
Selamat membaca
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi ini seperti biasa Fira yang mulai bersiap untuk berangkat kesekolahnya, Fira yang tengah bersiap di dalam kamarnya saat ia hendak turun ke bawah untuk sarapan, ia melihat Raisa yang telah berdiri di samping tempat tidurnya.
"Kenapa Sa? kok ngeliatinya gitu banget." tanya Fira pada Raisa yang masih menatapnya.
"Fira kamu masih ingat perkataan aku kemarin malem kan?" tanya Raisa.
Fira menatap bingung kearah Raisa, kenapa Raisa seperti khawatir akan sesuatu apa ada hubungannya dengan kematian Airin.
"Gue ingat kok Sa, tapi kenapa lu keliatan khawatir apa ada yang lu sembunyiin dari gue?" tanya Fira.
Raisa tak membalas perkataan Fira, ia hanya menatapnya lagi pergi begitu saja tanpa mau menjelaskan apapun pada Fira.
Fira yang melihat itu semakin yakin kalo kematian Airin itu bukan hanya karna bunuh diri.
"Udahlah nanti aja gue cari taunya." ucap Fira.
Ia segera bergegas pergi kesekolah karna jam sudah menunjukan pukul 06.45 yang artinya 15 menit lagi gerbang akan di tutup.
Sesampainya di sekolah Fira bergegas menuju kekalasnya. Saat ia melewati koridor yang menuju kekalasnya ia melihat Yola dan dua orang teman Yola sedang membully seorang adik kelas.
Bisa di lihat dari adik kelas itu yang tertunduk dengan seragam yang berantakan dan juga teriakan dari Yola.
"Lu tuh cuma anak beasiswa kagak usah banyak tingkah lu." sentak Yola dengan menarik kerah baju siswi itu.
"Mentang-mentang pinter ya lu mangkanya berani sama kita." ucap Sabrina temanya Yola.
"Maaf kak aku salah apa iya." ucap siswi itu tanpa berani melihat kearah ketiga kakak kelas yang membullynya.
"Wahh gede juganya nyali lu masih bisa tanya." ucap Danisa teman Yola
Yola pun tersenyum sambil menarik rambut adik kelasnya itu.
"Masih berani lu tanya kesalahan lu apa? punya otak kan? mikir." bentak Yola yang langsung membuat siswi tersebut menangis.
"Cengeng banget sih lu." ucap Danisa sambil tertawa.
Fira yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir kenapa Yola tak ada kapok-kapoknya membully murid disini.
Fira yang merasa kasihanya terhadap siswi tersebut akhinya menghampiri mereka.
"Woyy ngapain lu." teriak Fira dan berjalan menghampiri mereka.
Yola dan teman-temannya yang melihat Fira mendekat kearahnya mulai mundur. Sebenarnya Yola takut berhadapan dengan Fira dan teman-teman Fira tapi berhubung Fira sendiri ia akan mencoba melawan.
"Bukan urusan lu." sentak Yola saat Fira sudah ada didepanya.
Fira melihat keadaan siswi tersebut yang masih menangis. Fira pun menghelai nafasnya lalu matanya kembali menatap kearah Yola.
"Lu tuh kagak ada kapok-kapoknya iya."ucap Fira.
"Suka-suka gue dong dan elu gak bisa merintah gue." ucap Yola.
"Mening lu pergi deh." ucap Sabrina.
__ADS_1
"Kalo gue gak mau pergi kenapa." balas Fira memandang ketiga orang tersebut.
"Lu gak usah sok mau jadi pahlawan deh Fir." ucap Danisa.
"Dan elu kagak usah sok jadi jagoan." ucap Fira datar.
"E..lu..."
"Pergi sebelum gue seret lu bertiga keruang BK." ucap Fira yang memotong ucapan Yola.
Yola yang kesal pun meninggalkan Fira dan adik kelas itu ia malas jika harus berurusan dengan BK.
Pov Fira.
"Makasih iya kak udah mau nolongi aku." ucap Siswa tersebut.
"Iya santai aja oh iya nama lu siapa." tanya Fira sambil mengulurkan tanganya.
uluran tangan Fira di sambut oleh siswi tersebut.
"Abel kak." ucapnya.
"Fira yaudah gue balik kekelas dulu." ucap Fira lalu meninggalkan Abel dan berjalan kearah kalasnya.
"Iya kak makasih sekali lagi." teriak Abel yang di balas ajungan jempol oleh Fira.
Pov Yola.
"Anjing tuh Fira bikin gue kesel aja tuh anak." ucap Yola.
"Sama gue juga kesel sama si Fira." ucap Sabrina.
"Tapi emang kita berani lawan gengnya Fira." ucap Danisa.
"Taulah gue mau ketoilet dulu lu berdua tunggu sini." ucap Yola pada kedua temannya.
"Okeew dehh." ucap kedua teman Yola.
Saat Yola telah selesai dengan urusanya di toilet ia berjalan kearah wastafel yang tidak jauh dari sana.
..."PEMBU****N******UH**."...
"Aakkkkkkkk." teriak Yola ia berusaha untuk pergi dari toilet tersebut belum sempat menggapai gagang pintu toilet itu.
Brukkkkkkk.......
Yola terjatuh seperti ada yang menarik kakinya. Yola panik ia sudah berkeringat pandanganya melihat kesemua sudut toilet tersebut tapi ia tak menemukan apa-apa.
Tiba-tiba ia mendengar suara yang berbisik ditelinganya.
"KAMU PEMBUNUH."
"KAMU HARUS MATI."
Kata-kata itu terus berputar di telinganya Yola sangat takut.
"Pergi... pergi...lu udah mati..pergi..." ucap Yola sambil menangis
Brakkk.... brakkkk.... brakkk.
Yola mencoba mengebrak pintuk toilet itu berharap ada yang akan membantunya.
"Tolong..... tolong buka pintunya..."teriak Yola.
"Sabrina.....Danisa......buka pintuknya.
Saat Yola yang terus berusaha meninta tolong tiba-tiba ia melihat bayangan seseorang di cermin toilet itu Yola mengenali sosok tersebut.
"Hikss...hikss... lu udah mati jangan ganggu gue pergi.. pergii." ucap Yola yang sudah menangis ketakutan dengan wajahnya yang pucat.
Sosok itu hanya tersenyum melihat Yola lalu pergi begitu saja.
"Yola... Yola..... lu kenapa?" tanya Danisa.
__ADS_1
"lu kenaap sih." tanta Sabrina yang bingung dengan keadaan Yola.
Mereka berdua mendengar Yola yang terus berteriak di dalam toilet jadi mereka membuka pintu toilet itu dan melihat Yola yang sudah terduduk di sudut toilet.
Yola yang mendengar suara temanya pun mencoba mengarahkan padanganya kedepan dan ternyata benar itu temanya.
"Gue gakpapa." ucap Yola dengan nafas yang terengah-engah.
"Kalo lu gak kenapa-napa terus kenapa teriak." tanya Sabrina.
"Gue gakpapa." bentak Yola dan langsung pergi meninggalkan toilet tersebut.
"Tuh anak kenapa sih aneh banget." ucap Danisa.
"Mana gue tau." ucap Sabrina lalu mengikutin Yola.
Di tempat lagi Fira dan teman-temanya sedang asik mengobrol di taman sekolah hari ini jamkos jadi mereka bisa asik mengobrol.
"Ehh Fir tadi gue liat lu sama gengnya Yola lu kagak di apa-apain kak sama mereka." tanya Marina.
"Yang bener lu Na?" tanya Yunita yang di balas angggukan oleh Marina.
"Gue gak papa kok cuma nolongi adik kelas yang di bully sama Yola dan gengnya." ucap Fira sambil meminum es coklat kesukaannya.
"Tuh mak lampir satu kagak ada kapok-kapoknya persaan bully orang mulu." ucap Shella.
"Hooh apa lagi gayanya udah kayak cabe-cebe'an masih mahal yang di pasar lagi."ucap Yunita.
"hahahahah." yang membuat teman-temanya tertawa.
"Lu mah kalo ngomong." ucap Marina.
"Kan fakta." elak Yunita.
"Tapi mereka kagak ngapa-ngapain lu kan?" tanya Serlin sambil melihat Fira.
"Tenang aman kok." ucap Fira yang di balas anggukan oleh teman-temanya.
Tak berselang lama Yola dan antek-anteknya lewat di depan mereka, yang menjadi fokus Fira saat ini bukan ketiga orang itu tapi lebih kesosok yang ada di belakang Yola. Fira tau siapa sosok itu ia adalah Airin teman sekelasnya yang meninggal kemarin karna bunuh diri katanya.
Tapi yang membuat Fira merasa aneh kenapa Airin mengikutin Yola? apa karna saat Airin masih hidup sering di bully oleh Yola.
Entahlah tapi Fira yakin kematian Airin ada sangkut pautnya dengan Yola. Fira segera menggelengkan kepalanya ia tidak boleh berburuk sangka lagi pula ia belum tau apa yang sebenarnya terjadikan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**wow......
Jangan lupa vote, like dan comen iya.
Kalo mau kasih saran juga boleh kok.
Maaf kalo ada kesalahan kata.
Terima kasih yang udah kau baca.
__ADS_1
...See you next time**...