Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 10#Mereka Kembali -ikut campur#9


__ADS_3

Siang itu, sesaat setelah Pak Sudirman selesai menimbun tanah tempat Alesha dikubur hidup - hidup, Pak Waluyo tiba - tiba dikagetkan dengan bunyi ponselnya. Dengan segera ia merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel tersebut. Rupanya itu adalah panggilan telefon dari ibunya Alesha, yang ingin menanyakan apakah anaknya tersebut sudah makan siang atau belum.


Pada saat itu juga terfikir oleh Pak Waluyo, bagaimana cara memberitahukan masalah kematian Alesha ini kepada anak angkatnya. Akhirnya ia mengancam Pak Sudirman untuk tutup mulut dan menjaga rahasia ini sampai mati, atau dia akan kehilangan pekerjaannya di Pondokan Mahasiswa tersebut.


Pak Waluyo pun menelfon balik anak angkatnya tadi yang sempat terputus. Untuk menutupi kejadian yang sebenarnya, ia meminta pak Sudirman untuk pura - pura menjadi saksi mata yang melihat langsung kalau Alesha tadi dibawa secara paksa oleh dua orang pria tak dikenal yang menggunakan mobil van pada siang itu, ketika Alesha hendak jajan ke warung sebelah.


Mendengar berita palsu itu, ibu Alesha dikabarkan langsung jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Ia sangat terpukul dengan kejadian yang dikarang mentah - mentah oleh ayah angkatnya itu.


Berhari - hari bahkan berminggu - minggu ia menunggu kedatangan putri kecilnya itu, namun tidak juga membuahkan hasil. Akibat kejadian yang dikarang oleh Pak Waluyo tersebut, akhirnya jiwa anak angkatnya itu tergoncang, dan sejak itu ia dirawat di Rumah Sakit Jiwa.

__ADS_1


*************


Untuk kedua kalinya Sang pemilik kos ini meminta penjaga kebunnya untuk berbohong menutupi semua perbuatan keji yang telah ia perbuat. Tidak sampai disitu saja, Pak Waluyo juga menceritakan perihal pesugihan yang telah ia lakukan demi kelancaran usaha Kosannya itu, dan meminta dengan segala kerendahan hati agar Pak Sudirman tidak menceritakan hal tersebut kepada siapa pun, termasuk kepada Isteri Pak Waluyo itu sendiri.


Kepada tukang kebunnya ini, Pak Waluyo pun berjanji akan memberikan bayaran yang setimpal terhadap apa yang telah lakukan . Tujuannya hanya satu yaitu agar Pak Sudirman mau menjaga rahasia besarnya.


Seusai kejadian itu, Pak Waluyo memberanikan diri naik ke lantai atas untuk menemui 'penunggu' yang sudah diperuntukkan baginya sebagai salah satu syarat pesugihannya. Kamar yang dikosongkan sebagai syarat pesugihan itu adalah kamar dengan nomor 218.


Pak Waluyo selalu rutin mengunjungi makhluk yang menghuni salah satu kamar di lantai atas Kosan itu setiap 10 bulan sekali. Makhluk inilah yang menghisap roh setiap anak yang telah dijadikan tumbal demi kelancaran usaha Kosannya.

__ADS_1


Namun, kala itu, Sang penunggu tersebut marah besar, karena Pak Waluyo sudah terlambat dua hari memberikan tumbal kepada Setan Merah. Dia tidak mau menerima semua alasan yang disampaikan oleh Pak Waluyo.


oSebagai sanksinya, makhluk itu mengatakan kalau semua kamar yang berada di lantai atas tidak boleh satu pun disewakan lagi, karena sudah menjadi miliknya. Mendengar hal itu, tak ada yang bisa diperbuat oleh Pak Waluyo, selain menerima segala sanksi dari keterlambatannya.


Setan merah mengetahui kalau tumbal anak kecil kali ini sangatlah istimewa. Dia adalah cucu dari Pak Waluyo sendiri. Sebenarnya, Setan merah sudah lama sekali melihat keberadaan Alesha di Pondokan itu, yaitu setiap kali ia bergentanyangan atau menyamar menjadi manusia biasa.


Entah mengapa, ia sangat menyukai sosok Alesha. Mungkin karena dia sendiri tidak akan mungkin pernah memiki anak. Dari situlah, Setan merah akhirnya tidak mau menghancurkan roh Alesha, bahkan dia menyekapnya dan meminta Alesha menganggapnya seperti ibunya sendiri.


Namun hal ini tentu saja tidak berjalan semulus yang ia harapkan. Arwah Alesha merasa tidak tenang. Bukan hanya karena kematiannya yang tidak wajar saja, juga karena ia harus menjadi anak dari sosok.yang sangat menakutkan.

__ADS_1


Mulai dari situlah petualangan alam gaib Alesha dimulai. Dalam kesehariannya, arwah anak perempuan malang ini memang sering bergentayangan disekitar Pondokan. Ia mempunyai beberapa alasan untuk itu. Pertama; Ia masih mencari keberadaan ibu kandungnya yang masih belum ia temukan sampai sekarang. Alasan kedua, Ia sudah dari bayi tinggal di Pondokan ini, dan ia menganggap Pondokan ini masih sebagai tempat tinggalnya. Alasan terakhir, karena kawasan yang ia diami tersebut identik dengan banyak orang berseliweran, bocah malang ini rupanya menyimpan satu harapan dalam hatinya, ia berharap suatu saat nanti akan ada seseorang yang mau menolongnya lepas dari kekuasaan Nyimas dwi. ALesha sangat ingin bertemu dengan sosok ibu kandungnya meskipun hanya lewat mimpi. Tapi tentu saja hal itu tidaklah mungkin, karena ia selalu berada dibawah pengawasan Nyimas Dewi yang sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri.


__ADS_2