Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
10 - Menyemangati


__ADS_3

Sedikit kecanggungan Arnan pada Arya karena lama tidak bertemu,sudah beberapa bulan dan hampir 1 Tahun mereka tidak pernah bertemu meski mereka tinggal di kota yang sama.


Arya dan Arnan pun mulai membicarakan kerja sama di antara perusahaan mereka,Arnan semakin senang saat Arya berkata akan membantu mempromosi kan perusahaan nya ke perusahaan lain,karena merasa jaringan Arya sudah sangat banyak.


"Aku akan membantu mu,tinggal kau saja yang berusaha menyakinkan mereka kalau perusahaan mu dapat di percaya." Ucap Arya.


"Iya,aku akan berusaha,maaf sudah merepotkan mu." Ucap Arnan.


Arya pun tersenyum. "Kenapa kita harus canggung seperti ini berbicara,kau kan adik ku,tentu saja ini bukan masalah yang besar." Ucap Arya tertawa. Arnan pun ikut tersenyum


"Ayo,kita makan siang dulu bersama,lama sudah kita tidak makan bersama." Ajak Arya dan Arnan pun tidak menolak nya,mereka berjalan keluar dari ruangan Arya dan berjalan ke arah kantin kantor.


•••


Seminggu berlalu.


Tia dan Arnan pun berhasil melewati hari selama seminggu dengan baik bersama. mereka lalu pulang ke rumah orang tua Tia untuk mengambil Artia,Sepanjang hari Tia sangat merindukan Artia,karena belum terbiasa terpisah dengan putri nya seharian,meski sudah seminggu.

__ADS_1


"Bagaimana perkerjaan mu hari ini nak?." Tanya Bu Tiwi.


"Baik ma,hanya Aku rindu dengan Anak ku." jawab Tia.


"Apa Artia menyusahkan Mama?." Tanya Tia.


"Tidak,Tidak sama sekali,dia sangat manis." Jawab Bu Tiwi.


Setelah sejenak bersantai di rumah orang tua mereka dan juga makan malam bersama,Arnan dan Tia pun kembali pulang ke rumah,Dalam perjalanan Tia terus menciumi Artia karena rasa rindu nya.


"Menurut ku semua sangat penting dan jangan sampai di lewati." Balas Tia.


"Tapi rapatnya di jam yang sama,tapi aku rasa aku akan batalkan pertemuan dengan perusahaan baru itu,aku nyakin mereka tidak akan mau bergabung dengan perusahaan ini,seperti perusahaan yang sudah lalu." Ucap Arnan sedikit tidak bersemangat ketika mengingat saat banyak perusahaan yang ia coba untuk menjalani kerja sama namun di tolak.


Tia lalu memegangi tangan suami nya yang sedang mengfokuskan padangan nya ke jalan.


"Kau tidak boleh menyerah sebelum berperang,coba lah untuk berfikir positif,mungkin saja kali ini berbeda." ucap Tia.

__ADS_1


"Aku yang akan mewakilkan mu untuk pertemuan ini,aku dulu sering belajar bersama Papa,aku rasa aku bisa." Ucap Tia.


"Kau nyakin?." Tanya Arnan.


"Tapi kalau aku gagal bagaimana?,kau tak akaj marah kan?." Tanya Tia.


Arnan lalu mengacak rambut Tia dengan lembut sembari tertawa," baru saja kau mengatakan jangan menyerah sebelum berperang,kenapa mala sudah memikirkan akan gagal." Ucap Arnan dan Tia pun menyengir.


"Aku tak akan marah,yang penting kita sudah berusaha,kalau gagal mungkin belum rejeki nya." Ucap Arnan dan Tia pun mengangguk.


•••


Keesokan Harinya.


Siang itu,Tia di kantor sedang menyiapkan mental nya untuk pertama kali nya akan bertemu Klain di saat ia masih terbilang baru di sini. ia mencoba menghilangkan ke grogiannya. sementara suami nya sudah berangkat bersama Arya untuk bertemu Klain.


Tia sudah belajar dengan Arnan dan ayah nya m,cara bertemu dengan Klain dan menyakinkan mereka kalau mereka tidak akan salah dan menyesal berkerja sama dengan perusahaan nya.

__ADS_1


__ADS_2