Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
Sosok Pembawa Kapak


__ADS_3

**Selamat Membaca**


.


.


.


.


.


.


.


.


Akhirnya Mereka menemukan teman-teman mereka lagi dengan keadaan selamat tanpa kurang satu apapun sekarang yang harus mereka pikirkan adalah cara keluar dari hutan ini.


"Ini hutan serem amat sih kok bisa gue ada di sini?" ujat Serlin yang memperhatikan hutan ini.


"Iya tuh mana dingin banget." yunita mulai ikut bersuara.


"Udah deh nanti gue ceritain sekarang kita cari jalan keluar dulu oke." balas


Mereka mulai berjalan lagi untuk mencari jalan keluar dari hutan ini tapi sudah lama mereka berjalan tak kunjung memdapatkan jalan keluar.


"Kok perasaan gue kita muter-muter doang." ujar Marina.


"Hooh gue capek." ucap Shella yang sudah sangat lelah berjalan.


"Kita istirahat dulu aja iya kasih yang cewek-cewek udah pada capek." ucap Pino.


"Okee kita istirahat dulu pasti kalian laper kan kita bawa makan kok." ujar Ihya.


Mendengar hal itu membuat senyum di wajah Serlin mencul.


"Dari tadi kek gue udah laper nih." kata Serlin.


"Sama cacing di perut gue udah pada demo." ucap Yunita.


"Iya nih makan." Fadil memberika buah-buahan yang ia ambil kemarin malam.


"Sini Fira gue bantu lu duduk." ujar Fadil.


"Kaki lu kenapa Fir?" tanya Serlin yang meliat sahabatnya yang susah berjalan.


"Gue gak papa gue cuma jatuh aja udah sana makan habis itu kita lanjut jalan lagi."


"Kenapa buru-buru banget sih?" tanya Marina.


"Udah tanya-tanyanya nanti aja udah cepetan makannya." ujar Ihya.


Ihya yang melihat keringat di wajah Fira langsung memberikan saput tanganya pada Fira.


"Nih buat lap kering lu." ujarnya sambil memberi saput tangan itu.


Fira menerimanya dengan canggung dan ada rasa penasaran tumben sekali Ihya perhatian begini oranh biasanya ia cuek.


"Minum nih." ucap Ihya lagi memberika sebotol minum kepada Fira.


Fira menerimanya dan meminumnya.


"Hemmmm ada bau-bau orang jatuh cinta nih." ujar Serlin.


"Iyee nih nanti kalo jadian jangan lupa PJ yee." ucap Yunita dengan jailnya.***

__ADS_1


Setelah 30 menit mereka beristirahat mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka yang sempat tertunda tadi.


Saat baru beberapa langka mereka berjalanan tiba-tiba ada suara yang membuat mereka berdelapan menoleh ke kebelakang dan bertapa kaget nya mereka melihat sesuatu.


"srekkk...srekkk.....srekkk." suara benda yang bergesekan dengan tanah.



(aku ambil dari google)


Mereka melihat sesosok orang memaki jubah warna hitam dan yang membuat mereka terkejud adalah sesuatu yang sosok itu bawa adalah kapak.


Mereka berdelapan menatap satu sama lain dengan raut wajah ketakutan ada yang hampir ingin menangis.


"Gue gak mau mati konyol di tempat ini." ujar Serlin.


"Kita semua juga gak ada yang mau kali." Ucap Fadil.


"Ayok kita lari tapi ingat jangan ada yang berpencar." kata Ihya yang di anngguki yang lain.


Mereka semua mulai berlari yang perempuan di depan dan yang belakang laki-laki Ihya mengambil kayu untuk ia jadikan senjata jika sosok itu melakukan sesuatu.


"Kalo ada kayu ambil aja batu juga boleh." ujarnya.


"Iya bener kata Ihya jadiin apa aja yang bisa jadi senjata." ucap Fadil.


Mereka terus berlari dengan sosok itu yang masih mengikuti di belakang mereka. Berlari tanpa tenti arah itu yang mereka lakukan tapi tak kunjung melihat jalan keluar.


"Ini jalan keluar mana sih kok gak ketemu-temu." ucap Shella yang mulai kesal.


"Kita cuma muter-muter gak jelas." tambah Marina.


"Mana tuh makhluk makin deket lagi gue belum siapa mati dosa gue masih banyak." kata Yunita hampir menangis.


"Woyy bahas dosa nya nanti aja cepet lari." teriaknya.


"Kemana aja penting lari dulu dia udah mau deket nih." pino mulai membuka suara.


Mereka terus berlari mengitari hutan itu tanpa tau harus kemana lagi.


Pov Fira


"Fira masuk ke dalam goa jalan terus ke goa itu jalan keluarnya." bisik suara itu.


"Raisa." batin Fira sambil terus berlari.


"Iya ini aku capet masuk goa itu." ucapnya lagi.


Setelah itu Fira langsung membawa teman-temannya untuk masuk kedalam goa itu.


Fira mengambil Senter yang di pegang oleh Shella membuat Shella kaget dan bingung.


"Sel mana senternya." ucapnya.


"Buat apa Fir Biar gue yang bawa." kata Shella.


"Udah sinin." Fira merebut senter itu dari tangab Shella lalu ia berkata kedapa teman-temanya.


"Ikut gue cepet."


Mereka mengikuti Fira hingga sampai ke depan goa yang entah kapan sudah ada disana awalnya Fira yakin waktu ia masuk hutan ini tidak ada goa.


"Woy mau ngapain ke goa." tanya Ihya.


"Udah masuk aja cepet." ucap Fira.


Tapi teman-temanya tidak ada yang masuk mereka terlihat tidak percaya karna goa pasti jalan buntu.

__ADS_1


Hingga sosok itu sudah ada di depan mereka dan ia mulai mengibaskan kapak yang ia bawa tadi.


"AAAKKKKHHHHH." teriak mereka berdelapan.


Fira langsung menari semua untuk masuk ke dalam goa itu.


"Kita mau kemana kalo itu makhluk kesini gimana Fir." sentak Serlin ketakutan.


"Udah ikuti gue aja." ujar Fira.


Akhirnya mereka mengikuti Fira berjalan menelusuri goa itu hingga hampir 20 menit mereka berjalan. Mereka melihat ada cahaya dari sisi lain goa itu.


"Itu jalan keluarnya?" tanya Marina.


"Mungkin aja ayok kita coba liat." ujar Fira.


Mereka kembali berjalan menuju arah cahaya yang mereka lihat tadi dan benar saja itu adalah jalan keluar yang mereka cari-cari sedari tadi.


"Akhirnya gue bebas juga." ucap Pino.


"Bener banget tuh gila tadi bikin jantung gue mau cepot tau." ujar Serlin.


"Ini udah deket sama rumah penduduk ayok kita jalan lagi." ucap Ihya yang di anggukin semuanya.


"Iya kita harus cepet turun ini udah jam 4 sore keburu gelap." Fadil.


Akhirnya mereka sampai di pemukiman warga dan memutusakn untuk mencari penginapan di dekat rumah warga ini.


"Oke sekarang kalian istirahat kalo ada yang mau bersih-bersih cepet iya ini udah sore." ucap Fadil.


Setelah mereka beristirahat mereka berkumpul untuk makan malam dan membahas apa yang mereka alami tadi.


"Gue mau dengan cerita kenapa gue ada di hutan serem itu tadi." ucap Serlin.


"Setuju gue juga mau denger ceritanya." kata Pino.


"Okee cerita Fir." ucap Ihya santai.


"Ini dih nyuruh gue lagi kenapa gak lu aja." sinis Fira.


"males gue." ujarnya santai.


Akhinya Fira menceritakan semua yang terjadi mereka kaget dan juga takut tapi mereka juga bersyukur karna mereka masih bisa selamata tanpa kurang satu apapun.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**wow.......


jangan lupa vote dan comennya

__ADS_1


see you next time**


__ADS_2