
Malik terkekeh mendapati reaksi Mila yang seperti itu, Malik duduk disebelah Mila.
"Kamu ngapain pakai masker segala Mas? Ya allah Mas ini kan udah malem, aku pikir tadi Mas sudah tidur beneran. Mas nih ada-ada saja," ucap Mila sambil kebingungan.
"Hehehe habis Mas gak bisa tidur-tidur, yaudah mungkin dengan maskeran sedikit mengurangi beban pikiran Mas. Yaudah Mas mau cuci muka dulu deh," jawab Malik sambil masuk kedalam kamar Mandi lagi.
"Ck! Punya suami kelakuannya bisa minus begitu ya, huam…" gumam Mila sambil menguap.
Lama menanti Malik yang tak kunjung datang juga membuat Mila memutuskan untuk tertidur terlebih dahulu, hingga di pertengahan tidurnya Mila terusik dengan sentuhan lembut tangan yang menjalar ke tubuhnya. Mila menggeliat merasakan geli juga sensasi yang sudah lama Mila tidak rasakan, Mila menikmati sapuan lembut tangan itu.
Ceklek!
Ruangan menjadi gelap gulita, Malik mulai melancarkan aksinya kala Mila merespon dengan baik tanpa menolak sedikitpun. Suasana semakin panas hembusan nafas Mila dan Malik saling beradu, terjadilah pergulatan panas yang beberapa tahun menahan mereka masing-masing. Sampai pagi menyapa Mila terusik dengan sinar matahari, Mila membuka mata mendapati Malik yang sudah tidak ada di sebelahnya.
Mila kembali mengingat malam tadi, senyum merekah di bibir Mila. Hingga Mila sadar bahwa hari ini Mila akan mengantarkan Hanan pergi ke sekolah, Mila mulai pergi ke kamar mandi membersihkan diri. Tidak sampai 10 menit Mila sudah bersiap-siap, duh sial jadi kesiangan. Umpat Mila menyambar ponsel beserta tas juga kunci mobilnya, Mila mengedarkan pandangan menuju meja makan.
"Sayang? Adekmu mana? Gak ikut makan?" tanya Mila sambil menuangkan air putih kedalam gelas.
"Tadi udah Hanan bangunin Mi, tapi Hasna hanya menggeliat saja lantas melanjutkan kembali tidurnya. Yaudah Hanan tinggal saja dulu sarapan," jawab Hanan membuat Mila mengangguk.
"Mbok? Sudah cek ke kamar Hasna belum? Kalau belum biar Mila saja yang ngecek sambil bawain makanan, Mbok siapkan bekal buat Hasna saja ya. Ngomong-ngomong Pak Malik titip sesuatu gak sama Simbok," tanya Mila pada pembantu dirumah.
__ADS_1
"Belum kok Non, baik Non Simbok siapkan dulu. Tadi sempat bilang kalau Aden berangkat dulu Non, katanya gak mau bangunin Non soalnya tidur Non pules banget sampai ngorok. Pesan Aden hanya kalau ada apa-apa disuruh menghubungi aja sih Non," jelas Simbok membuat Mila mengangguk.
"Baiklah, sayang kalau gitu Mami keatas dulu ya. Kamu habisin sarapannya kalau mau nambah juga boleh kok, nanti berangkatnya bareng saja sama Adekmu biar Mami juga gak bolak-balik. Mami tinggal dulu ya," ucap Mila sambil mengacak rambut Hanan.
"Ish Mami kebiasaan deh, padahal Hanan kan udah pakai minyak rambut segala. Suka Nya bikin Hanan kerja dua kali saja," gerutu Hanan membenarkan rambutnya.
Gerutuan Hanan tidak terdengar oleh Mila hanya terdengar dengan pembantu yang membuatnya terkekeh, Mila membuka pintu kamar. Mendapati Hasna yang masih tertidur, Mila meletakkan makanan ke atas meja terlebih dahulu. Disibakkannya selimut yang menutupi Hasna, sampai akhirnya Hasna menggigil.
"Sayang apa yang terjadi? Astaga! Kamu demam ya," ucap Mila memegangi kening Hasnan.
"Mi! Dingin!" Hasna berkata dengan lirih bahkan mulutnya sudah membiru.
Mila agak kewalahan saat menuruni tangga hingga akhirnya pembantu melihat dan membantu Mila, Mila berpesan bahwa jangan katakan ini pada Emak maupun Bapak.
"Mbok? Mila harap Simbok jangan bilang ini pada Emak maupun Bapak ya, Mila takut kalau mereka jadi kepikiran. Apalagi Emak baru saja pulih dari sakitnya, nanti kalau sudah tau kondisi Hasna bagaimana baru Simbok boleh bicara. Titip rumah ya Mbok," ucap Mila sebelum menjalankan mobilnya.
"Mi? Agak ngebut sedikit ya ini Hasna semakin membiru bibirnya Mi, Hanan takut terjadi sesuatu dengan Hasna Mi. Hasna harus kuat ya Dek sebentar lagi kita sampai rumah sakit kok," ucap Hanan sambil memeluk erat tubuh Hasna.
"Iya sayang ini juga lagi diusahain biar agak cepat, kamu kan tau sekarang hari senin. Apalagi jam segini waktunya berangkat sekolah, kamu pakaikan selimut yang sudah Mami siapkan. Sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai kok," ucap Mila sambil menatap kearah Hasna.
Aaa!
__ADS_1
Ckitt!
Astaghfirullah!
Tidak fokus menyetir Mila hampir saja kecelakaan, untung mobil di depannya berjalan lambat. Hati Mila ngilu kecelakaan pertama kali membuatnya sangat ketakutan, tubuh Mila bergetar dengan hebat. Luka yang coba Mila kubur terulang kembali.
"Mi! Hanan tau saat ini Mami butuh waktu untuk menenangkan diri, tapi Mami harus ingat bahwa nyawa Hasna lebih berharga Mi. Mi ayo buruan lihatlah Hasna Mi," peringat Hanan membuat Mila tersadar.
"Ya Allah! Baiklah ayo Nak, sayang kuat ya sayang. Ini tinggal beberapa langkah lagi kok, Hanan pegangan yang kuat ya sayang. Mami mau sedikit ngebut," ucap Mila mengumpulkan tekad kembal.
Mila mulai melajukan mobilnya, kepalang masa bodoh Mila tidak peduli akan seperti apa di depan nanti. Mila kini lebih berani, bahan Hanan sampai ngilu melihat Mila yang seolah milik pembalap itu. Sampai lah kini mereka di rumah sakit, Mila berteriak meminta bantuan suster.
"Mi duduklah, tenangkan dulu diri Mami. Hasna pasti akan baik-baik saja, ngomong-ngomong Mami tadi keren loh ngalahin rosi. Hanan aja sampai takjub," ucap Hanan menepuk sebuah kursi disebelahnya.
"Mami hanya gak habis pikir kenapa Mami bisa seteledor ini sayang, sampai akhirnya Hasna begitu. Biasanya Hasna gak pernah sakit separah ini, Mami pikir karena Hasna kecapean saja makanya Mami biarin Hasna tertidur berjam-jam. Ternyata karena Hasna sakit, astaga Mami benar-benar ceroboh. Andai kemarin Mami cek tubuh Hasna mungkin tidak akan seperti ini kejadiannya," ucap Mila dengan meneteskan air mata.
"Mi tapi kemarin saat Hanan memeluk Hasna badan Hasna baik-baik saja kok, tidak ada yang aneh dengan Hasna. Hanan pikir karena Hasna terlalu capek hingga mengakibatkan Hasna seperti ini Mi, tapi semalaman Hasna terus saja mengigau Mi." Hanan mengingat kembali kejadian semalam.
"Hah? Mengigau? Apa yang Adekmu katakan sayang? Tidak biasanya Hasna mengigau, bahkan selama bersama Mami Hasna sama sekali tidak mengigau kok. Kok aneh sih," ucap Mila menatap tajam kearah Hanan.
Hanan mencoba berfikir apa yang sudah Hasna igaukan semalam, Hanan gak mungkin salah dengar dengar igauan Hasna itu. Hanan membuang muka mengingat kembali apa yang Hasna katakan, Mila menepuk pundah Hanan dengan lembut. Mila tau keadaan mengantuk memang kadang membuat lupa akan hal penting sekalipun, hanya uang saja sih yang gak akan bisa lupa hehe.
__ADS_1