Salahku? Atau Takdir?

Salahku? Atau Takdir?
Bab.20


__ADS_3

Lelaki tampan nan gagah mendekati Mila yang masih duduk dimotornya, Mila menatap kearah lelaki tersebut tanpa berkedip. Seolah matanya terpaku dengan kehadiran lelaki tersebut.


"Ini beneran kamu Mila? Aku gak nyangka kita ketemu disini," tanya lelaki tersebut mengeluarkan senyuman mautnya yang membuat perempuan seketika tethuyung dengan senyumannya.


"Iya ini aku Tam, kok kamu disini? Ngapain? Kebetulan banget ya kita ketemu disini, gimana kabar kamu? Bapak Ibumu sehat kan?" Berondong Mila membalas senyuman lelaki yang bernama Tama.


"Kebutulan ada yang baru aku beli nih, kamu ngapain kesini? Tumben amat, sabar ya Mila kamu harus kuat nerima cobaan ini. Aku sih yakin kamu bisa ngelawan ini semua soalnya kamu kan wanita kuat dan tangguh, alhamdulilah sehat La. Mereka sering loh nanyain kamu La katanya kok setelah nikah gak pernah main kerumah," jelas Tama melihat kaki Mila yang hanya tinggal satu itu.


"Aku lagi beli mesin jahit bekas tuh niatnya mau buka usaha kecil-kecilan sih untuk menyibukkan diri juga, ini lagi berusaha buat nerima semua takdir yang udah digariskan buat aku Tam. Kapan-kapan deh aku main kesana kalau ada waktu ya," jelas Mila sambil tersenyum.


"Wah boleh nanti aku bantu buat promosiin? Kebetulan sekarang kan aku bekerja disalah satu pabrik yang isinya kebanyakan perempuan, ngomong-ngomong kok aku gak ngelihat Bapak? Kemana Bapak La? Kalai Emak gimana kabarnya La?" berondong Tama dengan banyak pertanyaan.


"Makasih banget ya Tam kamu mau ngebantuin aku, oh tadi Bapak pamit pergi ke toilet. Alhamdulilah kabar Emak sehat Tam," jawab Mila menunjukkan sebuah toilet umum.


"Loh Nak Tama kok ada disini? Ngapain? Gimana Nduk udah selesai belum belinya?" tanya Mardi dari arah toilet menghampiri Tama dan Mila.

__ADS_1


"Permisi Mbak, maaf menganggu waktunya semua barang sudah tersedia tinggal pembayarannya saja. Mau menggunakan uang cash atau bagaimana?" sela salah satu pegawai yang menghampiri Mila.


"Oh sudah ya Mbak? Saya pakai uang cash ya Mbak, jadi berapa totalnya Mbak?" tanya Mila masih duduk diatas jok motor milik Mardi.


Petugas kasir tersebut memberikan sebuah nota pembayaran, Mila menerimannya lantas memberikan beberapa lembar uang. Barang itu diletakkan didekat Mila kini berada, Mila tidak lupa mengucapkan terimakasih pada petugas tadi. Mila mengamati barang yang cukup besar itu, jika barang itu dinaikkan kemotor otomatis gak akan muat.


"Aku bantuin bawa ya kamu ikut aku aja kedalam mobil biar Bapak yang bawa motornya, lagian gak mungkin juga kalau motor Bapak ditinggal disini kan? Atau mau kamu yang bawa motor?" canda Tama membuat Mila dan Mardi tersenyum saling pandang satu sama lain.


"Boleh juga itu Nak, tapi hati-hati kalau dijalan ya. Gak usah ngebut-ngebut Bapak gak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Bapak titip Mila ya Nak," jawab Mardi sambil menimpuk pundak Tama.


"Yaudah kalau gitu saya bawa Mila ya Pak, gak usah khawatir Mila pasti aman sampai tujuan gak akan lecet sekecil apapun pak. Biar saya yang gendong sampai parkiran Pak, Bapak yang bawa barang-barang aja. Nanti mobil saya yang berwarna kuning itu ya Pak,"


"Tam nanti didepan mampir dulu ya dijajanan pasar aku udah lama banget pengen makan jajanan pasar, sekalian bawain oleh-oleh buat Emak. Maaf ya aku jadi ngerepotin gini, emang kamu udah selesai kerjanya Tam?" pinta Mila sambil telunjuknya mengarah kedepan.


"Boleh nanti aku saja yang turun kamu tunggu saja dimobil, ini lagi istirahat sih La. Makanya aku pergi kepasar buat beli makanan, makanan disini enak-enak loh La. Sebenarnya Ibu udah bawain bekel sih tapi kurang banyak bawainnya makanya aku beli lagi deh," jawab Tama sesekali melirik kearah Mila dan tetap fokus menyetir.

__ADS_1


"Baiklah nih uangnya ..." ucap Mila terpotong lebih dahulu oleh Tama.


"Gak usah La biar gue aja yang traktir itung-itung buat ngerayain kembalinya kamu kesini, lagian kita udah lama banget loh gak pernah bareng kayak gini. Aku turun dulu ya kamu tunggu saja disini gak usah khawatir aku masih inget kok makanan kesukaanmu." Tama membuka pintu mobil yang sudah terparik di parkiran.


Sedangkan Mila hanya mengangguk dan tersenyum, Mila menatap kearah Tama dengan nanar. Lelaki yang pernah menorehkan cinta sekaligus luka itu kembali berada dalam hidupnya, Mila masih ingat betul bagaimana dirinya yang tidak ingin menyudahi hubungan ini. Mila bahkan sanggup untuk menunggu Tama kembali, tapi sayang Tama tetap memutuskan hubungan itu.


Mila membuka ponselnya siapa tau ada pesan masuk yang penting, ternyata tidak ada. Sebuah foto yang membuat Mila kembali mengingat hubungannya dengan Malik dan Hanan, putra tampannya membuat Mila merindukannya. Mila ingin sekali menjumpai Hanan hingga membuat Mila mengirimkan sebuah pesan kenomer Malik. Pesan tersebut Mila kirim sambil berdoa agar Malik mau membalasnya.


"Kenapa La? Kok jadi ngelamun? Jangan sedih gitu dong La, atau gimana kalau nanti aku ajakain keluar? Itung-itung buat perkenalan kamu sama kota ini lagi La? Gimana? Mau?" tawar Tama yang sudah memasuki mobil dengan membawa 2 kantung kresek.


"Loh banyak banget Tam? Ini beneran buat aku semua? Bisa gendutan aku kalau kayak gini terus, makasih ya Tam traktiranya moga rejeki kamu ngalir terus. Boleh Tam nanti aja ya kalau udah malem habis isyak gitu," jawab Mila mencoba melupakan apa yang baru saja teringat.


"Gak papa malah bagus kalau kamu gendutan, amin makasih ya La doannya, siap pokonya mah kalau itu La," jelas Tama sambil menghidupkan kembali menghidupkan mobilnya.


Tama menjalankan kembali mobilnya sepanjang perjalanan mereka terus saja bercanda tiada habisnya, Mila kembali nyaman berbicara dengan Tama bahkan Mila tidak sungkan menceritakan kembali apa yang sudah dilaluinya. Tama juga memberikan motifasi serta dukungan untuk Mila, perasaan yang belum tuntas memang kadang membuat kembali nyaman. Kenyataan itu tidak bisa Mila tampik apalagi Mila membutuhkan dukungan untuk hidupnya. Akankah Mila kembali jatuh hati dengan Tama? Dan bagaimana persaan Tama pada Mila?.

__ADS_1


Akankah mereka kembali merajut kisah yang belum usai itu? Kembali bersatu dalam ikatan cinta? Lantas bagaimana dengan perasaan Malik? Bagaimana dengan perasaan Hanan?.


Ckit! Bluk!


__ADS_2