
**Selamat membaca**
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Malam pun tiba awalnya aku biasa saja karna aku tidak terlalu percaya sama hantu tapi setelah aku bertemu dengan Raisa semua berbeda dia hantu yang baik dan juga cantik. Tapi jangan tanya kalo dia sedang marah wajahnya bisa berubah menyeramkan setelahnya.
Beberapa hari aku bersahabat dengan nya aku sudah mulai biasa padanya dan menerima kehadiranya tapi bukan berarti aku menerima kalo aku itu indigo ya sama sekali belum.
"Sa... raisa apa semua hantu itu wajahnya seram ya?" tanya ku dengan penasaran
"Enggak juga tergantung mereka aja." jawab Raisa.
"Tapi kenapa di flim horor pada serem?"ucap ku dengan polos.
"Hahahaha kebanyakan nonton flim horor sih."
__ADS_1
" hahahahaha." tawa Raisa.
"Sebenarnya kami itu bisa berubah jadi wajah yang biasa sampai yang seram tinggal hantunya aja mau tunjukin yang mana." ucapnya lagi.
"Ooooo gitu." jawab ku sambil mengangguk.
Setelah bercanda dengan raisa cukup lama aku memutuskan untuk tidur karna hari sudah malam dan aku juga mengantuk. Tak selang beberapa lama aku tidur tiba tiba saja tubuh ku tak bisa ku gerakan suaraku pun hilang tiba tiba dan aku juga susah bernafas hingga aku putuskan untuk membuka mata.
Dan bertapa kagetnya aku melihat sesosok wanita tepat di atas ku wajah sangat rusak dan di penuhi belatung rambutnya yang panjang dan agak kusut membuat ku ketakutan. Aku mencoba berteriak tapi tidak bisa aku sempat berpikir itu hanya mimpi dan aku terus berdoa dan membaca doa apw saja yang aku bisa. Tapi bukan nya pergi hantu wanita itu malah tertawa dan suaranya sangat menakutkan serta buat amis langsung tercium di hidung ku.
Saat itu rasa nya aku ingin lari dan menangis tapi sama sekalin tidak bisa tubuh ku tidak bisa di gerakan dan bernafas saja sangat sulit hingga beberapa menit kemudia sosok itu pergi dan aku bisa menggerakan tubuh ku dan langsung bangun. Saat aku bangun rasanya seperti bangun tidur biasa hanya saja tubuh ku berkeringat dan nafasku tak beraturan aku sempat berpikir lagi bahwa tadi hanya mimpi buruk. Lalu aku bergeges memanggil raisa untuk bertanya kepadanya tentang apa yang aku alami.
"Raisa... lu dimana sini dong gue mau tanya?"ucap ku.
"Iya kenapa." jawab nya sambil ketakutan.
"Gue tadi mimpi buruk serem banget." ucapku dengan raut ketakutan.
"Hah maksud mu wanita seram tadi itu bukan mimpi." ucap ku dengan wajah panik.
" iya." jawabnya.
Saat aku mendengarkan penjelasan raisa tentang sosok itu aku hanya bisa terdiam dan membayangkan bertapa tidak tenang nya hidup ku ketika aku sedang terdiam tak sengaja aku mendengar suara orang mengentuk pintu. Agak sedikit heran siapa yang tengah malam begini datanh bertamu dan bodoh nya aku, aku tak merasa curiga atau mu takut aku segera membuka pintu itu
"Tok... tok...tok.." suara pintuk di ketuk.
"Iya sebentar." jawab ku sambil berlari kecil menuju pintu.
Dan bertapa kagat dan paniknya aku saat membuka pintu tapi tidak ada siapa siapa awalnya aku sedikit binggung tapi lama kelamaan aku mulai merinding. Lalu aku memberanikan diri untuk melihat lebih jelas lagi tapi hasilnya tidak ada siapa pun lalu aku menutup pintu saat aku ingin kembali berjalan ke kamar aku mendengar lagi suara itu hingga terulang sampai 3 kali tapi hasilnya sama saja tidak ada siapa pun disaat.
Aku mulai sedikit kesal dan emosi saat aku ingin berjalan ke kamar aku merasa ada yang memegang kaki di situ aku mulai takut. Aku mencoba melihat kearah bawah dimana aku merasa kaki ku di pegang.
__ADS_1
"Ini siapa yang pegang kaki gue." batinku.
"Gue kok merinding ya." batinku lagi.
Lalu aku memberanikan diri untuk menoleh ke bawah dan betapa kagetnya aku melihat sesosok anak kecil yang tertawa melihat ku dan memegang kaki ku dan aku pun berteriak dan lari sampai ke kamar dan bukan hanya itu aja banyak kejadian ganjil lainnya. Dimana lampu tiba-tiba mati dan hidup sendiri hingga suara langkah kaki yang membuat ak semakin takut.
Aku langsung bersembuyi di balik selimut sambil membaca doa-doa yang aku bisa. Sampai akhirnya aku terlelap dan tertidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**wow
"Terkadang manusia adalah tempat rasa sakit tanpa penyembuh**."
__ADS_1