan gudang tua itu. Ada cahaya kebiru - biruan yang terpancar redup diseliling tubuh arwah mahasiswi itu. Fityah pun segera berlari kencang ke arah Rindu sambil terisak - isak.
Melihat semua pasukan Setan Merah telah menghilang dari hadapan mereka, momen ini akhirnya dimanfaatkan oleh Jin Pak Tua untuk mengahajar si Setan Merah yang terlihat kesal dengan para pengikutnya yang tak berguna.
Spontan saja saat itu, penglihatan Setan Merah tertuju pada gerakan di permukaan tanah tersebut. Disinilah, Sang Nenek misterieus tanpa pikir panjang langsung melempar Batu Permata Sakti ke arah Setan Merah, dan langsung tepat mengenai jantungnya.
" Kau akan selalu mengenang perbuatanmu ini, sampai pada keturunanmu yang terakhir...!!! Lihatlah pembalasanku nanti....!!!" Begitu teriak kesakitan dari Setan Merah yang seketika itu juga tubuhnya melepuh hingga menjadi butiran - butiran debu, akibat dahsyatnya ledakan dari batu permata sakti yang mengenai tubuhnya .
__ADS_1
Jin Pak tua dan Sang Nenek misterius, Kedua sosok penampakan yang berasal dari bangsa Jin itu akhirnya bisa tersenyum lega.
"Alesha..akhirnya kamu bisa beristirahat dengan damai " Ucap Jin Pak Tua dari jauh sambil memandangi arwah si anak malang itu.
Beberapa saat setelah itu, tampak Fityah berjalan menuju tempat Jin Pak Tua berdiri.
" Syukurlah Bapak sudah melenyapkan Setan Merah, tapi aku sangat bingung dengan keadaan sahabatku Rindu" Ucap Fityah sambil melihat ke arah Rindu terbaring.
"Tenang saja nak.., arwah perempuan yang baik hati itu akan baik - baik saja, kau tak perlu khawatir lagi " Ujar Jin Pak Tua sambil mengarahkan tongkatnya ke arah Rindu terbaring.
"Sekarang, pergilah masuk ke dalam gudang, dan lepaskan tukang kebun yang disekap oleh Setan Merah tadi. Setelah itu, bicaralah padanya agar ia mau membantumu menggali makam Alesha, bergeraklah yang cepat karena sebentar lagi fajar akan menyingsing " Begitu ucap Jin Pak Tua yang begitu peduli pada sosok Alesha yang sudah bener- benar ia anggap sebagai cucunya sendiri.
"Baiklah pak...Aku akan segera kesana, semoga Pak Sudirman baik - baik saja " Ucap Fityah dengan wajah yang sangat lelah.
__ADS_1
Setelah makam Alesha sudah selesai dibongkar dan jasadnya dipindahkan di bagian belakang bangunan Kosan, akhirnya arwah bocah perempuan itu bisa pergi dengan tenang.
" Terimakasih kakak...Terimakasih Pak Tua...Terimaksih nenek...Aku sayang kalian semua...." Terdengar suara Alesha disertai senyuman manis diwajah cantiknya yang tak putus - putusnya mereka lihat hingga bayangan arwahnya hilang ditelan langit malam.