
Siang itu.
Arnan begitu memikirkan Tia yanh tidak tahu kenapa bersikap seperti itu dengan nya,Arnan benar - benar tak bisa konsen bekerja karena hal ini.
Tok
Tok
Tok
"Masuk."Arnan mempersilakan siapa pun yang mengetuk pintu nya untuk masuk.
Aura yang tadi mengetuk pintu pun masuk ke dalam ruangan Arnan. Aura melihat wajah Bos nya itu tampak begitu seperti sedang banyak pikiran. "Bapak sakit?." Tanya Aura.
"Tidak,ada apa?." Jawab Arnan sembari Mempertanyakan kedatangan Aura ke ruangan nya.
"Pak,Nanti sore ada meeting,ini berkas nya pak." Aura memberikan sebuah Map pada Aura.
"Batalkan saja meeting hari ini,Ganti hari lain saja,kepala saya sedikit berat."Ucap Arnan sembari mengembalikan map itu pada Aura untuk di simpan dulu.
"Baik pak."Balas Aura dan akan keluar dari ruangan Arnan,Aura terlihat tersenyum jahat,ia lekas berjalan keluar dan kembali ke meja kan.
Arnan menyandarkan kepala nya di sandaran kursi,kepala nya kini terasa berat,ia menutup mata nya,berharap bisa sejenak menghilangkan rasa berat di kepala nya.
__ADS_1
Tiba - tiba Aura datang lagi dan mengagetkan Arnan,Arnan membuka mata dan menatap Aura.
"Maaf pak,ini saya buatkan kopi untuk bapak,siapa tahu bisa buat bapak lebih enakan."Ucap Aura.
"Terima kasih."Balas Arnan.
Aura lalu berjalan mendekati Arnan dengan memasang posisi berjalan yang mengairahkan. Arnan melihat tapi ia membuang wajah nya ke arah lain,membiarkan Aura menaruh kopi itu di atas meja nya.
"Pak,saya bisa memijitkan kepala bapak,kalau bapak mau,pijitan saya enak loh pak."Ujar Aura menawarkan diri setelah menaruh segelas kopi itu di depan Arnan.
"Tidak,Tidak perlu,kau boleh keluar."Ucap Arnan.
"Baik pak."Balas Aura.
Aura pura - pura tersandung. "A...."Aura terjatuh di pangkuan Arnan. membuat Arnan sangat terkejut.
"Maaf pak,saya gak sengaja,auw kaki ku sakit."Ucap Aura yang masih berada di pangkuan Arnan.
"Tidak apa - apa." jawab Arnan.
Arnan menelan Saliva nya saat ia melihat Wajah Aura begitu dekat dengan nya. Aura pun mencoba berdiri dan sedikit memiringkan dada nya ke wajah Arnan. membuat Arnan terkejut melihat kedua gunung yang tertutupi kemeja ketat itu berada di hadapan nya. lekas Arnan membuang wajah nya ke arah lain. satu tangan nya mendorong punggung Aura agak segera berdiri dari pangkuan nya. menghindari hal - hal yang tidak diinginkan.
"Auw sakit."Ucap Aura saat akan berdiri.
__ADS_1
Arnan lekas membantu wanita itu untuk duduk di kursi di depan meja nya. "Kau tidak apa - apa?." Tanya Arnan.
"Sakit Pak,seperti nya kaki ku terkilir."Ucap Aura.
"Aku akan meminta yang lain untuk membantu mu."Ucap Arnan. Tangan Aura menarik tangan Arnan,Arnan terkejut dan menoleh kembali ke Aura saat ia akan keluar.
"Pak,tolong ambilkan saleb di meja saya saja pak,saya akan memakai nya sendiri,setelah itu saya akan kembali ke meja saya sendiri."Ucap Aura. Arnan pun terpaksa mengiyakan kan,mengambil saleb di laci meja yang di beritahu Aura.
Saat membuka meja laci Aura,Arnan terkejut melihat ada foto Aura berpakaian seksi,ia melihat foto itu dan mengeleng - gelengkan kepala nya. mencoba menghilangkan pikiran godaan setan.
Dulu,Arnan yang memang seorang badboy saat masih masa kuliah dan jalan dengan banyak wanita sangat tidak tahan kalau melihat wanita cantik dan seksi,tapi untuk sekarang ia mencoba menahan nya,ia tak ingin melukai keluarga nya termaksud Tia.
Arnan menutup kembali setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan. "ini,pakai."Ucap Arnan memberikan saleb itu dan duduk kembali di kursinya.
Saat Arnan baru duduk,Arnan terkejut saat melihat Tia datang ke ruangan nya. "Sayang."Ucap Tia membuka pintu,namun terkejut melihat keberadaan Aura yang duduk di kursi depan meja suami nya. Aura yang melihat kedatangan Tia pun merasa kesal.
"Aura kau sedang apa disini?." Tanya Tia.
"Kaki saya terkilir Bu,saya akan ke meja saya Bu."Ucap Aura.
"Baiklah."Balas Tia. Aura lekas berdiri dengan berjalan pincang ,keluar dari ruangan bos nya. "Menganggu saja."Gumam Aura.
Tia melihat ke arah Arnan yang lansung menatap layar monitor nya,ia merasa masih kesal dengan sikap Tia pada nya tadi pagi,ia mencueki kedatangan wanita itu.
__ADS_1