Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 10#Mereka Kembali -ikut campur#12


__ADS_3

Fityah dan Hanum mencoba untuk menggeser ke tepi dinding beberapa barang yang letaknya tidak beraturan .Terdengar bunyi riuh ketika mereka melakukan pekerjaan itu. Setelah selesai menyusun semua barang ke posisi dekat dengan dinding, barulah mereka leluasa melangkah. Sambil melangkah, mereka terus melihat - lihat sekitaran gudang itu untuk menemukan lokasi pasti dari makam Alesha.


Seperti yang dikatakan oleh Jin Pak Tua itu, letak makam itu sangat tersembunyi di dalam gudang tersebut. Bisa saja makam itu terletak dibawah tumpukan barang - barang yang ada disana.


Dan lokasi yang pastinya, tentu saja hanya Pak Waluyo dan Pak Sudirman yang mengetahuinya. Tapi sungguh tidak mungkin untuk bertanya kepada Pak Waluyo karena beliau sendiri sudah lama meninggal dunia karena sakit yang dideritanya itu. Dan jika bertanya pada Pak Sudirman rasanya pun akan buang - buang waktu, karena sangat sulit sekali menghubunginya lewat ponsel seperti yang dilakukan Fityah dan hanum pada saat meminta kunci gudang tadi.


Kedua Mahasiswi ini pun bingung harus mulai darimana dulu untuk mencari makam Alesha. "Apakah makam itu ada diruang tengah? diruang utama ? diruangan paling belakang ya ?," ungkap Fityah dalam hatinya.


Fityah dan Hanum dari tadi hanya memanfaatkan cahaya senter ponsel mereka untuk dijadikan sebagai alat bantu penerangan ketika memasuki gudang tersebut. Gudang di Pondokan itu benar - benar gelap gulita.


Dari awal melangkah masuk tadi,sebenarnya Hanum sudah beberapa kali menemukan kontak lampu di dinding, tapi setelah dicoba untuk dinyalakan, tetap tidak ada satupun yang membuat lampu menyala, mungkin saja tempat ini memang masih belum dialiri listrik, begitu fikir kedua Mahasiswi ini untuk menyudahi masalah penerangan di gudang saat itu.


Pada saat itu posisi mereka masih diruang tengah. Mereka masih betah berlama - lama di ruangan ini karena masih ada beberapa titik yang mau mereka eksplor guna menemukan makam Alesha.


"Kak...kak...!!, coba arahin senter hapenya kesini..!!", teriak Hanum sambil menunjuk ke sebuah tempat.


"Ada apa Num..?, apa yang kamu liat barusan..?" Tanya Fityah sambil mengarahkan cahaya lampu ponselnya tepat ke arah yang ditunjukan oleh Hanum.

__ADS_1


"Lihat ini kak...", teriak Hanum lagi sambil mengambil sebuah boneka Teddy Bear.


"Kakak masih ingat gak...?, sewaktu Jin Pak Tua bercerita tadi..?? dia sempet bilang kalau sesaat sebelum Alesha dihabisi, anak malang itu menggendong boneka Teddy Bear. Mungkin aja ini miliknya Alesha, kak...",Ujar Hanum pula.


"Ya mungkin juga ya Num...? Kalo gitu, posisi makam Alesha pasti ga jauh - jauh dari sini. Kemungkinan besar, makam itu ada di sekitaran ruang tengah ini juga pastinya Num..", jelas Fityah bersemangat.


"Jadi, kita mulai menggali dari mana nih kak..?" tanya Hanum sambil mengarahkan senter ponselnya ke beberapa arah.


" Kalo menurut kamu sendiri, sebaiknya kita mulai dari sebelah kanan atau kiri..?" Tanya Fityah balik.


Baru beberapa langkah Hanum menuju ke ruang depan, terdengar suara teriakan kuat yang bergema keseluruh isi ruangan.


Langsung saja Fityah berlari ke ruang depan tersebut untuk menyusul Hanum.


"Hanum....Hanum...!!!, dimana kamu...?", Teriak Fityah dengan kuatnya.


" Kak Fit....Kak Fit....sebelah sini kak..!!!!", terdengar suara Hanum yang sepertinya bersumber dari sebelah kiri ruang tersebut.

__ADS_1


Dengan melangkahkan kaki perlahan menuju sumber suara tadi, akhirnya Fityah berhasil menemukan posisi Hanum, yang kala itu dalam posisi terduduk di lantai.


"Kak...bantu aku berdiri...", pinta Hanum dengan suara yang kurang bersemangat.


"Ada apa sebenernya Num...? kenapa kamu bisa terduduk kayak ini...?" Tanya Fityah penasaran.


"Tarik dulu tangan ku kak...nanti ku ceritain.." Pinta Hanum dengan telapak tangan yang terasa begitu dingin saat Fityah menarik tangannya untuk membantunya berdiri.


"Sekarang kamu tarik nafas dulu dalam - dalam..., baru kamu mulai cerita..", ujar Fityah cemas.


"Kak...sepertinya tadi ada sebuah tangan yang menarik pergelangan kaki kananku kak.. Tangan itu sepertinya berasal dari dalam lantai ini kak..., tarikannya begitu kuat, sampai - sampai aku jatuh dan terduduk seperti tadi." Jelas Hanum dengan suara lirih dan wajah yang terlihat agak pucat, sepertinya Hanum merasa shock sekali dengan kejadian barusan yang begitu cepat.


Fityah ikut menarik nafas panjang setelah mendengar Hanum menceritakan kejadian yang sudah dialaminya. Sepertinya ada sebuah kekuatan yang melindungi kawasan gudang ini, dan sepertinya kekuatan itu ikut menghalangi Fityah dan Hanum untuk mencari lokasi pasti dari makam Alesha yang masih hanya sebatas dugaan mereka saja.


Kedua Mahasiswi ini duduk termenung dilantai gudang itu. Mereka seolah - olah sudah pasrah, dan tidak tau harus berbuat apa lagi. Hari sudah mau beranjak subuh, waktu sudah menunjukkan pukul 03.15.


**bersambung

__ADS_1


__ADS_2