Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
Hujan Di Malam Hari


__ADS_3

Selamat membaca


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah berpanas-panasan Fira bisa bernafas dengan lega karna hukuman yang ia dapat sudah selesai dan sekarang jam menunjuk angka 9 tepat. Berarti bel istirahat akan berbunyi 30 menit lagi.


Jadi Fira memutuskan untuk ke kanti saja karna menurutnya percuma juga masuk kelas yang sebentar lagi istirahat, akan lebih baik jika ia pergi ke kantin dan memberi makan cacing-cacing di perutnya yang sudah berdemo minta makan.


"Mau kemana lu?" teriak Ihya yang melihat Fira berjalan bukan kearah kelasnya.


"Kantin laper gue." balasnya tak kalah berteriak juga.


Ihya pun mengikuti Fira ke kanti bukannya apa-apa iya hanya saja perutnya juga lapar dan butuh di isi.


Saat Fira dan Ihya sedang memakan makannya tiba-tiba saja teman-teman mereka datang.


"Eettt gila lu iya itu makan gue."omel Fira saat Serlin memakan mie ayamnya.


"Pelit amat lu."ujar Serlin.


"Emang! kenapa kagak suka lu?" sinisnya sambil mengambil kembali mie ayamnya.


Serlin yang melihat itu tidak ambil pusing ia malah meminum es teh Fira lalu melenggang pergi menuju stan mie ayam.


"Dasar temen laknat lu." teriak Fira yang di balas tawa nyaring oleh Serlin.


"Kalian mau pesen apa biar sekalian?" tanya Marina pada teman-temannya.


"Gue mie ayam aja Na." jawab Shella.


"Gue samain aja sama Shella." ujar Pino.

__ADS_1


"Kalo gu...."


"Lu ikut gue pesen." ujar Marina memotong omongan Yunita.


"Ciih dasar lu." ujar Yunita dengan ogah-ogahan memgikuti langkah Marina menuju stan mie ayam.


Fira memutar bola matanya malas, Marina dan Yunita memang sering bertengkar hanya karna masalah sepele hampir sama seperti dirinya dan Serlin. Tapi entahlah jika melihat orang yang bertengkar hanya karna masalah sepele menurutnya tertalu seperti anak kecil. Tanpa Fira sadar bahwa dia dan Serlin lebih parah jika bertengkar, mereka bisa saja bertengkar hanya karna masalah yang sangat sepele, muka doang yang galak tapi kelakuan persis anak kecil.


Tiba-tiba saja mata Fira tak sengaja melihat seorang cowok yang duduk sendirian dengan segelas pop ice coklatnya. Dan dilihat-lihat itu murid baru yang di bawa Bu Dian tadi sih.


"Ganteng iyaa?" tanya Shella sambil menaik turunkan alisnya menggoda Fira.


"Fira mah kalo sama yang ganteng cepet." saut Serlin sebelum Fira dapat membalas ucapan Shella. Ia yang datang dengan mie ayam dan juga Es jerusnya.


"Yeee enak aja lu kalo ngomong." bantah Fira.


"Kenapa nih!" tanya Marina dan Yunita yang baru datang bersama ida sambil membawa mie ayam dan es teh juga es jeruk.


"Tuh sih Fira lagi liatin murid baru." balas Pino sambil menerima mie ayam pesanannya.


"Ooo murid baru tapi jujur iya ganteng banget lo." ujar Marina lalu menarik tempat duduknya.


"Dasar cewek kalo cowok ganteng aja cepet lu pada." sewot Ihya yang baru saja selesai dengan makanannya.


"Cowok juga tuh kalo liat cewek cantik." balas Serlin tak terima.


"Tapi tetap sih di hati gue Suga BTS yang paling ganteng." Ucap Fira dengan senyum manisnya.


"Sama gue juga V BTS no depat." ujar Yunita lalu bertos ria dengan Fira.


"Yee suka-suka dong." balas Fira dan Yunita bebarengan.


Entalah menurut Fira cuaca sangat sering mempermainkan manusia, contohnya sekarang tadi sebelum ia pergi ke mini market dekat rumah cuaca sore ini cerah sekali seperti masa depanya. Tapi sekarang malah sangat cocok untuk pergalau-galau ria.


Hujan tidak turun begitu deres tapi tetap mampu membuat baju Fira basah jika nekat itu menerabasnya. Tak ada pilihan ia harus menunggu agar hujan sedikit reda, sebenarnya disini menjual payung tapi jika Fira membelinya maka besok uang jajanya akan berkurang, oh tidak bisa bagi Fira makanan adalah nomer 1.


Sudah cukup lama Fira berdiri sini jam juga menujukan pukul setengah 7 tapi sepertinya hujan tidak ingin reda. Itu membuat Fira sangat kesal jadi mau tidak mau ia harus membeli payung.


"Siapa sih yang minta di turunih hujannya lama kan gue jadi kagak bisa pulang." ucapnya kesal.


Bukannya Fira tidak suka hujan hanya saja hujan selalu identik dengan hal yang berbau galau dan itu yang Fira tidak suka.


Benarkan yang Fira bilang bahwa cuaca sangat suka mempermainkan manusia belum lama ia berjalan hujan telah berhenti. Mana uangnya sudah ia belikan payung lagi apa bisa iya di kembalikan kan payungnya juga masih bagus.


"Gila aja lu Fir mau lu balikin malu-maluin aja lu." gumahnya sendiri.


Fira pun menyimpan payungnya di tas lalu berjalan lagi, sebenarnya rumahnya tak terlalu jauh ia hanya perlu melewati taman komplek perumahnya aja.


"Eeeh bentar itu bukanya anak baru itu ya ngapain di sana?."


Fira mencoba mendekat agar bisa melihat lebih dekat lagi dan ia juga melihat sesosok wanita setengah baya di sebelah anak cowok itu. Sepertinya ada yang ingin sosok itu sampaikan.


Tapi Fira pikir ini bukan urusanya lagi pula sosok itu memiliki aura positik jadi lebih baik iya pulang sebelum ayahnya mengomelinnya.


Saat Fira hendak berbalik dan pergi

__ADS_1


"Astaghfirullahaladziim." ucap Fira sambil mengelus dadanya untung saja ia tak ada riwayat penyakit jantung jika ada sudah di pastikan ia tinggal nama.


"Tolong bantu aku." ucap sosok itu, iya adalah sosok yang sama dengan sosok yang ada di sebelah cowok itu.


Fira tak mengerti maksud sosok itu apa sampai sosok itu menjelaskan semuanya padanya dan Fira tau kalo anak cowok itu belum bisa mengikhlaskan kepergian Ibunya.


Iya bener sosok perempuan yang Fira lihat itu adalah Ibu dari anak cowok itu dan Ibunya meminta Fira untuk membantunya supaya anaknya dapat mengikhlaskanya dan ia dapat pergi dengan tenang, Fira setuju saja karna Fira tau kehilangan seseorang yang kita cintai itu sulit


"Hay boleh gue duduk?" tanya Fira tapi tak ada respon dari oranya, Fira memutuskan untuk duduk disebelahnya.


Cowok itu hanya melirik Fira saja lalu kembali mengarahkan pandanganya kedepan seolah olah tidak ada orang.


"Jangan terlalu sedih ikhlasin aja." ucap Fira tiba-tiba.


"Lu gak tau apa pun tentang gue jadi lebih baik lu diam." ucap Cowok itu dingin.


"Lu Alpha kan? kenalin gue Fira." ujar Fira lalu mengulurkan tangannya tapi Alpha tidak ada niat untuk membalas uluran tangan itu. Fira menarik kembali tanganya lalu tersenyum.


"Di Dunia ini pasti ada pertemuan dan perpisahan jangan terlalu mencintai seseorang atau terlalu bahagian karna adanya seseorang karna faktanya mereka akan pergi ninggalin kita entah untuk sementara atau selamanya." ucap Fira penuh makna yang membuat Alpha menatap mata hitam ke coklat-coklat itu begitu dalam.


Dalam pikiran Alpha bagimana Fira bisa mengatakan kalimat sebijak itu karna di lihat-lihat Fira ini tipe anak yang ceplas- ceplos.


"Nih buat lu." ujar Fira memberika saput tangannya pada Alpha.


Alpha mengangkat alisnya tanda tak mengerti kenapa Fira memberinya saput tangan.


"Buat ingus lu." ucap Fira yang langsung mendapat pelototan horor dari Alpha.


"Yeealah gue bercanda kali serius amat masnya hati-hati cepot itu mata." ujar Fira lalu memberika saput tanganya dan melangkah pergi meninggalkan Alpha yang masih terduduk di kursi taman. Alpha masih menatap punggung Fira yang mulai menjauh darinya lalu ia tersenyum tipis.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**wow....


Terima kasih yang sudah baca jangan lupa like comen dan sarannya iyaa**


see you next time

__ADS_1


__ADS_2