Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 10#Mereka Kembali -ikut campur#3


__ADS_3

Dengan tidak membuang waktu, setelah mendapat izin untuk sekedar melihat - lihat bangunan kosan dilantai atas, Fityah dan Hanum pun langsung melangkah menuju tangga ke lantai atas. Mereka menaiki anak tangga dengan penuh kehati - hatian karena terlihat sedikit genangan air yang mungkin disebabkan oleh rembesan air hujan tadi malam.


Setibanya dilantai atas, Fityah menceritakan kalau ia tadi sempat melihat sesosok makhluk yang sedang memperhatikan mereka dari lantai itu. Namun, hanya dalam hitungan detik ia menghilang, dan tidak menampakkan diri lagi setelah itu. Tapi menurut penglihatan Fityah, dia bukanlah sosok arwah anak bergaun merah yang kemaren mereka lihat.


" Apa bener Num, kamu ga sempet liat sosok yang barusan kakak ceritain ?", tanya Fityah penasaran.


"Enggak kak, soalnya aku lagi asik perhatiin ruang kecil yang letaknya terpisah tepat dibagian kiri samping kosan itu kak." Ujar Hanum sambil menunjuk kearah ruang kecil itu.


"Emang kamu liat apaan tadi disana..?, bukannya ruangan itu kosong ?, kayaknya cuma dijadiin tempat penyimpanan alat bersih - bersih, tanya Fityah balik.


"Sebenarnya aku ga ada liat apa - apa kak, tapi perasaanku bilang kalau pernah ada suatu kejadian yang mengerikan di ruangan itu", jelas Hanum lagi.


Setelah mereka berdebat beberapa saat mengenai hal - hal aneh yang mereka rasakan diareal kosan itu, mereka pun memutuskan untuk melihat pagar pembatas yang tadinya sempat disebutkan oleh pak Sudirman untuk tidak didekati.


"Apa mungkin bagian pagar besi ini yang dibilang pak Sudirman tadi, ya Num...?", tanya Fityah sambil memegang pagar yang dimaksud.

__ADS_1


"Sepertinya emang yang ini deh kak, coba deh kakak pegang, emang sedikit goyang sepertinya, wahhh bisa bahaya banget nih buat orang - orang yang ga tau kondisi sebenernya..", ujar Hanum bimbang.


"Ehhh, sebentar.,Num, kamu masih ingat ga waktu kamu teriak histeris kemaren. Kalo ga salah, waktu itu kamu bilang sosok anak kecil bergaun merah itu terjun bebas kelantai bawah dari sini kan..?", tanya Fityah dengan suara setengah berbisik.


" Iya kak...bener banget, posisinya persis dipagar yang ini kak, tapi ga mungkin deh pagar ini goyahnya karena kejadian kemaren, lagian si anak itu bukan manusia kak, dia menaiki pagar ini dengan melayang tanpa menginjak bagian atas pagar ini sedikitpun, mana mungkin jadi goyah kayak gini", jelas Hanum sambil mengingat - ingat kejadian dua hari yang lalu itu.


" Ooo gitu rupanya.., Num, gimana kalo kita samperin penghuni kos satu - satunya dilantai ini. Dari kemaren sebenernya kakak tuhh udah ada rencana mau ngobrol ama dia, pengen tau aja, kok bisa dia berani tinggal sendiri dilantai ini ya..?", ujar Fityah dengan rasa penasarannya.


Mereka pun melangkah menuju satu - satunya kamar yang terisi dilantai itu.


"Assalamualaikum..., Permisi...", ucap Fityah dan Hanum Bergantian sambil mengetuk pintu kosan.


Tak lama kemudian, keluarlah seorang wanita paruh baya mengenakan setelan baju kerja lengkap dengan tasnya.


"Ada perlu apa ya dek...?", tanya wanita itu lembut.

__ADS_1


" Perkenalkan saya Fityah, dan ini teman saya Hanum, kami lagi liat - liat kosan ini mbak, rencananya mau nyewa salah satu kamar dilantai atas ini.


Seketika raut wajah wanita tadi berubah, yang tadinya begitu lemah lembut menyambut kami, tiba - tiba saja berubah menjadi sedikit sewot.


"Apa kalian belum melihat kosan yang dilantai bawah..?, kamar - kamar yang ada dilantai bawah jauh lebih bersih dan terawat daripada yang ada dilantai ini. Sebaiknya kalian jangan menempati satu kamarpun disini, karena sudah lama kosong", jawab wanita tadi dengan ketusnya lalu kemudian bergegas menutup pintu kamarnya.


Sepeninggal wanita tadi, Fityah dan Hanum terdiam sejenak dan beranjak beberapa langkah dari kamar wanita itu.


"Apa - apaan orang ini...?, ga ada angin, ga ada ujan, kok tiba - tiba ngomelin kita ?", komentar Hanum sambil melirik ke kamar wanita tadi.


"Pasti wanita tadi punya alasan khusus dibalik kemarahannya itu, apakah dia hanya seorang penyewa kos atau ada hubungan dengan pemilik kosan ini yaa..?, seolah - olah dia itu punya 'saham' disini..?" jelas Fityah setengah menduga - duga.


"Ahhh, sudahlah kak..kita kesini kan bukan mau mencari masalah dengannya, kita kan cuma pengen cari tau asal - usul sosok anak perempuan kemaren itu aja.", tambah Hanum dengan sedikit emosi.


"Ya sudah, biar ga lama - lama disini, gimana kalo kita mencar aja,.kamu keliling kebagian deret kamar yang disebelah kiri, kakak yang dideret sebelah kanan. Kita ngumpul disini setelah lima menit, oke..", jelas Fityah sambil mengarahkan langkah mereka.

__ADS_1


"Tapi..., kak, gimana kalo kita meriksanya barengan aja ?, biar kompak..gitu..", ujar Hanum sambil menutupi ketakutannya.


***bersambung


__ADS_2