Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam
BAB 10#Mereka Kembali -ikut campur#22


__ADS_3

"Rindu...., kamu dimana...?? Aku perlu bantuanmu.." Begitu ucap Fityah seraya memanggil nama sahabat gaibnya. Sosok arwah bernama Rindu itu pasti akan selalu datang ketika Fityah memintanya untuk hadir.


Kini Fityah sama sekali sudah tidak takut lagi akan penampakan Rindu, semua hal yang menyeramkan yang ada pada arwah mahasiswi ini tidak lagi membuat bulu kuduknya merinding. Padahal dulu pada saat awal pertama kali dia melihat sosok arwah Rindu, dirinya sampai mati ketakutan melihat rongga mata Rindu yang sudah bolong, dengan bercak darah yang sudah mengering berceceran disekitaran wajahnya.


Sama seperti saat ini, dimana Fityah sangat butuh bantuan agar Rindu mau membantunya sama seperti kemaren malam, untuk mengambil kunci pintu gerbang utama Kosan Fityah. Kunci itu dipegang oleh penjaga Kost yang bernama Kak Lastri, dan ia selalu mrnggantung semua kunci - kunci di dinding warungnya yang berada dilantai satu bangunan Kosan itu.


"Hai kak Fit..., ada apakah kakak memanggilku.." Begitu Rindu menjawab panggilan sahabatnya itu, selalu dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang sangat formal dan terdengar agak unik untuk didengar pada masa sekarang.


"Rindu...., aku butuh bantuanmu lagi..,mau gak kamu membantuku lagi..", Ucap Fityah sambil senyum - senyum manis. Duh emang kalau ada mau nya, Fityah pasti senyam senyum seperti itu.


" Kakak ingin aku melakukan hal apa..?", Tanya Rindu singkat.


"Mau gak kamu ambil kunci gerbang utama sama kayak tadi malam?", ujar Fityah lagi.

__ADS_1


"Oh siap kak, kakak hendak ke Pondokan itu lagikah..?" Tanya Rindu lagi.


"Iya, bantu aku ya Rindu.." Pinta Fityah.


"Baik kak...."Seru Rindu kembali.


Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 malam. Sesuai dengan janji yang sudah dibuat dengan pak Sudirman, katanya ia akan langsung menuju ke pondokan Alesha tepat pukul 12.00 malam.


Saat sedang bicara ditelfon kemaren, Fityah sudah menceritakan maksudnya meminta Pak Sudirman datang ke Pondokan tua ini. Dan, Pak sudirman pun sudah mengakui bahwa dialah yang menggali makam Alesha sampai dengan mengubur bocah malang itu hidup - hidup.


Setelah Fityah mendapatkan kunci gerbang Kosan tersebut. Ia kemudian memasukkan kunci dan menarik pintu teralis pintu tersebut secara perlahan. Dengan rapi Fityah melakukan itu semua agar tidak ada seorangpun yang tahu jika ia pergi keluar dari Kost selarut ini.


Selanjutnya, Fityah mulai mendorong pelan motornya beberapa meter hingga dia merasa sudah mendapatkan jarak yang cukup aman untuk menghidupkan mesin motornya tersebut.

__ADS_1


Dengan perlahan, Mahasiswa yang mempunyai kemampuan istimewa itu mengendarai sepeda motornya. Beberapa menit kemudian, sampailah ia ditempat yang dituju.


Pada saat itu ia belum melihat keberadaan Pak Sudirman dipintu gerbang Pondokan tua itu. Ia pun kemudian memarkirkan motornya persis disamping pos jaga. Fityah kembali melirik arlojinya, saat itu sudah pukul 12.10 malam. "Apa mungkin pak Sudirman lupa ya...?, kayaknya aku telfonin aja deh..", ujar Fityah dalam hati.


"Ya neng...saya udah ada di gudang dari tadi., neng langsung aja kesini." Pinta suara ditelfon tersebut. Dengan bergegas Fityah melangkah dengan cepatnya ke arah gudang Pondokan. Sambil melangkah menuju ketempat yang dituju, Fityah masih sempat berfikir sendiri, " Kok, aneh ya..kemaren malam di halaman depan sini rame banget makhluk gaib yang nangkring, kenapa malam ini sepi banget ya...?" Begitu Fityah nyeletuk sambil terus mempercepat langkahnya menuju Gudang Pondokan.


Sesampainya Fityah digudang, ia melihat kesekitar tempatnya berdiri. Sepanjang matanya melihat, tidak tampak olehnya pak Sudirman disana. Padahal, beberapa menit yang lalu baru saja pak Sudirman sendiri yang memberitahunya bahwa ia sudah berada di gudang pada saat itu.


"Kemana ya..Pak Sudirman...?, katanya dia udah nungguin aku disini...?" Ucap Fityah dalam hati.


Tiba - tiba udara disekitar tempat ia berdiri berubah menjadi sangat dingin dan berangin. Angin berhembus sangat kuat dan sangat kencang, sampai - sampai menerbangkan daun - daun kering yang bertaburan disekitar halaman depan gudang. Padahal cuaca sangatlah begitu cerah malam itu, sinar rembulan menerangi gelapnya suasana di Pondokan Alesha pada malam itu.


"Ada apa ini..??" Fityah bertanya dalam hati tentang suasana aneh yang sedang terjadi padanya saat itu. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu masuk gudang seolah - olah dibanting akibat kerasnya tiupan angin, posisi pintu gudang itu terbuka dan tertutup secara bergantian. Tak lama berselang itu, terdengar olehnya suara seseorang yang berbisik ditelinganya.

__ADS_1


"Pergilah menjauh dari sini, atau kau akan kehilangan hidupmu untuk selamanya".


Sontak saja Fityah sangat terkejut mendengar suara mistrius itu, jantungnya langsung berdetak kencang, dan pola nafasnya menjadi begitu cepat. Bisa dibayangkan betapa sangat mencekamnya keadaan saat itu.


__ADS_2