
Selamat membaca
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Matahari telah menujukan cahayanya menandakan bahwa pagi telah datang. Fira sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, hari ini adalah hari senin hari yang paling di benci hampir semua siswa.
Saat fira sedang bersiap-siap tiba-tiba pintu kamar nya terbuka tapi anehnya tidak ada siapa pun yang masuk. Fira mencoba berpikir positif dan tidak menghiraukannya.
Brakkkk......
"Aakkkk......"teriak Fira kaget.
"Gila jantung gue untung kagak cepot." gumah Fira.
Fira pun keluar kamar dan melihat apa yang terjadi kenapa ada suara pintuk di banting. Tapi amehnya dirumahnya sepi ayahnya sudah berangkat kerja dan pembantunya juga pergi ke pasar di rumah hanya ada Fira.
"Kagak ada siapa-siapa deh."ucap Fira.
"Dah lah gue berangkat sekolah aja." ucap Fira lagi.
Fira segera berangkat ke sekolah hari ini upacara dia harus datang lebih pagi. Setelah selesai upacara ia dan teman-teman pergi menuju kantin.
"Eehh nanti libur akhir semester kemana nih." ucap Yunita.
"Gimana kalo kita jalan-jalan gitu." usul Marina.
"Iya tapi jalan-jalan kemana dodol." jawab Serlin.
"Ya terserah kemana aja." ucap Marina.
"Gue mah ngikut aja." Fira sambil meminum jus mangganya.
"Sama gue juga ngikut aja." ucap Shella.
Tiba-tiba Pino dan dua orang cowok datang menghampiri mereka.
"Hay...!" sapa Pino.
"Hay...!" jawab mereka berlima.
"Siapa tuh Pin?" tanya Serlin.
"Oh iya kenalin ini Ihya dan yang itu Fadil." jawab Pino.
"Hay gue Ihya." sapa Ihya.
__ADS_1
"Hay gue Fadil." sapa Fadil.
"Hay kenalin gue Shella itu sebelah gue Yunita sebelahnya Yunita ada Marina terus ada Serlin dan yang paling ujung ada Fira.
"Okee." jawab mereka.
Akhirnya mereka semua berbincang- bincang karna hari ini adalah jamkos Allahmdulillah sekali kan pada lagi jam pertama Matematika.
"Jadi kita mau liburan kemana nin." tanya Serlin.
"kalian mau liburan?" tanya Pino.
"Iya tapi bingung mau kemana." jawab Shella.
"Gimana kalo ke gunung semeru aja." usul Fadil.
"Gue mah terserah anak-anak aja." jawab Marina.
"Gue juga." ucap Fira.
"Yaudah kita ke Semeru aja." jawab Ihya.
"Okee deh tapi kapan kita berangkat." tanya Yunita.
"Sabtu aja gimana." usul Pino.
"Okee sabtu iya." ucap Marina.
Semua mengangguk setuju dan akhirnya mereka sepakat akan ke semeru untuk liburan akhir semester ini.
"Fir....." panggil seseorang.
"Kenapa?" tanya Fira.
"Maksudnya gimana?" bingung Fira.
Malam telah tiba sekarang Fira sedang di meja makan ia memang terbiasa makan sendiri tanpa ayahnya. Selesai makan ia segera naik ke atas menuju kamar nya. Ia memutar musik kesuka'annya dan mulai bernyanyi.
"Fira...." panggil Raisa.
"kanapa Sa?" tanya Fira.
"Kamu kenapa kok sedih ada apa." ucap Raisa.
"Enggak papa kok." ucap Fira.
Entahlah Fira tidak terlalu suka untuk curhat kepada orang lain tentang masalah hidupnya ia lebih suka memendam semua sendiri. Sendari dia kehilang orang yang paling dia cintai yaitu Ibunya ia menjadi anak yang pendiam dan tertutup.
Sejak saat itu juga dunianya hancur tak lagi ada orang yang bermain bersamanya menunggunya pulang. Ia sudah tidak dapat merasakan hal itu lagi sekarang hanya rasa rindu yang selalu ia dapat rindu terhadap sosok Ibunya.
Fira tak mau berlarut-larut dalam kesedihanya lebih baik sekarang ia fokus dengan apa yang sekarang ia jalanan itu jauh lebih baik. Ibunya akan tetap dia hatinya tapi masa depan juga menunggunya.
Tuhan tau apa yang terbaik untuknya Fira yakin itu, ia hanya berdoa semoga kehidupannya lebib baik lagi.
"Aku sayang Ibu." ucap Fira lirih.
Tak mau berlarut-larut dalam kesedihan Fira segera mengambil buku ia akan menulis beberapa barang yang harus ia beli untuk liburan.
"Hemm apa lagi iya yang gue bawa? kayaknya udah semua." ucap Fira.
"Kamu mau kemana?" tanya Raisa.
__ADS_1
"Gue mau liburan Sa." jawab Fira
"Wahhh.... liburan kemana?" tanya Raisa.
"Gue sama temen-temen gue mau ke gunung semeru." ucap Fira dengan girang.
"Memang harus ke sana iya." tanya Raisa lirih.
"Iya kenapa sih?" tanya Fira dengan heran.
"Gak papa hati-hati di sana jangan aneh-aneh iya disana." ucap Raisa.
"Iya lu mau ikut gak?" ajak Fira.
"Aku gak bisa ke sana kamu aja." ucap Raisa.
"Kenapa?" tanya Fira
"Disana banyak yang lebih kuat dari aku." jaeab Raisa.
"Oh iya gue lupa yaudah lu baik-baik di rumah iya." ucap fira.
"Iya." jawabnya.
"Yaudah gue mau tidur dulu bayy." ucap Fira
Raisa hanya menggangguk lalu pergi dari kamar Fira. Raisa hanya bisa memantau dari jauh karna jika dia ikut resikonya akan semakin besar jadi menjaga dari jauh akan lebih baik.
Gunung Semeru memiliki cerita angker nya, contohnya Ranu kumbolo danau yang sangat indah ini memiliki kisah misterinya sendiri. Ada juga punjak Mahameru yang menjadi daya tarik bagi para mendaki yang juga memiliki kisah mistisnya sendiri. Apakah Fira akan mengalami kejadian aneh? semoga saja mereka akan pulang dengan selamat dari liburan panjang mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**wow.....
"Terkadang rindu dengan orang yang sudah meninggal itu menyakitkan karna kita tidak dapat melihat atau pun memeluknya kembali**."
__ADS_1
TERIMA KASIH