Salahku? Atau Takdir?

Salahku? Atau Takdir?
Bab.6


__ADS_3

Mila tersenyum mendapat kata-kata yang tidak seharusnya Mila terima. Manda meletakkan piring sarapan kemeja yang cukup jauh dari Mila. Mila berusaha untuk mengambilnya tapi karena belum seimbang Mila menjatuhkan piring tersebut.


Tyar!


Nasi tersebut jatuh dilantai, Mila yang takut kalau sampai Manda tau pasti akan marah-marah mengambil nasi-nasi tersebut untuk dimakan. Air mata Mila terus menetes saat sesuap nasi masuk kedalam mulutnya.


Ceklek!


"Mami apa yang Mami lakukan? Sudah Mi gak usah dimakan biar Hanan ambilin lagi itu kan udah kotor." Hanan menghampiri Maminya.


"Tutup pintunya sayang! Tidak usah Mami udah kenyang lihat tinggal beberapa butir yang Mami gak sanggup makan karena udah kenyang, hati-hati ya sayang ada pecahan kaca nanti kamu kena. Hanan kok tumben udah pulang Nak?" Tanya Mila mencoba menenagkan suasana.


"Mami kenapa harus makan nasi yang udah kotor ini, Mami kan bisa minta tolong Nenek buat ambilkan yang baru. Iya Mi kebetulan guru sedang ada rapat jadi pulang lebih awal, lain kali kalau nasinya udah jatuh gak usah dimakan ya Mami nanti kalau perut Mami sakit gimana?" Hanan mengambilkan minuman yang ada dimeja.


"Kalau Mami gak makan nasi ini jadi mubadzir sayang, lagipula kasihan Nenek udah capek urus Mami. Harusnya kan Mami yang urus Nenek bukan sebaliknya, kalau gitu Hanan mau apa? Mau main atau bagaimana?" Tanya Mila sambil mengelus rambut Hanan.


"Tapi kan itu udah gak layak dimakan Mi, Hanan mau jagain Mami dan gak mau kemana-mana mau main sama Mami disini saja," jelas Hanan sambil tersenyum.


"Kalau kamu main juga gak papa sayang, Mami bisa kok urus diri Mami," jelas Mila yang memandang lekat kearah Hanan yang kini ikut berbaring disebelahnya.


"Sudahlah Mi, Hanan hanya mau sama Mami. Hanan mau pergi dulu beresin serpihan kaca ini Mi, Hanan mau ngambil sapu dulu ya Mi." Hanan ingin beranjak pergi.


"Kamu suruh Nenek aja sayang, kalau kamu yang beresin Mami takut nanti kamu kena serpihan kacanya. Nanti kamu bisa terluka sayang, bilang sama Nenek maaf karena Mami sudah pecahin piring dan teledora ya sayang," jelas Malika megengam tangan Hanan.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu akan kucari Nenek dulu Mi, Hanan juga mau ganti baju dulu." Hanan berlalu pergi meninggalkan Mila sendirian.


Sementara itu Hanan mencari Manda terelebih dahulu untuk membereskan serpihan kaca. Manda yang mendapati kabar tersebut hatinya bergemuruh namun Manda mencoba menyembunyikan dari Hanan.


"Kamu ini bagaimana sih ceroboh banget!! Kamu pikir piring ini gak dibeli pakai uang apa?" teriak Manda yang menghampiri Mila dengan membawa sebuah sapu.


"Maaf Ma, tapi piring yang Mama taruh terlalu jauh membuat Mila tidak bisa meraihnya," jelas Mila sambil tertunduk membenamkan wajahnya.


"Maaf! Maaf! Udah nyusahin masih nyalahin aku? Dasar mantu nyusahin aja!" cerocos Manda sambil menyapu serpihan kaca.


"Maaf udah bikin Mama kerja dua kali, maaf juga kalau Mila nyusahin Mama," air mata mulai mengalir dipipi Mila.


"Maaf mulu! Capek dengernya! Awas aja kalau sampai keulang lagi gak aku kasih makan sekalian!" Mandapun berlalu meninggalkan Mila.


"Mami dimarahin sama Nenek ya? Maaf ya gara-gara Hanan nyuruh Nenek Mami jadi kena marah sama Nenek." Hanan masuk menutup pintu berhambur mendekati Mila.


"Tidak apa-apa sayang, Nenek itu capek ditambah Mami berulah. Makanya Nenek jadi maraah, yaudah yuk sayang kita tidur saja." Mila mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ayo Mi, Hanan juga ngantuk nih." Hanan memeluk Mila dengan erat.


Beberapa menit kemudian Hanan tertidur, Mila mengelus puncak kepala Hanan. Mila berusaha untuk melupakan itu semua sampai akhirnya Mila ikut tertidur. Sorepun menjelang Malik pulang kerja dan langsung mencari keberadaan Hanan juga Mila. Malik membuka pintu kamar mendapati Hanan dan Mila yang masih tertidur dengan pulas.


"Udah pulang kamu Mal?" Manda menghampiri Malik yang tak jauh dari dirinya berada.

__ADS_1


"Udah Ma baru saja, bagaimana dengan Mila Ma?" Tanya Malik sambil menutup pintu kamar dan menuju sofa.


"Istrimu sangat menyusahkan!! Kau tau Mamamu ini sudah cepek ngurus rumah tapi istrimu tidak punya pengertian sama sekali, hari ini saja sudah memecahkan piring. Bagaimana dengan besok-besok." Manda mulai memperkeruh perasaan Malik.


"Masak sih Ma? Pasti Mila punya alasannya melakukan ini semua, gak mungkin Mila tiba-tiba memecahkan piring Ma," tanya Malik sedikit tidak percaya.


"Buat apa Mama bohong sama kamu? Ya coba saja kamu tanya sama Mila kalau memang gak percaya. Bahkan Mila menyuruh Hanan untuk membersihkan pecahan kaca tersebut. Mama gak mau dong cucu kesayangan Mama sampai terluka, makanya Mama yang beresin semuanya. Istrimu benar-benar sudah tidak waras!" cerca Manda yang beda dari kenyataan.


"Apa?? Mama seriusan gak bohongin Malik kan??" Tanya Malik sambil mengerutkan keningnya.


"Buat apa juga Mama bohong, coba aja kalau kamu gak percaya nanti kamu tanya sama istrimu itu," jelas Manda memberikan segelas air pada Malik.


"Kalau sampai Mama yang bohong Malik akan bertindak tegas pada Mama. Bukan apa-apa tapi semenjak Mila mengalami kecelakaan, Mama lah yang seperti tidak suka dengan Mila. Bahkan Mama menyuruh Malik supaya bercerai, Malik gak mau ya Ma kalau Mama ini membalikkan perkataan." Malik meneguk air minumnya sampai habis.


"Silahkan lakukan saja apa yang akan kamu lakukan, Mama sudah berkata dengan jujur kalau kamu gak terima ya itu urusan kamu. Lagipula kamu itu aneh Mama ini menyuruh buat kamu nikah lagi supaya kamu ada yang ngurus, bukan malah sebaliknya. Buat apa sih memeprtahankan rumah tangga kalau istrinya gak bisa apa-apa." Manda berbicara tanpa memikirkan perasaan Malik.


"Ma! Namanya juga orang lagi kena musibah, Mila juga lagi membiasakan diri seiring berjalanya waktu Mila pasti juga bisa ngapa-ngapain lagi kok," sungut Malik tak terima dengan ucapan Manda.


"Bagus! Sekarang kamu sudah mulai membentak Mama ya, sekarang terserah kamu saja. Jangan lupa tanyakan apakah benar Hanan disuruh Mila untuk membersihkan serpihan kaca itu, kalau sampai Hanan terluka apa kamu bakalan terima. Istri gak waras kok dibelain terus," balas Manda yang tidak mau kalah.


Manda terus saja mengompori Malik supaya marah dengan Mila. Ini adalah siasat Manda agar Malik bercerai dengan Mila, Sedangkan Malik yang terpancing bangkit dari duduknya. Malik menghampiri pintu kamar dengan membawa amarah, Malik membuka pintu kamar.


Ceklek!

__ADS_1


Brak!


__ADS_2