Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
Mawar Hitam


__ADS_3

Selamat membaca


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jam istirahat adalah jam paling ditunggu-tunggu bagi semua murid-murid begitu pula bagi Fira.


"Gue udah laper banget nih kantin yuk." ajak Yunita sambil mengusap perutnya ya sudah merasa lapar itu.


"Yukkk gue juga dah laper." seru Serlin lalu bediri dari tempat duduknya.


Mereka berlima pergi menujuk kantin seperti biasa kanti akan selalu rame apalagi jam istirahat seperti ini.


"Lu semua duluan aja sana gue mau ke toilet dulu." kata Fira.


"Oohh oke lu mau pesen apa biar sekalian." tanya Marina.


"Gue mie ayam satu sama es teh satu udah itu aja." jawab Fira yang di angguki keempat temannya.


"Yaudah gue ke toilet dulu iya." seru Fira lalu berlari menuju toilet.


Setelah menyeselesaikan urusanya Fira mencuci tanganya di wastafel tapi entah mengapa Fira merasa ada yang memperhatikannya dari jauh.


Saat Fira akan selesai mencuci tangan Fira tak sengeja melihat pantulan dirinya di kaca dan ia juga melihat ada bayangan perempuan yang sedang menatapnya dari kaca itu.


Fira yang panik ia langsung membalik badannya menghadap sosok perempuan yang menatapnya tadi tapi saat di lihat tidak ada lagi perempuan itu bahkan saat Fira kembali menengok ke kaca pun bayangan itu sudah tidak ada.


"Apa gue salah lihat iya." batinya.


Fira bergegas pergi dari kamar mandi itu tanpa ia sadar ada sesok perempuan yang memperhatikanya dengan tersenyum.


Bruukk****kkkk......


"Aaaakkkhhh."teriak Fira yang merasa menabrak sesuatu yang keras.


"Kalo jalan pakai mata." sinis nya.


Fira menatap tajam orang yang menabraknya


"Lu tuh kenapa sih selalu cari ribut mulu sama gue." ucap Fira sambil menunjuk Ihya.


Iya orang yang menabraknya adalah Ihya.


"Lu yang salah, lu juga yang nyalahin orang." ucap Ihya memutar bola matanya malas.


Fira yang sudah terlanjur kesal pergi begitu saja meninggalkan Ihya yang masih berdiri di sana.


"Nanti pulang bareng gue!" teriak Ihya yang sama sekali tidak di perdulikan oleh Fira.

__ADS_1


Sesampainya di kantin Fira langsung menghampiri teman-temannya yang sedang asik makan.


"Muka lu kenapa." tanya Marina.


"Gak papa kok cuma bete aja gue."


"Emang kenapa sih Fir?" tanya Serlin sambil memasukan mie ayam kedalam mulutnya.


"Gue tuh sebel sama sih Ihya udah nabrak gue gak minta maaf lagi kan nyebelin." ujar Fira sebal.


Yunita menghelai nafas "Lu tuh sama Ihya kagak pernah akur yee heran gue." tanya Yunita.


"Yee tuh hati-hati jodoh." kata Shelai ikut nimbrung.


"Idiihhhh amit-amit." jawab Fira sambil mengetok tangannya ke meja kantin.


"Kalo sama Fadil." tanya Serlin sambil menaik turunkan alisnya.


"Kagak dua-duanya mening gue jomblo aja." ujar Fira.


Akhirnya jam pelajaran pun telah usai semua murid bersiap untuk pulang.


"kuyyy pulang." ucap Yunita yang di anggukin oleh yang lain.


Sekarang mereka berlima berjalan menuju gerbang sekolah akan tetapi saat melewati lapangan olahraga Fira tak sengaja melihat sesosok perempuan yang ia lihat di kamar mandi tadi.


Ia memakai seragam olaharaga yang sama persis seperti yang di pakai Fira dan teman-temannya akan tetapi tatapan perempuan itu kosong wajahnya putih pucat.


"Fir...." panggil Serlin sambil menepuk bahu Fira pelan.


"Eehhh iya kenapa?" tanya Fira linglung.


"Yee nih bocah di tanya malan nanya balik." Yunita yang heran dengan sikap Fira.


"Udah.... udahh pulang yukk." ajak Marina.


Sesampai di depan gerbang Fira melihat Ihya yang sudah nangkring di atas motor ninja hitam miliknya.


"Fir sini!" teriak Ihya sambil melambaikan tangannya kearah fira.


Fira dengan ogah-ogahan berjalan ke arah Ihya dan menatap nya datar.


"Ngapaim sih lu?" tanya Fira.


"Yuk pulang." ajak Ihya lalu mengandeng tangan Fira.


"Diihhh apa'an sih lepas kagak." sentak Fira melepaskan tangan Ihya.


Ihya menghelai nafas kasar lalu menatap Fira tajam.


"Ini udah sore lu mau nginip disini ayok pulang."


"Gue bisa pulang sendiri." setelah mengucapkan itu Fira melangkah pergi meninggalkan Ihya yang masih menatapnya.


Akhirnya Fira sampai di rumahnya ia langsung mandi dan berganti pakaian. Setelahnya ia rebahan santai sambil nonton flim.


"Fira..." panggil Raisa.


"Kenapa Sa?" tanya Fira tanpa menoleh kearah Raisa.


"Aku mau tanya boleh?" jawab Raisa.


Fira hanya mengangguk sambil mendengarkan Raisa yang ingin bertanya padanya.


"Bete itu apa?" tanyanya polos.


Fira yang mendengar itu menahan tawanya agar tidak meledak. Pertanyaan Raisa sangat lucu menurutnya karna tidak mungkin ada orang yang tidak tau arti bete itu apa. Tapi sepertinya Fira lupa jika Raisa bukan manusia.

__ADS_1


"Kamu gak tau Sa bete itu apa ?" tanya Fira pada Raisa yang di balas gelengan kepala dari Raisa.


"Oke-oke.. aku kasih tau kamu iya kalo bete iti artinya kesel paham?"


Raisa mengelengkan kepalanya "Kesel itu apa." tanyanya lagi.


Membuat Fira menghelai nafas, lalu mencoba menjelaskanya lagi.


"Marah Sa marah tau marah kan." Ucap Fira sedikit ngegas.


Raisa tersenyum lalu menggangukan kepalanya.


"Oh marah, iya aku tau itu." ucapnya yang di ajungi jempol oleh Fira.


Ting...Tong...Ting..Tong....


Tiba-tiba suara bel rumah Fira berbunyi membuat Fira penasaran siapa yang datang kerumahnya.


Fira pun bergegas membukakan pintu dan melihat siapa yang bertamu di jam segini. Saat Fira membuka pintu ia tidak melihat siapa-siapa.


"Siapa sih yang jail, kurang kerjaan aja." ucapnya kesal.


Saat hendak masuk kedalam rumah, kaki Fira tak sengaja menyandung sesuatu yang membuat Fira menoleh kebawah.



(foto dari google)


Bertapa kaget nya Fira melihat buket bunga ini apalagi buket bunganya adalah mawar hitam. Bukan apa-apa tapi di indonesia bungan mawar hitam itu cukup jarang kalau ada pasti lumanya mahal karna di indonesia lebih banyak bunga mawar merah.


"Gila siapa yang ngasih gue ini iya." gumah Fira.


"Mana cantik banget lagi gue suka, tapi siapa yang ngasih iya? bodo lah yang penting gue suka bunga ini." ucapnya sambil tersenyum lalu membawa bunga itu masuk kedalam.


Tak jauh dari sana ada yang melihat Fira mengambil bunga itu membuat senyum manis terukir di wajahnya.


"Semoga lu suka iya, maaf gue belum berani ngasih bunga itu langsung sama lu tapi gue janji suatu saat nanti gue akan ngasih bunga mawar hitam itu langsung ke lu." batinnya ia terus memandangi rumah itu sambil tersenyum.


Di dalam kamar Fira tengah menata bunga yang baru ia dapat tadi di atas meja di kamarnya ia memandangi bunga itu.


"Bagus banget sih gue suka siapa lu yang ngasih gue bunga itu masih iya." ucapanya.


Lalu Fira bergegas tidur karna hari sudah malam dan besok ia harus sekolah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


wow.....


Terima ksih sudah membaca jangan lupa comen vote dan sukai iya

__ADS_1


__ADS_2