Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 10#Mereka Kembali -ikut campur#6


__ADS_3

"Iiiihhh..kak..hapeku ketinggalan pula dikosan pas dicharge tadi. Kakak bawa hape ga..? nyalain dong senter hapenya, gelap banget nihh, mana lantainya licin banget lagi...!, ayo kak..!! cepet dong kak..!! aku takut nihh.. ." pinta Hanum yang sibuk mengoceh walaupun dirinya sedang dirudung ketakutan.


Saat itu, Fityah dan Hanum sudah berada tepat didepan anak tangga menuju kelantai atas. Sebelum menaiki anak tangga tersebut, mereka berdua terlebih dahulu melihat kesisi kiri, kanan, bahkan kebelakang mereka, hanya ingin memastikan disekeliling mereka aman.


Waktu pada saat itu sudah menunjukkan tepat pukul 01.00 malam. Suasana malam yang dingin semakin terasa mencekam disertai suara lolongan anjing disekitar Pondokan, membuat bulu kuduk siapa saja pasti merinding bila dihadapkan dengan suasana seperti ini.


"Kak...apa kakak udah yakin dengan yang kita lakuin sekarang..?"tanya Hanum lagi.


"Iya Num...kakak yakin kok dengan yang kita lakuin sekarang. Emangnya kenapa Num..? Kamu takut yaa..? Apa kamu tega melihat bocah kecil tak berdosa itu hidup dalam dunia gaib ini berkepanjangan ?, Malahan kakak rasa, mungkin selama ini dia selalu mencari seseorang yang bisa membawanya keluar dari keadaan seperti sekarang .. " Fityah menjawab pertanyaan Hanum sambil menjelaskan keadaan saat itu.


" Ya okelah kak, mari kita bantu arwah anak malang itu, aku pun sebenernya kasian banget dengan keadaannya.." tambah Hanum sambil mengumpulkan semangat yang tersisa.

__ADS_1


Dengan penuh keberanian, mereka pun memutuskan untuk perlahan menaiki anak tangga di Pondokan itu satu persatu. Mereka naik dengan hati - hati sambil sesekali memperhatikan keadaan diatas.


Sesampainya dilantai atas, mereka kembali memperhatikan keadaan disekitar. Suasana dilantai atas tersebut tampak sangat gelap dan dingin. Hanya cahaya senter dari ponsel lah, satu - satunya sumber penerangan yang bisa mereka andalkan untuk sedikit memecah gelap malam yang begitu pekat saat itu.


"Num...coba deh liat disana. Bukannya itu kamar kosan yang siang tadi kita kunjungi ?" tanya Fityah kepada teman indigonya itu.


" Iya kak, emang bener itu kamar kosan yang penghuninya ngomelin kita tadi siang, tapi kok gelap banget ya kak, seperti ga ada orangnya didalam..?" sahut Hanum dengan rasa tidak percaya.


KetiKa mereka sedang asik membahas keanehan mengenai penghuni kamar kos yang mereka maksud, tak lama kemudian terdengar suara sosok wanita yang bikin kedua mahasiswi ini mati ketakutan, dan tentu saja suara itu bukan berasal dari suara manusia.


Sungguh tidak dapat dilukiskan dengan kata - kata rasa takut yang mereka berdua rasakan saat itu.

__ADS_1


Walaupun pada saat itu penerangan dilantai atas sangat minim, namun jika diperhatikan dengan seksama, sosok yang sekarang sedang menampakkan diri kepada mereka itu, bukanlah sosok yang mereka lihat sebelumnya pada saat mereka memasuki kawasan Pondokan ini, tepatnya di halaman sebelum melangkah ke anak tangga.


Penampakan sosok Hantu perempuan ini sangat menyeramkan. Dia memakai gaun panjang berwarna merah darah, rambutnya panjang dan terlihat acak - acakan hingga menjuntai sampai keujung kaki, wajahnya sangat pucat dengan lingkaran mata berwarna kehitam - hitaman, dan yang paling menyeramkan lagi, sosok itu terlihat sangat tinggi jika dibandingkan dengan tinggi normal manusia biasa pada umumnya.


Terlihat sangat jelas pada waktu itu, sosok Hantu perempuan tersebut menatap tajam kearah Fityah dan Hanum yang berdiri tegak seperti patung. Entah sejak kapan dia berada diatas tanki air itu. Yang jelas, Fityah dan Hanum baru menyadari keberadaan sosok hantu perempuan itu tatkala mereka mendengar suaranya.


"kak....gimana nih..!!! .ini udah untuk kedua kalinya kita bertemu sosok menyeramkan dikosan ini, apa kita ga pulang aja..? besok siang kita lanjutin, kita harus rame - rame kesini besok. Kita bawa Gladys dan Dina juga ." Pinta Hanum penuh dengan raut ketakutan diwajahnya.


"Aku sudah menyuruh kalian untuk tidak lagi mengunjungi dan mengusik tempat ini. Jika itu tetap kalian lakukan, kalian akan mendapatkan masalah. Apa kalian tidak mendengar ucapanku tadi siang..?" Begitulah ucapan Hantu perempuan itu sambil terbang melayang dan berdiri tepat diatas pagar pembatas di lantai dua tersebut.


"Rupanya yang kami temui siang tadi itu......???? adalah kamu ya....????" Ujar Fityah dengan bibir gemetaran dengan sekujur tubuh yang sudah bersimbah keringat dingin karena rasa takut yang mencekam.

__ADS_1


"Siapa kamu...???, mengapa kamu sangat marah kepada kami siang tadi...?" tanya Hanum yang mulai memberanikan diri berhadapan dengan sosok makhluk halus yang berada tidak jauh darinya.


**bersambung .


__ADS_2