
Teriak gadis tersebut yang bernama Hasna, ya Hasna merupakan anak dari Malik dan Mila namun Malik sama sekali belum mengetahuinya. Hanan melepaskan pelukan Mila saat Hasna menghampiri Mila dan memeluknya sangat erat, Hanan menatap heran kearah Malik.
"Mami kenapa gak pulang-pulang? Mami dari mana? Kenapa ninggalin Hasna sendirian?" celoteh Hasna memberondong pertanyaan.
"Maaf ya sayang Mami harus pergi tanpa pamit sama Hasna dulu, maaf juga udah ninggalin Hasna sendirian dan bikin Hasna khawatir. Mami janji gak akan main pergi ninggalin Hasna lagi, Hasna kan anak pemberani jadi Mami tinggal saja. Hasna gak marah kan sama Mami?" Mila berjongkok sambil memeluk Hasna dengan begitu sayang.
"Nggak sih Hasna gak marah sama Mami, Hasna hanya takut kalau sampai Mami gak balik lagi. Emang Mami dari mana? Terus ini siapa? Kenapa tadi meluk-meluk Mami? Mamikan Ibunya Hasna? Kenapa anak ini main meluk-meluk Mami?" gerutu Hasna memandang geram kearah Hanan.
"Oh iya kenalin ini namanya Kak Hanan, kalau itu namanya Papi Malik. Iya memang Hasna ini anak Mami, tapi Hanan juga anak Mami. Hasna mereka akan menjadi keluarga kita, nanti rumah bakal rame jadi Hasna tidak sendirian lagi. Hasna seneng kan punya keluarga baru?" Mila mengenalkan Hanan dan Malik pada Hasna.
"Kak? Maksud Mami anak laki-laki ini Kakak Hasna? Dan anak Mami gitu? Om ini Papinya Hasna? Mana bisa! Papinya Hasna itu Tama bukan Malik!" teriak Hasna lari masuk kedalam rumah.
Hasna!
Teriak Mila, Mila tidak mengerti kenapa menjadi seperti ini? Apakah Hasna marah? Ya Tuhan kenapa bisa jadi serumit ini.
"Yaudah yuk sayang kita masuk, ayo Mas masuk dulu kalian kan butuh istirahat. Biar nanti aku yang jelasin semuanya, pasti kalian sedang berfikir siapa Hasna ka? Yaudah yuk masuk," saran Mila merangkul Hanan yang kini mulai sama tingginya dengan Mila.
"Memang Hasna itu siapa sih Mi? Kok mirip sama Papi? Udah gitu cemburu lagi sama Hanan? Hanan kan anak Mami kenapa anak itu mesti cemburu ngeselin deh!" gerutu Hanan membuat Mila mengacak rambutnya.
__ADS_1
"Sudah dong sayang, kamu ini baru dateng udah marah-marah aja. Makan dulu ya? Itu udah disiapin sama Simbok pembantu rumah sini, makan dulu ya Mas? Kamu pasti juga laper kan?" tawar Mila yang diangguki oleh Hanan dan Malik dengan senyuman.
Mereka menuju meja makan untuk makan bersama terlebih dahulu, sebelum melanjutkan kembali aktivitasnya. Lagian perut mereka juga perlu diisi, perjalanan 2 jam membuat perut mereka keroncongan.
"Mbok? Apa Hasna sudah makan?" tanya Mila disela makannya sudah habis.
"Belum Non, semenjak kepergian Non beberapa hari yang lalu Hasna tidak mau makan. Tapi kalau malam suka mengendap pergi ke dapur untuk mencari makanan Non, makanya sebelum saya tidur selalu saya siapin makanannya Non. Unik sekali anak itu Non tingkahnya benar-benar menggemaskan," jelas Simbok membuat Mila tersenyum.
"Yaudah Mbok siapin aja biar nanti saya bawa kekamarnya, makasih udah jagain Hasna saat saya gak ada ya Mbok. Memangnya Emak gak datang kesini Mbok?" tanya Mila penuh penasaran.
"Baik Non saya siapin dulu, enggak Non 1 hari yang lalu sih datang kesini. Habis itu gak datang kesini lagi gak tau kenapa," jawab Simbok berlalu pergi menuju dapur.
"Coba nanti kita pergi ke rumah Emak saja sayang, takut aja kalau terjadi sesuatu sama Emak. Bukankah selama ini Emak terus bekerja? Lebih baik kita nanti kesana saja, sekalian Mas juga pengen main kesana. Udah lama mas gak pernah berkunjung kesana," sela Malik yang diangguki Mila.
"Ikut saja lah, lagian buat apa Hanan dirumah kalau gak ada Mami, kalau ada Mami kan Hanan bisa ngobrol. Lagian Hanan juga udah lama gak pergi kerumah Nenek." Hanan memandang kearah Malik juga Mila secara bergantian.
"Kan ada Hasna, kamu bisa kok ajakin ngobrol Hasna. Yaudah Mami mau pergi ke kamar Hasna dulu ya, kalian kalau mau pergi ke kamar mandi boleh silahkan. Kamar kamu ada diatas ya Sayang bersebelahan dengan Hasna, sedangkan kamar kita di bawah ya Mas yang itu," tunjuk Mila menjelaskan salah satu kamar.
"Baiklah kalau gitu aku mau mandi dulu, tapi Mas gak ada baju ganti gimana dong? Masak Mas harus pakai baju kamu?" goda Malik membuat Mila tersenyum.
__ADS_1
"Ada baju Mas tapi punya Bapak, itupun aku belikan Bapak karena kebesaran makannya gak jadi kukasih. Kamu pakai aja Mas bajunya masih baru kok, aku naik keatas dulu ya sayang. Kalau mau rebahan dulu gak papa mau disini dulu juga gak papa, atau mau main game diruang tamu juga gak papa buat senyamanya kamu aja." Mila menghampiri Hanan setelah itu pergi menaiki tangga menuju kamar Hasna.
"Pi Hanan mau bicara sesuatu nih, Hasna itu anak siapa ya Pi?" tanya Hanan melirik kearah Malik.
"Papi juga gak tau, nanti kita tunggu penjelasan Mamimu. Papi mau pergi ke kamar dulu, kamu mau ngapain?" tanya Malik sambil berdiri.
"Yaudah deh, Hanan mau pergi ke ruang tamu saja. Semoga aja Mami mau bercerita ya Pi." Hanan berlalu pergi meninggalkan Malik sedangkan Malik menuju kamar yang ditunjuk Mila.
Tok! Tok! Tok!
Hasna ini Mami!
Teriak Mila dari arah pintu kamar Hasna, Hasna sama sekali tidak menyahut teriakan Mila membuat Mila semakin khawatir. Itu anak sedang ngapain didalam kamar? Mila membuka pintu ternyata pintunya tidak dikunci. Mila memasuki kamar yang tidak ada siapapun di dalam kamar tersebut, kemana Hasna kini berada? Tadi Simbok bilang bahwa Hasna di dalam kamar, kenapa sekarang tidak ada?.
Mila membuka kamar mandi, namun nihil tidak ada siapapun didalam kamar mandi itu. Mila duduk di sebuah tempat belajar Hasna, Mila bertanya-tanya kemana perginya anak itu. Apakah sebegitu marahnya Hasna pada Mila? Akh andai Mila menceritakan sesungguhnya mungkin semuanya tidak akan seperti ini, sayang Hasna sudah menganggap Tama sebagai ayahnya.
Dasar bodoh!
Gerutu Mila sambil meneteskan air mata, andai dulu Mila mendengarkan perkataan Emak dan Bapaknya agar menceritakan pada Hasna lebih awal. Semuanya tidak akan menjadi kacau seperti ini, bahkan kini Hasna tidak ada didalam kamar. Apakah Hasna pergi menemui Marni Neneknya? Tapi gak mungkin karena tadi Mila melihat Hasna masuk kedalam rumah. Mila ingat betul Hasna memasuki rumah.
__ADS_1
Drttt!
Astaghfirullah! Hasna!