Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 10#Mereka Kembali -ikut campur#14


__ADS_3

"Eh, ada Alesha..", sahut Fityah sambil tersenyum kepada arwah bocah perempuan itu.


"Sebenarnya kakak datang lagi kesini untuk nyari Pak Tua tadi. Apa Alesha tau dimana dia sekarang..?, kakak sangat membutuhkan bantuannya." Ucap Fityah kembali dengan wajah risau.


"Wah, kakak terlihat khawatir sekali ya..?" ujar Alesha sesaat setelah itu.


"Kalau gitu, aku akan pergi sebentar ya kak.., aku mau mencari Pak Tua, temanku itu sebentar, kakak jangan kemana - mana. Aku pasti kembali." tambah Alesha lagi.


"Baiklah..Terimakasih udah bantuin kakak.., kakak pasti akan menunggumu disini." ucap Fityah dengan ekspresi wajah yang lebih berseri.


Fityah akhirnya memutuskan untuk menunggu Alesha dan Jin Pak Tua, karena hanya dialah satu - satunya makhluk disini yang bisa membantu agar luka dalam, dikaki kanan Hanum menghilang. Sambil menunggu Pak Tua tiba, tak henti - hentinya Fityah berdoa pada Yang Maha Kuasa agar temannya dapat diselamatkan melalui perantaraan Pak Tua.


"Assalamualaikum..", ucap Pak Tua. Suara itu terdengar begitu jauh. Seolah - olah sumber suara itu datang dari jarak 10 meter dari tempat Fityah berdiri.

__ADS_1


"Waalaikumsalam.." Ucap Fityah dengan senyum sumringah dan rasa syukur, sambil membalikkan badannya ke belakang.


Alangkah kagetnya Fityah melihat sosok Pak Tua yang tiba - tiba sudah berada hanya beberapa langkah dibelakangnya. Padahal tadi Fityah mengira Pak Tua mengucapkan salam dari jarak yang jauh dari posisi Fityah berdiri saat itu.


"Ada apa kamu kembali lagi kesini nak..?", Tanya Pak Tua dengan nada suara yang tenang. Pak Tua memiliki pembawaan yang sangat tenang, tidak terlihat sedikitpun rasa marah, benci ataupun permusuhan di raut wajahnya, sekalipun terhadap makhluk yang tidak disukainya. Dari raut wajah dan tutur katanya memang sangat jelas sekali terlihat kalau dia adalah sosok bangsa Jin yang baik dan suka menolong.


"Nak.....kok kamu malah ngelamun..?", Kembali Pak Tua bertanya untuk kedua kalinya.


"Sebenarnya aku datang kesini lagi untuk meminta bantuan kepada Pak Tua. Temanku Hanum sepertinya dicelakai oleh sesosok makhluk tak kasat mata saat kami hendak mencari makam Alesha di gudang tadi." Jelas Fityah sambil mematikan cahaya senter ponselnya yang makin melemah.


"Ternyata firasatku selama ini benar adanya. Nyimas Dewi pasti telah menaungi seluruh kawasan ini dengan kekuatan jahatnya." Ujar Pak Tua dengan yakin.


Sekedar untuk anak ketahui, dulu kelakuan Nyimas Dewi tidaklah sama seperti kelakuannya sekarang. Seperti yang sudah bapak ceritakan, pada zaman dahulu, tepatnya beratus - ratus tahun yang lalu, Bapak dipercaya oleh Raja Jin untuk berkuasa dikawasan ini.

__ADS_1


Ada banyak sekali makhluk halus dan bangsa Jin yang tergabung dalam kepemimpinan bapak. Salah satu makhluk halus yang tergabung kedalam kerajaan atau masa kepemimpinan bapak pada waktu itu adalah Nyimas Dewi.


Dulu Nyimas Dewi adalah sosok tak kasat yang berhati baik. Dia tidak pernah berbuat jahat, onar, ataupun sekedar iseng untuk mengganggu manusia. Namun semenjak bisikan jahat itu menghasutnya untuk bekerjasama dan memperoleh banyak kekayaan, Myimas Dewi lantas berubah drastis. Dia membelot dari kami, dan terus bersitegang dengan kami. Sampai akhirnya dia berkhianat dan pergi meninggalkan kerajaan menuju tempat pertapaan barunya di puncak Gunung Kidul.


Setelah menyempurnakan kekuatannya , ia mengganti namanya menjadi Setan Merah. Tak lama setelah itu, kemudian ia turun gunung dan membuat keonaran dikerajaan yang bapak pimpin. Hingga pada suatu hari, ia berhasil membuat para bangsa Jin berseteru satu sama lain dengan fitnah yang ia buat sendiri. Akhirnya kerajaan yang bapak pimpin hancur karena hasutan dan fitnah dari Nyimas Sewi.


Karena semua makhluk halus dan Jin sudah berada di pihaknya, maka ia mengambil alih kekuasaan dan menjadi pemimpin untuk kerajaan baru yang dibuatnya. Kerajaan itu dipenuhi oleh makhluk - makhluk jahat, segala yang mereka lakukan semuanya bertentangan dengan kebaikan. Mereka mengganggu, menakut - nakuti , bahkan membawa manusia menjadi pengikut aliran sesatnya.


Setelah Nyimas Dewi berhasil membangun kerajaan baru itu, ia kemudian menjadikan kawasan disini sebagai pusat pemerintahannya. Apalagi semenjak ia berhasil membujuk pak Waluyo untuk ikut pesugihan melalui perantara Dukun, sampai akhirnya beliau terjerumus oleh keserakahannya sendiri, Nyimas Dewi langsung mengambil alih Pondokan ini sebagai istana baginya.


Makanya pada malam hari, tampak jelas sekali banyak makhluk gaib yang bertebaran disekitar sini. Tidak satupun diantara mereka yang baik, karena Nyimas Dewi tidak menyukai hal - hal yang dianggap baik, dan pasti setiap sosok makhluk halus yang ingin bergabung dikerajaan Nyimas Dewi selalu saja mereka yang berhati iblis.


"Begitulah sedikit cerita tentang Nyimas Dewi yang sekarang lebih suka dipanggil sebagai Setan Merah, Kamu sendiri adalah manusia berkemampuan istimewa, dan kamu juga orang baik, kamu harus sangat berhati - hati dengan Nyimas Dewi itu, nak.." ucap Pak Tua dengan penjelasan yang cukup masuk akal.

__ADS_1


__ADS_2