Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 10#Mereka Kembali -ikut campur#21


__ADS_3

Dan, Fityah pun akhirnya memberanikan diri untuk melakukan apa yang dianjurkan oleh suara misterius tadi. Sebenarnya ia sendiri kurang meyakini kebenaran dari ucapan suara misterius barusan, namun rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang ada pada dirinya membuat ia bergerak mempraktekkan perintah suara tersebut.


Fityah mengambil batu permata kecil yang ada disamping bantalnya, selanjutnya ia meletakkan benda misterius itu tepat disamping gelas wedang jahe yang sudah terlanjur dingin itu, dengan jarak yang sangat dekat, namun tidak terlalu menempel kr dinding kaca gelas tersebut.


Fityah terus memperhatikan 'percobaan' yang ia telah lakukan demi menghilangkan rasa penasarannya terhadap ucapan si suara misterius. Dan, benar saja, setelah beberapa detik batu ajaib itu berada disamping gelas tersebut, kaca gelas terlihat berembun, sama halnya ketika seseorang sedang menuangkan air panas kesebuah wadah yang terbuat dari kaca. Tampak uap air menempel di dinding gelas.


Untuk betul - betul meyakinkan dirinya kalau itu adalah uap air, Fityah dengan sesegera mungkin mencoba memegang gelas yang berisikan minuman wedang jahe pesanannya tadi.


"Auwwwww.....!!! panas...!!!!" teriaknya sambil terkaget - kaget.


Sungguh sulit diterima oleh akal sehat. Bagaimana mungkin, kejadian ajaib seperti itu bisa terjadi begitu nyata tepat dihadapannya langsung. Memang persis seperti cerita - cerita mistis yang ada di tv. Tapi bedanya, adegan yang terjadi di film - film itu penuh dengan editan, sedangkan kejadian yang ada dihadapannya sekarang, betul - betul nyata dan tanpa adanya rekayasa sedikitpun didalamnya.


"Minumlah...!!!, itu pasti akan menyegarkan tubuhmu lagi..."

__ADS_1


Secara mendadak dan tanpa ditunggu - tunggu, suara misterius itu muncul lagi. Suara itu tiba - tiba saja mengagetkan Fityah yang sedang berfikir keras. Ia merasa sedikit ragu, apakah aman jika ia mengkonsumsi minuman yang telah ia uji coba sendiri, atau harus diujikan dulu ke hewan lainnya.


"Ahh...bodo amat, aku minum aja deh.." Fityah berujar di dalam hatinya. Ia pun dengan yakin akhirnya meminum wedang hangat tadi dengan beberapa kali seruput. " Aaaaaagh...segernya, mudah - mudahan aman dan gak terjadi apa - apa " Ujarnya dengan perasaan sedikit was - was dihatinya.


"Terimakasih ya, kamu udah beri saran yang baik, bolehkah aku tau siapa kamu..?" Fityah mulai memberanikan diri untuk bertanya.


"Saya rasa kita sudah pernah bertemu sebelumnya, apakah kamu sudah lupa..?" jawab suara misterius itu.


"Dimana..? aku kok gak ingat.." Sahut Fityah singkat.


Fityah terdiam sejenak setelah mendengar ucapan terakhir dari suara misterius itu. "Jadi, kamu adalah sang nenek yang ada di mimpiku tadi..????" Tanya Fityah dengan nada terkejut.


"Ya, datanglah kembali nanti malam ke Pondokan Alesa, kami menbutuhkan seseorang seperti mu.., kami akan menunggumu" Jawab suara misterius itu sambil mengundangnya untuk kembali mengunjungi Kosan tua tersebut.

__ADS_1


Untuk beberapa saat, Fityah termenung memikirkan apa yang akan dia lakukan nanti setelah disana. Dengan siapakah kali ini dia akan pergi ke Pondokan itu. Rasanya ia ingin sekali membawa Hanum sebagai partnernya, tapi sesaat itu juga Fityah membatalkan niatnya itu. Kondisi Hanum sendiri terbilang masih lemah, dia pasti masih membutuhkan istirahat yang cukup untuk pulih seperti sedia kala.


Kembali Fityah memutar otak, untuk memilih partner yang bisa bekerjasama dengannya nanti di tempat angker itu.


"Apa aku harus menghubungi Pak Sudirman lagi ya..?, Rasanya aku masih menyimpan nomernya, tapi ga ada salahnya mencoba." Ucap Fityah dalam hati sambil melangkah ke tempat tidur untuk mengambil ponselnya.


Setelah menimbang - nimbang, akhirnya Fityah mengambil keputusan, ia pun mencoba untuk menelfon Pak Sudirman, yang merupakan tukang kebun dan penjaga Pondokan Alesha. Fityah mempunyai alasan khusus mengapa ia memilih pak Sudirman sebagai partner nya. Karena hanya dia seoranglah yang tau betul dimana Alesha dikubur hidup - hidup oleh sang kakek.


Jika Fityah membawa orang lain, mungkin hanya akan membuang - buang waktu saja, kejadiannya mungkin tidak akan jauh beda dengan semalam. Banyak waktu yang terbuang sia - sia karena tidak tau pasti dimana lokasi persisnya makam itu berada.


Namun, ada satu hal yang masih menjadi pikiran oleh Fityah.., Yaitu; apakah nanti Pak Sudirman akan sanggup berada diantara puluhan makhluk gaib yang bergentayangan sesuka hati mereka di areal Pondokan tua itu...???


Setelah berbicara cukup lama dengan Pak Sudirman, akhirnya ia setuju untuk datang ke Pondokan Alesha itu nanti malam, sekitar jam 12.00 malam.

__ADS_1


Tanpa terasa, waktu pun berlalu. Sampailah disaat yang dinanti - nanti oleh Fityah. Ia tampak begitu bersemangat. Seperti malam sebelumnya, ia meminta bantuan 'sahabat tak kasat mata' nya ; Rindu, untuk membantunya kembali mengambil kunci gerbang depan di warungnya Kak Lastri.


__ADS_2