Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 9#Mereka Kembali -Kisah Rindu#2


__ADS_3

"Kamu pasti dulu sangat cantik...", ucap Fityah kepada teman gaibnya itu.


"Hiiiiii....hiiiii......hiiiiiii........", tawa Rindu cekikikan yang membuat raut wajah Fityah berubah seketika.


"Maaf.. maaf...aku lupa kebiasaan burukku...", sahut Rindu sambil meminta maaf.


"Mmmm...it's oke...tapi lain kali jangan tertawa kayak gitu lagi didepanku ya., aku agak kagetan orangnya", jelas Fityah sambil meminta Rindu menghilangkan kebiasaannya, yang sebenarnya membuat diri Fityah menjadi sedikit takut.


"Apa boleh aku nanya - nanya dikit ke kamu..?"tanya Fityah kepada sosok Rindu.


"Oh tentu saja kamu boleh bertanya, silahkan..", sahut Rindu.


"Mmmm...tapi kamu jangan merasa tersinggung ya ?, sebenernya asal kamu dari mana..?, trus kamu mengapa bisa jadi seperti ini...?", tanya Fityah dengan ragu - ragu.


" Aku tidak tersinggung wahai teman, aku justru senang mempunyai teman cerita seperti kamu, baiklah aku akan menceritakan sedikit kisahku ...", ungkap Rindu dengan senyum tipis dibibirnya.

__ADS_1


"Nama lengkapku adalah Rindu Setyaningsih. Aku berasal dari satu desa di pedalaman pulau jawa. Aku menghabiskan masa - masa indah kanak - kanak dan remaja ku di desa. Setelah menyelesaikan SMA, aku dan beberapa orang temanku melanjutkan pendidikan ke Universitas, tepatnya dikampus tempatmu menuntut ilmu sekarang.


Aku merasa senang dan bangga sekali bisa kuliah dikampus ini. Aku mendapatkan banyak teman disini, dan juga seorang kekasih hati.


Namun semua itu berubah seketika, ketika aku bersama beberapa orang temanku memutuskan untuk pergi berwisata ke daerah Puncak untuk menghabiskan libur akhir tahun dengan menggunakan beberapa sepeda motor.


Peristiwa ini terjadi kira - kira sepuluh tahun yang lalu. Naas sekali waktu itu, motor yang aku kendarai terlindas Truk bermuatan berat. Teman yang aku bonceng tewas ditempat, dan aku mengalami luka parah dikepala, wajah, dan mata, yang mengakibatkan kedua mataku menjadi buta.


Saat itu, aku benar - benar menyesal karena tidak mendengarkan permintaan kedua orangtuaku untuk menghabiskan libur akhir tahun dengan pulang ke kampung halaman.


Setelah kejadian itu aku tidak bisa melanjutkan kuliahku lagi karena cacat penglihatan. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dulu kekampung halamanku.


Selama dikampung halaman, aku tidak pernah keluar rumah sama sekali karena aku tidak bisa melihat lagi.


Pada suatu siang, tiba - tiba datanglah dua orang pemuda kerumahku. Kepada kedua orangtuaku, mereka mengaku kalau mereka adalah teman - temanku dari kampus. Sebenarnya aku hanya mengenali salah satu dari mereka.

__ADS_1


Alasan Mereka datang kekampungku adalah untuk melakukan penelitian. Karena mereka mendengar aku tidak lagi kekampus, jadi mereka datang sekedar mengajakku kesebuah tempat didesa sebelah, karena ada beberapa teman kampus ku dulu sedang berkumpul disitu dan mengatakan kalau mereka sangat ingin bertemu denganku.


Sedikitpun aku tidak menaruh curiga karena aku kenal salah satu dari mereka. Dia adalah Dino, kakak seniorku dikampus, yang pernah menaruh perasaan padaku.


Mereka pun minta ijin kepada kedua orangtuaku untuk membawaku ketempat itu. Agar rencana mereka tidak dicurigai, mereka memintaku untuk mengenakan jaket Alamamater sebagai identitas mahasiswa. Orangtuaku pun memberi izin, karena mereka percaya akan kebohongan para pemuda tadi*.


Namun, sewaktu ditengah perjalanan, tanpa disangka - sangka mereka memperkosaku secara bergantian hingga aku tewas. Supaya identitasku tidak dikenali, mereka menyayat - nyayat wajahku hingga tak lagi dikenali dan membawaku ketempat yang lebih jauh, kemudian membuangku kedalam jurang yang sangat dalam.


Begitulah sepenggal kisahku hingga aku menjadi arwah penasaran seperti sekarang ini. Sejak kematianku, aku begitu dendam pada mereka yang sudah membunuhku dan sudah membodohi kedua orangtuaku waktu itu.


Sebenarnya aku sudah membunuh salah satu dari dua pemuda itu, yaitu Dino, kakak senior yang kuceritakan tadi. Namun aku kehilangan sosok pemuda yang satunya lagi.


Aku tidak bisa menemukan keberadaannya dengan kemampuan yang aku miliki sebagai arwah gentayangan. Aku yakin sekali kalau dia meminta bantuan dari seseorang, dengan menggunakan semacam jimat pelindung diri, hingga aku tidak bisa menemukannya.


Satu hal lagi yang membuatku amat sedih. Aku sangat yakin kalau sampai saat ini, orangtuaku belum mengetahui dimana jasadku dibuang oleh kedua pemuda jahat itu.

__ADS_1


"Sungguh malang benar nasib mu teman, mereka benar - benar biadap, mereka bukan manusia, malahan kelakuan mereka lebih parah dari b****g.", ujar Fityah dengan rasa kesal.


"Maafkan kalau aku sudah mengganggumu belakangan ini, karena jujur saja, aku merasa engkaulah satu - satunya orang yang bisa aku minta bantuan karena kemampuan yang engkau miliki", ujar Rindu kepada temannya itu.


__ADS_2