
Selamat membaca
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi ini Fira telah bersiap untuk berangkat ke sekolah selesai dengan makan paginya ia bergegas pergi.
"Fira...."panggil Raisa.
"Kenapa Sa?" tanya Fira pada Raisa.
"Aku ikut kamu sekolah boleh?" tanyanya.
"Boleh aja tapi jangan bikin masalah iya." ucap Fira.
"Okee Fira." jawab Raisa.
Setelah itu Fira menunggu angkot iya biasa ia naiki jika akan ke sekolah.
"Mana sih ini angkot lama amat mana udah jam segini lagi." kesal Fira.
"Fira aku duluan kesekolah kamu iya, kamu semangat nungguin angkotnya." ucap Raisa yang langsung menghilang pergi.
"Wahh parah lu Sa gue di tinggalin sendiri kagak setia kawan lu." gerutu Fira.
Disekolah Serlin, Shella, Marina, Yunita dan pino sedang berkumpul di kantin sekolah kebiasaan mereka jika belum bel maka ada nongkrong di kantin.
"Sih Fira mana sih?" tanya Yunita.
"Mana gue tau." ucap Marina.
"Tanya noh Serlin kan bareng mulu tuh anak dua." Shella membalas ucapan Yunita.
Semua menatap Serlin meminta penjelasan dimana Fira sekarang.
"Yee ngapain lu ngeliatin gue." sentak Serlin.
"Nyantai dong Lin kita kam cuma tanya." Pino yang mulai bicara dan di angguki oleh teman-teman yang lain.
"Kagak bareng gue kan lu tau tadi gue rapat osis." jawab Serlin seadannya.
"Ooo gitu toh." jawab mereka serempak.
"Eeh ngomong-ngomong nih yeee lu kok mau jadi wakil osis sih." tanya Yunita mulai serius.
"Aslin sih kagak mau gue tapi di paksa tuh sama wali kelas kita." ucap Serlin
__ADS_1
"Kan lu tau Yun mukanya sih Serlin tuh paling galak paling judes dan paling ngeselin." ucap Shella yang langsung di sambut tawa oleh temen-temennya.
"Wah kurang ajar yee lu minta gue tonjok." sinis Serlin sambil menatap tajam Shella.
"Udah kok pada ribut sih ini gimana sih Fira." kata Marina mencoba menengahi.
"Telat kali kan udan bisa tuh anak telat." jawab Serlin cuek.
Ting...Ting...
Bel sudah berbunyi menandakan pelajaran akan segera di mulai.
"Udah bel tuh masuk kelas yuk!" ajak Marina.
"Tapi Fira gimana?." tanya Yunita.
"Nanti coba gue chat deh tanyain dia sekolah apa kagak." ucap Shella semua mengangguk setuju.
"Udah ayo keburu dateng gurunya." ucap Pino.
Akhirnya mereka semua bergegas menuju kelas karna bel sudah berbunyi.
Setelah menunggu lama akhirnya Fira sampai di sekolah, dan saat ia turun dari angkot ternyata gerbang sekolahnya sudah di tutup. Sial sekali nasib dirinya sudah panas-panas di dalam angkot sekarang malah telat.
Dengan langkah gontai Fira berjalan ke gerbang sekolahnya karna sudah dapat ia pastikan bahwa Bu Sri sudah siap untuk menghukum murid-murid yang telat.
Liat saja guru itu sudah berdiri didepat gerbang dengan membawa penggaris panjang dan juga patner setianya dalam memghukum murid-murid yang telat yaitu Pak Dep sudah sangat cocok.
"Fira..... cepet kesini jangan lelet iya kamu." suara nyaring dari Bu Sri sudah menjadi sarapan Fira pagi ini malang sekali nasibnya.
"Iya Bu sabar ini lagi jalan." teriak Fira.
Saat sudah sampai di depan Bu Sri beliau sudah menjewer telinga kiri Fira.
"Kamu tuh iya telat mulu bosan Ibu liat kamu terus." ucap Bu Sri.
Bu Sri yang mendengar itu wajahnya langsung memerah menahan amarah untuk tidak memakan Fira hidup-hidup.
"Apa kamu bilang." ucap Bu Sri sambil menahan amarannya yang akan meledak mengurus murid seperti Fira yang sering telat ini sangat melelahkan.
"Enggak Bu damai-damai kita iya." ucap Fira sambil tersenyum.
"Sudah, kamu Fira ayo masuk barisan dan hormat pada bendera." suara Pak Dep mulai terdengar.
"Siap pak." ucap Fira lalu berjalan santai ke arah barisan yang tengah hormat ke pada bendera.
Saat Fira akan hormat ia melihat Ihya yang juga sedang hormat disana dengan isengnya ia berbaris di sebelah Ihya.
"Yakkk telat juga nih curut satu." ucap Fira dengan tangan yang sudah hormat.
"Gue manusia bukan curut." jawab Ihya.
"Yee serah lu lah."ucap Fira acuh.
"Lu telat juga?" tanya Ihya.
"Menurut anda bagaiman?" jawab Fira sambil melirik Ihya sinis.
Katanya pintar Matematika masa begini saja dia masih nanya, Fira jadi meragukan kepintaran Ihya apa jangan-jangan Ihya pintar karna dukun? wahh perlu di selidiki.
Ihya hanya melirik tanpa kau manjawab ia juga merutuki kebodohanya sendiri. Sudah jelas Fira di hukam sama sepertianya ia masih bertanya apa dia telat.
Setelahnya tidak ada pembicaran lagi di antara keduanya mereka sama-sama Fokus pada hukumnya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja pandangan Fira tertuju pada sesosok cowok bertinggi sekitar 174 cm cukup tinggi di bandingkan denganya yang hanya 155 cm.
Cowok itu berjalan di belakang Bu Dian guru BK mereka, apa cowok itu buat masalah tapi Fira tidak pernah melihat dia selama Fira bersekolah di sini.
Fiks Fira berani pertaruh bawa cowok itu adalah siswa baru disini. Di bilang Fira menyukainya tidak juga dia hanya heran saja kenapa cowok iti memiliki aura yang sangat dominan yang membuat Fira penasaran di campur rasa takut siapa sebenarnya cowok itu.
Di tempat lain Bu Dian sedang memperkenalkan murid baru itu pada semua murid di kelas itu.
"Selamat pagi semua." sapa Bu Dian ramah.
"Pagi Bu." balas semua murid.
"Baiklah Ibu disini ingin mengenalkan teman baru kalian. Ayo perkenalkan diri kamu." ujur Bu Dian menyuruh murid baru itu memperkenalkan diri.
"Perkenalkan nama saya Alpha Aldero gautama." ucapnya datar.
"Baik Alpha kamu bisa duduk di bangkunya Fira." ucap Bu Dian.
"Tapi Bu itu kan bangku saya." ucap Serlin tidak terima.
"Kamu aja bangku sama Shella giman sih kamu." ujar Bu Dian tidak mau kalah.
"Kan saya bangku sama Shella karna Fira telat Bu." ujar
"Itu salah kamu sendiri pokoknya Alpha duduk di siti salah sendiri pindah tempat duduk." jawab Bu Dian tidak bisa di bantah.
Serlin hanya dapat menghelai nafas memang susah jika berdepat dengan guru BK apa lagi yang seperti Bu Dian ini pasti dia kalah.
"Alpha silahkan duduk." ucap Bu Dian tersenyum manis.
Alpha pun menganggu lalu berjalan kearah banggu nomer dua dari belakang itu dan duduk dengan santai disana. Tanpa tau jika pemikik bangku itu mempunyai suara yang sangat merdu.
Merusak dunia maksudnya apa lagi jika sudah mengomel pasti satu minggu saja belum tentu selesai itulah kelebihan seorang Fira.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**wow.....
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca cerita ku jangan lupa vote dan comen iyaa**
see you next time..