
Setelah masuk beberapa langkah, Fityah mencoba untuk meraba kontak lampu yang berada disamping pintu kamar bagian dalam, setelah ia menekan tombol on off nya untuk beberapa kali, anehnya lampu kamarnya tersebut tidak kunjung menyala. Disaat itu juga, samar - samar ia melihat sosok Rindu duduk melayang diatas lemari pakaiannya masih dengan tampilan yang sama dengan sebelumnya.
"Baiklah temanku, aku akan pergi dulu, sebaiknya kamu cepatlah makan, nanti makananmu dingin, kapan - kapan aku akan mampir lagi kesini. Oo iya, jika sewaktu - waktu kamu perlu aku, panggil saja namaku sambil memejamkan matamu, aku akan datang..", pinta Rindu sambil langsung menghilang.
Fityah tampaknya tidak lagi menghiraukan kehadiran sosok tak kasat mata itu. Tidak ada lagi perasaan takut yang menderanya seperti dulu tatkala beberapa kali berhadapan langsung dengan sosok Rindu.
Saat pertama kali ia bertemu Rindu, ia begitu sangat ketakutan, rasa takut yang tidak bisa dilukiskan dengan kata -kata. Keadaan yang begitu terasa mencekam, sampai - sampai Fityah tidak bisa berbuat apa - apa, bahkan seolah - olah ia kehilangan banyak energi tubuhnya setiap kali Rindu menampakkan diri langsung dihadapannya.
Bau wangi - wangian bunga itu pun perlahan menghilang seiring lenyapnya sosok Rindu. Setelah berganti pakaian, Fityah pun akhirnya melahap habis menu makan siang yang dari tadi sangat menggodanya.
"Wahh...enak banget semur ayam buatan kak Las ini, sampe licin gak bersisa", ujar Fityah sambil melihat permukaan piringnya yang sudah kosong itu.
Dalam hatinya, ia begitu merasa berterima kasih kepada sosok teman barunya itu. Entah mengapa sejak Rindu memesankan menu makan siang kesukaannya tersebut, Fityah tampaknya tidak menganggap Rindu sebagai sosok arwah yang suka mengganggunya lagi.
Fityah sudah mulai membuka hatinya dengan keberadaan sosok arwah yang memiliki nama Rindu' tersebut.
__ADS_1
Jika dilihat dan ditilik dari sisi manapun, tidak akan ada satu Ajaran pun yang memperbolehkan seorang manusia berteman dengan sosok makhluk dari alam gaib. Karena takutnya nanti ada - ada saja hal buruk yang akan menimpa orang tersebut, karena selama ini makhluk astral selalu identik dengan sesuatu yang sifatnya jahat dan membahayakan jiwa dan keselamatan manusia.
Tapi Fityah meyakini kalau yang terjadi padanya saat ini, murni bukanlah sesuatu yang direncakan. Fityah sedikitpun tidak pernah berniat dan mempunyai rencana untuk memasuki dimensi lain dengan maksud dan tujuan tertentu.
Dia dipertemukan dengan sosok Rindu secara tiba - tiba, dan sejak saat itu, sosok Rindu selalu mengikutinya. Mungkin saja mereka dipertemukan dan menjadi teman karena sudah digariskan oleh yang Diatas, atau mungkin saja kemampuan menembus batas alam gaib yang dimiliki Fityah menjadi sinyal bagi Rindu untuk sedikit membantu 'PR' yang belum terselesaikan olehnya semasa hidupnya.
****
"Halo..., ini siapa ya ?", tanya Fityah kepada seseorang setelah mengangkat ponselnya.
"Ohh iya, ada apa Num..?,apa kamu sudah baikan dek..?", tanya Fityah risau.
"Mmmm...aku udah baikan kok kak..., apa aku boleh maen ke kosannya kak Fityah ?, soalnya ada banyak yang aku mau tanyain ke kakak.", jelas Hanum saat itu.
Setengah jam setelah itu, terdengar pintu kamar Fityah seperti diketuk oleh seseorang diluar. Setelah dibuka, ternyata memang benar kalau Hanum akan datang ke kosannya.
__ADS_1
"Ayooo, silakan masuk Num..", ujar Fityah sambil membuka lebar pintu kamarnya.
"Wahhh, kosan kakak nyaman banget ya.., sepertinya ini baru direnovasi ya kak ?, adem banget suasana disini..", begitu sederet komentar Hanum saat memasuki kamar kosan Fityah.
" Hehe..., iya Num, kakak pun merasa kalo kosan ini emang adem banget, dari awal kakak pindah kesini kakak udah merasa nyaman, makanya kakak betah banget tinggal disini, males buat cari kosan baru, walaupun banyak kosan lain yang lebih deket dari kampus", respon Fityah sambil mengambilkan segelas air mineral buat teman barunya itu.
" Oo iya kak, sebenernya aku kesini pengen nanya - nanya ama kakak soal kosan kemaren. Menurut kak Fit, ada yang aneh ga sih dengan kosan itu..?", tanya Hanum sambil membuka pembicaraan mereka siang itu.
"Mmmmm...gimana yaa..?, jujur aja, kakak juga merasa ada sesuatu yang beda dengan kosan itu, auranya kok kayaknya ga bersahabat dengan kita pas kita disana", jawab Fityah setengah menjelaskan.
"Ehhh..tungguu..., kok kamu bisa ngerasain yang aneh dengan kos itu sih Num ?, trus kamu juga bisa ngeliat sosok anak perempuan itu juga kan..?", ucap Fityah kepada hanum dengan beberapa pertanyaan.
Hanum diam sejenak, tidak lama kemudian ia pun menjawab seluruh pertanyaan Fityah dengan menjelaskan tentang kemampuan yang ada pada dirinya.
**bersambung...
__ADS_1