Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
Pulang


__ADS_3

**Selamat membaca**


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Akhirnya setelah segala kejadian diluar nalar yang mereka alami. Mereka bisa pulang kembali ke rumah mereka dengan selamat tanpa kurang satu apapun.


Mereka mulai mengemasi barang-barang mereka untuk bersiap pulang ke rumah masing-masing. Mereka pulang dengan menaiki bus walau sebelum naik bus mereka harus naik becak untuk sampai terminal disana.


"Akhirnya gue pulang." teriak Serlin.


"Hooh dah kangen kamar gue."ujar Yunita.


Mereka berdelapan sudah sampai di terminal dan segera menaiki bus yang menjadi tujuan mereka semua.


Saat Fira mencari tempat duduk di dalam bus itu tiba-tiba ada yang menarik tangannya membuatnya kaget.


"Eehhh apa-apa'an nih." pekik Fira saat tanganya di tarik Ihya.


"Duduk." ucap Ihya cuek.


"Apa'an sih gue mau duduk bareng Serlin." sinis Fira.


"Bisa diam gak sih berisik tinggal duduk aja bawel banget sih lu." sentak Ihya.


"Ngapain tuh bibir manyun-manyun kayak bebek." ujar Ihya.


"Serah gue bibir-bibir gue masalah buat lu." sewot Fira.


Ihya hanya mendengus kecil mendengar balasan Fira.


Hening hanya ada keheningan diantara Ihya dan Fira tidak ada yang ingin membuka pembicaraan lagi setelah perdebatan tadi. Hingga ia mulai bertanya pada Fira.


"Lu suka bunga mawar enggak?" tanya Ihya.


"Ngapain lu tanyain itu." ujar Fira.


"Jawab aja apa susahnya sih." ujar Ihya.


"Gue suka mawar hitam." jawab Fira.


"Kenapa suka mawar hitam?." tanya Ihya lagi.


Fira menghelai nafas kanapa jadi banyak tanya sekali sih. "Iya karna gue suka warnanya dan suka artinya." ujar Ihya.


Ihya mengangkat sebelah alisnya.


"Emang artinya apa?" tanya Ihya.


"Artinya itu Kesetiaan dan Cinta Mati."


"Ohhh gitu." ujar Ihya yang di anggukin oleh Fira.


Setelah pembicaran itu mereka berdua tertidur karna perjalanan masih jauh.


"Lu ngapain ngeliatin Fira? suka iya lu?" tanya Serlin pada Fadil yang sendari tadi memperhatikan Fira dan Ihya.


"Enggak kok biasa aja." ucap Fadil yang di anggukin oleh Serlin.


"Kenapa gue jadi cemburu sih." Batin Fadil.

__ADS_1


Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka berdepalan sampai di terminal tujuan mereka.


"Gila akhirnya sampai juga." ujar Shella.


"Iya gak sabar pulang ke rumah." ujar Pino.


"Dah lah gue mau cari ojek tau taksi mau pulang gue." Marina.


"Sama yuk bareng Na." ajak Yunita.


"Fir yuk pulang capek gue." ajak Serlin juga.


"Ayokk gue juga capek." ucap Fira.


Mereka berpisah di terminal itu dan mencari kendaran masing-masing untuk pulang karna arah rumah mereka yang berbeda hanya Fira dan Serlin yang rumahnya satu arah.


"Mana sih taksinya kok lama banget." ucap Serlin.


"Sabar katanya bentar lagi sampai kok." ujar Fira.


Taksi mereka akhinya sampai, mereka segera masuk kedalam taksi.


"Gue duluan iya Lin makasih." ucap ku sambil melambaikan tangan ke arah Serlin.


Taksi yang di tumpangi Serlin pergi meningalkan perkarangan rumah Fira dan Fira segera masuk kedalam rumah ia yakin ayah nya pasti khawatir denganya.


"Assalamu'alaikum." ucap Fira.


"Wa'alaikumussalam." jawab pembantu di rumah Fira.


"Bik Ayah mana?" tanya Fira.


"Bapak masih kerja non." jawab pembantu Fira.


"Ohh makasih iya bik." Fira langsung naik keatas dan masuk kedalam kamarnya.


Fira segera mandi membersikan tubuh lalu tidur ia sangat lelah setelah semua yang ia lalui kemarin.


"Capek banget badan gue." gumah Fira.


Setelahnya Fira merebahkan tubuhnya ia akan mulai tidur tapi tiba-tiba handphonenya berbunyi.


**TING..TING...


... Cowok kulkas**...


Besok gue jemput


^^^dih ogah gue berangkat sendiri😑^^^


Okee gue jemput besok


^^^Serah😠^^^


^^^(Read)^^^


"Dih nih anak kesambet apa'an tumben banget." ujar Fira.


Fira tidak terlalu memikirkannya ia boda amat dan memilih untuk tidur saja. Biarlah esok ia cari cara untuk menghindari Ihya iya itu ide bagus dari pada harus berangkat bareng kulkas lebih baik barangkat sendiri.


Keesokan harinya Fira bangun lebih awal agar ia bisa menghindari Ihya si kulkas berjalan itu.


Fira menuruni tangga dan menghampiri Ayahnya yang sedang sarapan di ruang makan.


"Tumben pagi-pagi udah siap." tanya ayahnya.


"Iya Yah buru-buru ada urusan di sekolah." jawab Fira.


"Kamu kok liburanya lama benget sih Fir katanya 2 atau 3 hari lah ini hampir seminggu Ayah khawatir loh." ujar Ayah Fira.


"Iya Yah pemandangan di sana bagus banget jadi agak lama deh liburanya." jawab Fira sambil tersenyum.


"Ohh gitu tapi kabarilah biar Ayah gak panik kemarin aja Ayah mau nyusul kamu kalo belum pulang."


"Iya Yah maafin Fira iya janji deh gak gitu lagi."

__ADS_1


"Yasudah kamu mau berangkat bareng Ayah?" tanyanya.


"Enggak aku berangkat sendiri aku berangkat dulu iya Yah."


"Yasudah hati-hati di jalan." ucap Ayah.


"Siap Yah." seru Fira sambil memberi hormat kepada Ayahnya.


Fira keluar dari rumah ia akan naik ojek yan bisa mangkal di depan komplek rumahnya Tapi belum sempat Fira sampai di depan Komplek rumanya terdengar suara motor dari arah belakangnya.


"Naik buruan" serunya.


"Dih ogah gue naik ojek aja sono lu." ujar Fira.


"Cepek naik." tegasnya.


Mau tidak mau Fira akhirnya naik keatas motor ninja hitam milik Ihya itu. Ihya mulai menjalankan motornya itu menumbus jalanan yang cukup ramai.


Tidak ada pembicaran apapun diantara mereka hanya keheningan di setiap perjalan.


"Stopp.....stopp..."ujar Fira tiba-tiba.


"Apa'an sih." sewot Ihya yang akhirnya memberhentikan motornya di pinnggir jalan.


"Itu ada nenek-nenek mau nyeberang." ujar Fira sambil menujuk nenek itu.


"Bisa gak lu belajar bedain manusi sama hantu." sinis Ihya.


"Lah emang itu nenek bukan manusia? "tanya Fira polos.


"Lu liat aja tuh kaki nampak kagak."


Lalu Fira memperhatikan kaki nenek-nenek itu dan Fira langsung melebarkan matanya ternyata benar kata Ihya nenek itu bukan manusia kakinya saja tidak nampak.


"Udah tau." Tanya Ihya yang di anggukin oleh Fira.


Ihya menghelai nafas ia tau Fira pasti belum terlalu bisa membedakan mana manusia mana hantu jadi wajar jika seperti ini. Mungkin Ihya harus mengajari Fira tenta hantu dari pada Fira salah jalan akan lebih bahaya.


Karna mereka para hantu bisa berupa hujud sesuai keinginnan mereka dan itu yang bahaya dapat menipu manusia.


"Dah kagak usah di liatin ayo kita berangkat keburu telat." ujar Ihya.


"Yaudah ayok."


"Pegangan nanti lu jatuh." ucao Ihya lagi.


"Gue udah pegangan kok." jawan Fira.


Ihya lalu menarik tangan Fira dan membawanya kepinggangnya dan melingkarkan tangan Fira disana lalu kembali melajukan motor hitamnya menuju ke sekolah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Wow......


***See you next time


jangan lupa vote dan comen iya***.

__ADS_1


**Selamat membaca**


__ADS_2