Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
Wanita Berkebaya kuning


__ADS_3

Selamat membaca


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi hari ini sungguh cerah tidak seperti kemarin yang turun kabut. Hari ini langit begitu biru Fira baru saja bangun jangan tanya tentang Dua cowok itu karna sudah pasti masih tertidur dengan nyenyak.


"Bangun woyyy.... Bangun udah pagi."


"Berisik..."ucap Ihya lalu membalik badannya membelakangin Fira.


"BANGUN..........." teriak Fira di dekat telinga Fadil dan Ihya.


Mereka pun langsung bangun dengan wajah khas orang bangun tidur.


"Lu berisik sekali lagi gue buang iya Fir." ucap Ihya kesal.


"Dihh.. padahal niat gue baik ngebanguin malah mau di buang." ucap Fira dengan wajah cemberut.


"Dahlah gue mau ganti baju dari kemarin belum ganti." ucap Fadil lalu masuk ke dalam gubuk dan berganti pakaian.


Mereka mulai membereskan peralatan mereka dan segera pergi dari gubuk itu untuk melanjutakan perjalanan mereka.


"Ini masih pagi kan?" tanya Fira.


"Punya matakan?" jawab Ihya.


"Dih sewot mulu lu sama gue PMS iya lu." asal Fira.


"Gue jatuhin juga lu iya." jawab Ihya karna sekarang Ihya membantu Fira berjalam karna kakinya yang masih sakit.


"Gue sama Fadil aja lu mah emosian." Ucap Fira.


Ihya hanya menatapnya tajam tapi tetap membantu Fira yang ingin di papah oleh Fadil.


"Yaudah sini Fir gue bantu." ucap Fadil.


"Makasih Fadil lu tuh memang yang terbaik." ucapnya memberi kan jempol pada Fadil.


Tanpa mereka sadari ada yang sedang mengawasi mereka dengan tatapan tajam.


"Stop...stop..." ujar Fira tiba-tiba.


"Kenapa?." tanya Fadil.


"Lu lihat itu cewek kagak?" tunjuk Fira pada sesok perempuan berkebaya kuning itu.


"Kita harus gimana Ihya?" tanya Fadil pada Ihya.


"Kita ikuti tapi ingat jangan sampai berpisah paham." ucap Ihya.


"paham." kompok Fira dan Fadil.


Mereka mengikuti sosok perempuan berkebaya itu sampai di tempat mereka ke hilangan teman-teman mereka.


"Perasaan gue kok gak enak iya." ucap Fira.

__ADS_1


"Sama Fir." ucap Fadil


Hari seharusnya siang tapi entah kemana malah menjadi gelap dan kabut turun lagi lebih tebat dari kemarin. Membuat mereka bertiga semakin ketakutan di tambah kaki Fira yang sakit tidak memungkinkan untuk berlari.


"Kok makin serem sih gue pengen pulang." ucap Fira yang ingin menangis.


"Jangan cengeng bisa gak sih kita semua juga pengen pulang Fir." kesal Ihya.


Tiba-tiba saja sosok wanita itu berbalik dan menatap ketiganya dengan tatapan tajam terlebih lagi muka dari wanita itu yang hancur dan kebaya yang tadinya bersih kini telah bercampur antara darah dan lumpur.


Ihya dengan keberanian yang mulai menipis mencoba bertanya kepada sesok itu.


"Mau apa kamu?" tanya Ihya.


"hihihihiihihihih...."


"Astaghfirullah malah ketawa." ucap Fadil.


"Saya tanya sekali lagi mau apa kamu dan tolong kembalikan teman-teman kami. Jika kami ada salah kami mohon maaf." ucap Ihya.


"Benar tolong kembalikan teman kami." ucap Fadil setelahnya.


Fira hanya terdiam membeku karna jujur ia tak mampu berkata-kata lagi. Apa yang ia lihat sekarang nyata apa di depan nya ini benar hantu?


Fira hanya memandang dengan takut ingin menangis tapi air matanya tidak ingin keluar ingin berteriak mulutnya seperti terkunci.


"Ingin teman kalian kembali?" tanya sosok itu.


"Iya kembalikan teman kami." ucap Fadil tegas.


"Cari saja jika kalian bisa?" ucapnya lalu menghilang begitu saja.


BRUKKKK....


Suara yang membuat Ihya dan Fadil kaget ternyata Fira yang pingsan.


"Astaga ini anak malah pingsan." ucap Ihya.


Akhirnya mereka membawa Fira ketempat lain dan mereka mendirikan tenda dan membuat makan siang.


"Belum bangun itu anak." tanya Ihya.


"Belum kenapa." tanya Fadil yang di balas gelengan kepala dari Ihya.


"Sekarang apa yang harua kita lakuin?" tanya Fadil kepada Ihya.


"Kita harus cari temen-temen lah." jawab Ihya.


"Tapi caranya?" tanya Fadil lagi.


"Untuk masalah itu nanti gur pikirin lagi." ucapnya.


Pov Fira.


"Fir...fira.." panggil seseorang.


"Raisa?" jawab Fira.


"Sa gue takut ini gimana temen-temen gue pada ilang." ujar Fira.


"Kamu jangan takut iya." ujar Raisa.


"Gimana gue gak takut temen-temen gue ilang dan gue gak tau harus apa." ucapnya lirih.


"Mereka baik-baik aja kok." kata Raisa.


"Lu tau mereka dimana?" tanya Fira yang di balas anggukan oleh Raisa.


"Mereka ada di balik batu besar nanti kamu terus jalan ke hutan selatan." ucap Raisa.


"Hutan selatan?"

__ADS_1


"Iya aku pergi dulu iya kamu hati-hati." ujar Raisa lalu pergi begiti saja.


Tak lama dari itu Fira terbangun ternyata yang itu semua cuma mimpi tapi kenapa seperti nyata?


"Batu besar hutan selatan." batinnya.


Fira bergegas bangun dan menemuin Fadil dan Ihya yang ada di luar tenda. Ia harus memberi tahu mereka tentang ucapan Raisa tadi siapa tau itu memang benar.


"Udah sadar lu?" tanya Fadil yang di balas anggukan oleh Fira.


"Pakai acara pingsan segala ngerepoti tau." ujar Ihya.


"Sorry." ucapnya


"Tumben gak ngajak gue berantem lu?" tanya Ihya penasaran biasanya Fira pasti tidak mau kalah dengannya lah ini malah diam saja.


"Lu kagak kesambetkan?" tanya Ihya lagi.


"Kagak kenapa sih lu." ujar Fira kesal.


"Ya maksud Ihya tumben lu diam Fir kenapa ada apa." ucap Fadil.


"Lagi males ngomong aja sama Ihya." ujarnya yang di angguki oleh Fadil.


"Giliran Fadil yang tanya senyum lu kok kalo gue judes banget lu." kesal Ihya


"Hahhahahahh." tawa Fadil.


"Iyaa suka-suka lah salah siapa lu nyebelin." kata Fira membuat Ihya memutar bola matanya malas.


"Gue mau cerita sesuatu." ucap Fira lalu mulai menceritakan apa yang di katakam Raisa tadi kepada Ihya dan Fadil.


"Okee besok kita kesana arah selatan kan?" tanya Ihya.


"Iya kata Raisa hutan selatan di balik batu besar."


"Meningan kita siap-siap buat besok kita berangakat gue mau cari makan dulu soalnya persediaan mulai nipia nih." ujar Fadil.


"Okee hati-hati Dil." ujar Fira.


"Yoii lu jaga Fira."ucap fadil pada Ihya lalu pergi untuk menjadi makan.


"Gue cari kayu bakar deket sini kok." ujar Ihya.


"Okee." ucap Fira.


Apa mereka akan segera menemukan temen-temen mereka dan kembali ke rumah dengan selamat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**wow.....


Jangan lupa vote dan comen iyaa**...

__ADS_1


Teriman kasih


__ADS_2