
Mila menoleh mendapati Malik yang tersenyum kearah Mila, lantas Malik mengegam tangan Mila.
"Mas? Mau belanja apa dulu? Kebetulan persediaan dapur juga habis, mau belanja buat Hanan dulu atau mau buat persediaan dapur?" tanya Mila yang kebingungan.
"Yaudah belanja buat Hanan dulu aja, kalau belanja buat Hanan kan hanya sedikit jadi kita masih biaa pilih-pilih buat belanja persediaan dapur. Lagian dari pada bolak-balik kan makan waktu," saran Malik membuat Mila tersenyum.
"Baiklah mari menuju ke toko itu Mas, bajunya bagus-bagus loh Mas. Aku sering kok belanja disini jadi kamu gak bakal kecewa sama pilihanku ini," jawab Mila dengan antusias.
"Jadi semenjak tidak denganku kamu sering shopping dong? Ngomong-ngomong kamu gak capek pakai kaki palsu seharian?" tanya Malik sedikit serius.
"Hihihi ya jiwa belanjaku mulai menggila semenjak gak sama kamu Mas, apalagi setelah aku bisa mempunyai penghasilan sendiri. Ya capek lah Mas tapi aku udah biasa, ini nanti juga dari sini atau kalau gak dimobil aku lepas kok. Kenapa Mas?" tanya Mila sedikit aneh dengan pertanyaan Malik.
"Kalau kamu merasa gak sanggup kamu duduk saja biar Mas yang beliin, kamu gak perlu khawatir selera kita itu hampir sama. Nyatanya setiap kamu meminta pilihan kamu akhirnya memutuskan untuk memilih pilihanku kan? Udah ya biar Mas saja kamu duduk saja dikursi itu," saran Malik membuat Mila tersenyum.
"Makasih ya Mas kamu dari dulu hingga sekarang gak pernah berubah, yaudah kalau gitu aku duduk ya Mas. Aku percaya kok kalau pilihan kamu itu pasti yang tebaik," ucap Mila akhirnya.
Mila meninggalkan Malik yang sedang memilih kebutuhan untuh Hanan, Mila tidak berhenti bersyukur karena Malik tidak berubah sama sekali menjadi orang asing. Dan karena itulah Mila akhirnya mantap menutuskan kembali dengan Malik, beberapa menit berlalu Malik membawa 2 kantong kresek sambil menghampiri Mila.
"Ohya sayang ini tadi aku sekalian beliin baju buat kamu, gak tau kenapa tiba-tiba ada baju yang bikin aku tertarik. Lagian udah lama kan aku gak beliin kamu baju? Semenjak kita pisah aku sama sekali belum pernah ngasih kamu apa-apa loh, ini juga sekalian beliin buat Hasna. Semoga saja Hasna suka ya, yaudah yuk sekarang kita samperin anak-anak kita. Kasihan pasti mereka sudah menunggu lama," jelas Malik sambil melihatkan belanjaan yang dibawanya.
"Duh makasih ya Mas udah repot-repot beliin aku, padahal baju-bajuku juga banyak banget yang masih baru. Yaudah yuk Mas ini juga udah sore takut kemalaman deh," ajak Mila sambil merangkul lengan Malik.
Malik dan Mila menuju tempar permainan setelah selesai barang kebutuhan dapur serta membelikan kebutuhan Hasna, Mila mendudukan pantatnya disebuah kursi yang tersedia. Sedangkan Malik mencari keberadaan Hanan dan Hasna, 15 menit berlalu Malik menemui Mila kembali tanpa membawa Hasna dan Hanan.
__ADS_1
"Loh mana mereka Mas? Kok kamu gak bawa mereka sih?" tanya Mila kebingungan.
"Hasna belum mau berhenti main, kamu aku carikan makanan dulu ya tunggu disini. Sekalian mau carikan mereka minuman pasti mereka haus." Malik berlalu pergi meninggalkan Mila.
"Yaelah Mas aku belum selesai penasarannya udah main ditinggal pergi saja, lagian aku kan masih kenyang setelah tadi makan semur jengkol bikinan Bapak," gerutu Mila menatap punggung Malik yang semakin menghilang.
Duh Malik memang kasih sayangnya gak pernah berubah, walaupun masih penasaran dengan siapa Hasna sebenarnya. Tapi Malik tetap diam tidak ingin merusak suasana, mungkin nanti setelah istirahat Malik akan bertanya mengenai siapa Hasna seseungguhnya. Bagaimanapun Malik harus tau siapa Hasna sesungguhnya, Malik mencarikan makanan yang cocok untuk Mila yang masih kenyang itu.
Bruk
Aww!
"Duh maaf-maaf! Saya benar-benar gak lihat, biar saya ganti makanannya. Sekali lagi maafkan saya," ucap Malik tak sengaja menabrak seseorang.
"Dinda? Ini beneran Dinda temannya Mila bukan?" tanya Malik setelah melihat wajah seseorang yang ditabrak.
"Malik? Ngapain kamu kesini? Ya aku Dinda, kok kamu bisa ada disini?" tanya Dinda yang ikut penasaran kehadiran Malik.
"Iya aku Malik, iya aku kesini sama Mila. Yaudah aku mau bawakan ini dulu buat Mila, sekali lagi aku minta maaf ya. Aku benar-benar gak ngeliat kalau ada kamu," sesal Malik bergegas pergi meninggalkan Dinda.
Sedangkan Dinda mengerjapkan matanya mendengar pernyataan Malik tadi, jangan-jangan Mila balikan lagi sama Malik? Batin Dinda. Dinda kembali membeli makanan setelah itu pergi dari tempat tersebut, melihat Malik meneteng sebuah makanan membuat Mila menghampirinya.
"Kamu duduk saja, ini kamu makan dulu aku mau kasih minuman ini sama Hasna dan juga Hanan. Mereka pasti kehausan," jelas Malik ingin berlalu pergi.
__ADS_1
"Tunggu Mas! Aku ikut, biar aku bujuk Hasna biar berhenti Main. Kasihan kalau Hasna terus main nanti malah kecapean," usul Mila.
"Tapi Mas gak mau nanti Hasna jadi ngambek kalau kita gak nurutin kemauannya sayang, biarkan saja dulu Hasna bermain. Lagian kata Hasna udah lama gak main kesini," tegur Malik membuat Mila tersenyum.
"Mas gak semua permintaan anak harus kita turutin, kalau kita terus-terusan turutin nanti jadi manja. Sudah kamu tenang saja Mas Hasna gak akan marah kok," imbuh Mila membuat Malik tersenyum.
Malik dan Mila menemui Hasna juga Hanan yang masih asik bermain, Malik memanggil Hanan juga Hasna supaya mendekat.
"Minum dulu ya sayang, kalian pasti capek kan?" tanya Malik memberikan minuman pada Hanan dan Hasna.
"Haus sih Pi gak capek, habis ini Hasna main lagi boleh kan?" tanya Hasna menegguk minuman yang diberikan Malik.
"Sayang habis ini pulang dulu ya? Besok kita main kesini lagi, lihat tuh Kakak udah kecapekan. Mami gak mau kalau Hasna juga kecapekan," bujuk Mila mengelus rambut Hasna yang tergerai.
"Gak mau Mi! Hasna mau main!" teriak Hasna mulai terisak.
"Sayang jangan gitu dong besok kita kesini lagi ya, lagian besok Hasna kan sekolah. Mami gak mau kalau Hasna malah jadi sakit, sekarang kita pulang ya lihat tuh bentar lagi juga mau hujan. Hasna harus nurut sama Mami katanya Hasna gak mau nakal-nakal, yuk sayang pulang. Mami janji besok kita kesini lagi," rayu Mila membuat Hasna berfikir sejenak.
"Gak mau Mi! Hasna maunya main sekarang! Hasna janji gak akan sakit kok," tolak Hasna membuat Mila geram.
Hasna!
Teriak Mila membuat Hasna menangis, Malik mengusap punggung Mila. Malik menatap kearah Mila melihat Hasna yang sesenggukan menangis, benar kata Malik bahwa Hasna memang sedang ingin bermain. Mila berusaha membuat Hasna tenang, namun Hasna tak kunjung berhenti menangis. Duh jadi kacau nih!.
__ADS_1