
Sepertinya kalian sangat ingin tau banyak dengan disini, apa kalian ingin bermain - main denganku..???" Tanya sosok bergaun merah tersebut sambil melotot kearah Fityah dan Hanum dengan penuh rasa amarah.
" Jawab dulu pertanyaan kami, siapa kamu sebenarnya ?" tanya Hanum kembali.
"Aku adalah Nyimas Dewi, Aku penunggu tempat ini. Kalian berdua sudah masuk tanpa izin dulu kepadaku. Bahkan kalian sudah pernah kuperingatkan untuk menjauhi tempat ini. Kalian sudah mengganggu kenyamanan kami semua disini. Apa yang kalian inginkan dari tempat ini?" " Begitulah sosok wanita menyeramkan itu melontarkan banyak pertanyaan kepada Fityah dan Rindu yang merasa tersudut.
"Jadi benar rupanya, kamulah wanita yang menjumpai kami siang tadi. Mengapa kamu menghalangi orang - orang untuk menghuni Pondokan ini?" Tanya Fityah langsung kepada sosok hantu perempuan itu.
"Sudah ku bilang, akulah penghuni Pondokan ini, dan perlu kalian tahu, sudah lama aku menjadi pemilik bangunan ini, sekarang beri tau saja langsung maksud dan kepentingan kalian datang kesini." tambah Nyimas Dewi pula.
"kak Fityah.....kak Hanum....kak...., tolong aku kak...." Tiba - tiba terdengar suara seseorang memanggil - manggil nama kedua mahasiswi ini.
Suara yang sepertinya pernah mereka dengar beberapa kali sebelumnya dan sudah tidak asing di telinga mereka berdua.
"Kak Fit...!!! liat disana", seru Hanum sambil mengangkat tangan kanannya menunjuk kearah salah satu kamar kosong yang berada dideret sebelah kanan.
__ADS_1
Tampak seorang anak perempuan yang berdiri mengawang tanpa sedikit pun menjejakkan kaki ke lantai. Arwah anak kecil itu berwajah cantik, namun terlihat sangat pucat, sehingga dari wajahnya terlihat gradasi warna hampir keabu - abuan. Sosok gadis kecil itu juga menggunakan gaun panjang berwarna merah darah sama halnya dengan gaun yang dipakai oleh Nyimas Dewi.
"Ada urusan apa kalian dengan anakku.., apa yang sudah kalian perbuat kepadanya ?", tanya Nyimas Dewi dengan sangat marah kepada Fityah dan Hanum.
"Aku bukan anak dari perempuan itu kak..., dia bukan lah ibuku yang sesungguhnya." teriak gadis kecil itu sambil menangis pilu.
Mendengar penjelasan dari arwah gadis cilik itu, Hanum kemudian mendekat ke Fityah dan membisikkan sesuatu ke telinga temannya itu.
"Sebenarnya ada apa ini kak...? permasalahan apa yang dihadapi oleh sosok anak ini..? Mengapa ia tidak mengakui ibunya?" Ujar Hanum melontarkan banyak pertanyaan sambil berbisik kepada teman indigo nya.
"Kau bukan ibuku...!! kembalikan aku pada ibuku..!!!" ucap sang anak setengah memaksa.
"Jangan begitu anak manis, kamu itu putri Nyimas Dewi ." Ujar sosok wanita menyeramkan itu. Namun anak itu terus saja menangis tanpa menghiraukan kata - kata Nyimas Dewi barusan.
Berselang beberapa detik kemudian, terdengar suara seorang laki - laki tua yang memecah keheningan malam saat itu.
__ADS_1
Saat itu tampaklah sesosok laki - laki tua yang berjalan dengan menggunakan alat bantu untuk menopang tubuh rentanya. Ia melangkah tergopoh - gopoh dengan menggunakan tongkat kayu berkepala tengkorak yang terlihat sudah sangat legend. Laki - laki tua itu secara perlahan melangkah menuju posisi roh gadis kecil itu berdiri sembari memulai pembicaraan kepada Sang Setan Perempuan.
"Sudahlah Nyimas..lepaskanlah roh anak ini, jangan menahannya lebih lama lagi. Biarkan ia pergi dengan damai. Jangan memaksakan dirimu untuk memiliki seseorang yang bukan milikmu." Ucap suara laki - laki tua yang mencoba menasehati Nyimas Dewi.
"Nak, maafkan aku dulu tidak bisa menolongmu, aku terlambat datang saat kau membutuhkan pertolongan. Andai saja aku bisa mengulang waktu, dan bisa menolongmu saat itu, tentu usiamu kini sudah sama hampir sama dengan mereka (sambil melihat kepada Fityah dan Hanum). Maafkan aku nak, kini engkau harus terjebak didunia gaib ini. Arwah mu pasti sangat tidak tenang. Bersabarlah sedikit lagi, pasti nanti ada pertolongan dari yang Diatas melalui orang - orang yang berhati baik." tutur sang laki - laki tua tersebut sambil mengusap kepala bocah malang itu.
Mendengar ucapan dari sang kakek barusan, Fityah pun meminta bapak tua tadi untuk menceritakan semua yang telah terjadi pada sosok gadis malang itu. Namun dengan secepat kilat, tiba - tiba sosok Nyimas Dewi yang tinggi besar menghalangi pandangan kami yang semula tertuju pada sosok laki -laki tua tadi.
"Ternyata Kau lagi...mengapa kau selalu ikut campur urusanku dari dulu..?", bentak Nyimas kepada sosok laki - laki tua tadi.
" Dulu kau hampir saja nyaris membuat rohku hancur, dan aku membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkan kekuatanmu yang sempat menghilang. dan kini apa lagi yang kau mau0 kan dari ku..?" tanya Nyimas Dewi kemudian.
"Bertobatlah Kau wahai makhluk jahat, kembalilah ke asal mu di puncak Gunung Kidul, jangan berbuat jahat lagi, jangan mengganggu manusia lagi, dan membuat mereka menjadi pengikut mu.", Ucap laki - laki tua itu sambil mengangkat tongkatnya ke arah Nyimas Dewi.
**bersambung...
__ADS_1