
Setelah Fityah berhasil merubah posisi badannya, dari posisi baring menjadi posisi duduk, ia tiba - tiba dikejutkan oleh suatu benda yang secara tidak disengaja tersentuh oleh tangan kanannya. Ia kembali mencoba menyentuh benda tersebut untuk kedua kalinya untuk memastikan. Alangkah terkejutnya Fityah ketika dia tahu jika benda yang disentuhnya barusan adalah Batu Permata Misterius yang ditemukannya di dalam tasnya pagi tadi.
Fityah merasa ada yang aneh saat itu. Ia ingat benar kalau batu permata itu telah diletakkannya di atas meja belajar sebelum ia berbaring di ranjang. Tapi bagaimana bisa secara tiba - tiba batu tersebut sudah berada tepat disampingnya saat ia terbangun dari tidurnya tadi.
"Sungguh tidak masuk akal...", Ucap Rindu dalam hati.
Untuk beberapa waktu, Fityah masih memikirkan kejadian aneh yang baru saja dialaminya. Ia juga sedang memikirkan arti dan maksud dari mimpinya tadi. Serta, kekuatan apa sebenarnya yang masuk pada dirinya melalui batu permata misterius itu. Banyak tanda tanya yang kini tengah berseliweran di dalam benaknya. "Sebenarnya apa maksud dari ini semua..?" Ucapnya dalam hati.
Setelah puas tertidur hampir empat jam lamanya, Fityah merasa perutnya lapar ketika itu. Ia pun menelfon Kak Lastri untuk memesan menu makan siang, Fityah juga meminta agar menu makan siang tersebut diantar langsung ke kamarnya, karena oa merasa sedang tidak enak badan. Perasaannya memang menjadi tidak menentu setelah didatangi sosok nenek misterius di dalam mimpinya itu.
Tak perlu menunggu lama, akhirnya pesanan makan siangnya pun datang.
"Assalamualaikum...Neng Fityah...neng...." Ucap kak Lastri dari balik pintu kamar.
"Waalaikumsalam..." jawab Fityah sambil membuka pintu kosan.
"Neng lagi sakit ya...? Kok lemes banget kayaknya.., Ini nasi makan siangnya neng, ini lauknya semur ayam kesukaannya neng Fityah loh....." Ucap Kak Lastri mempromosikan menu andalannya.
__ADS_1
"Makasi kak...enak banget nih kayaknya" Seru Fityah sambil mengambil kotak nasi makan siang yang diulurkan kak Lastri kepadanya.
" Apa neng mau kakak bikinin wedang jahe..?" Ujar kak Lastri sambil menawarkan segelas minuman hangat untuk menambah staminanya.
"Mmmmm....boleh juga tuh kak..., makasi ya kak Las.." Ujar Fitri dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.
"Oke lah, nanti tak anterin ya neng..." Ucap kak Lastri lagi.
Sembari menunggu pesanan wedang jahenya datang, Fityah melahap dulu menu makan siangnya kala itu. Biasanya Fityah mampu menghabiskan satu paket nasi makan siang itu sampai sapu bersih, tidak meninggalkan sisa sedikitpun.
Namun, untuk kali ini dia hanya mampu menghabiskan setengahnya saja, padahal menu untuk siang hari itu adalah menu semur ayam favoritnya. Tapi itupun sudah lumayan menurutnya, karena sebenarnya ia memang lagi tidak selera makan, entah karena apa.
Setelah menyelesaikan makan siangnya, mata Fityah kembali tertuju pada batu misterius yang diletakkannya diatas ranjang tidurnya. "Sebenarnya batu apa itu, mengapa batu ini diberikan nenek itu kepadaku..", Ucapnya dalam hati sambil terus menatap batu tersebut dari posisi duduknya.
"Aku harus mencari tau semuanya...Aku ga mau terus dihantui rasa ketakutan, dan rasa penasaran seperti ini . Aku harus ke Pondokan Alesha lagi nanti malam. Aku ingin semuanya menjadi jelas malam ini." Fityah terus berkata - kata didalam hatinya.
"Neng....Neng Fityah...." sontak lamunannya lecah karena panggilan kak Lastri dari balik pintu kamar.
__ADS_1
"Neng..ini wedang jahenya, diminum dulu selagi hangat..Insyaallah nanti neng pasti enakan lagi deh badannya." Ujar kak Lastri sambil menyodorkan secangkir minuman kesehatan untuk penghuni kosannya.
"Makasi ya kak.., nanti masukin tagihannya ke utang bulanan saya ya kak.." Seru Fityah kepada penjaga kosannya itu.
Segera Fityah menutup pintu kamar, ketika Kak Lastri sudah beranjak pergi meninggalkan kamarnya. Ia pun meletakkan gelas minuman tadi diatas meja belajarnya, dan sejenak bermain game diponsel pintarnya.
Tidak terasa, satu jam telah berlalu sejak minuman tadi berada dikamarnya. disela - sela ia bermain game, ia teringat kalau ia belum meminum wedang jahe pesanannya tadi.
"Ahhh...sudah dingin..., apa masih enak gak ya..?" tanya Fityah sambil menduga - duga.
"Panaskan minumanmu tadi dengan meletakkan batu permata kecil itu disampingnya"
Tiba - tiba saja terdengar suara yang menggemakan seisi ruang kamar Fityah kala itu. Entah dari mana suara itu berasal.
"Siapa kau...Apa aku harus menuruti kata - katamu..? " Tanya Fityah dengan nada tinggi..
Untuk sejenak, Tidak ada respon berupa jawaban dari pertanyaan yang dilontarkannya barusan. "Baiklah, aku cobain aja dulu, kan cuma diletakin..bukan ditelen" Ucap Fityah kembali didalam hatinya.
__ADS_1
**bersambung..