Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
29 - Bulan Madu


__ADS_3

Dalam perjalanan, Arnan mengandeng tangan Tia saat masuk bandara mau pun di dalam pesawat, Tia merasa hangat dengan sentuhan itu. Melihat Arnan yang tertidur di samping nya, Tia tersenyum menatap nya.


"Seharusnya Kita bisa bahagia." Batin Tia, tatapan yang tadi menatap dengan senang, seketika kembali sendu saat mengingat kembali apa yang Arnan lakukan pada nya.


Saat sampai negara tempat mereka akan berbulan madu, Arnan berjalan bersama Tia masuk ke dalam hotel.


"Ini hotel nya."


"Bagus kan?."


"Iya Bagus."


"Aku pesan hotel terbaik untuk penginapan kita." Ucap Arnan. Tia membalas dengan senyuman.


Namun langkah kedua terhenti saat Tia bertabrakan dengan seseorang.


"I Sorry Miss ." Ucap laki-laki Itu


"Its Okay." Balas Tia.


Arnan melihat dan mengenali orang yang menabrak Tia, begitu juga dengan pria itu.


"Arnan."


"Arnold."

__ADS_1


"Apa kabar?." Pria bernama Arnold itu berjabat tangan Dengan Arnan. Tia pun hanya melihat dengan heran, sembari menunggu penjelasan Siapa laki-laki itu.


"Aku baik, senang bertemu dengan mu disini." Balas Arnan.


"Iya, kau disini?, apa ada urusan bisnis?." Tanya Arnold lagi.


"Tidak, tidak, kami datang untuk liburan saja, kalau pun ada urusan bisnis, bukan kah sudah pasti aku mencari mu." Ucap Arnan. Kedua pun tertawa bersama.


Arnold lalu melihat Tia. Arnan pun lekas mengenalkan Tia pada Arnold.


"Ini istri ku."


"Sayang, ini rekan bisnis ku yang memiliki perusahaan besar disini." Ucap Arnan.


"Arnold, Maaf Tadi tidak sengaja menabrak mu." Balas Arnold.


"Iya, tidak apa-apa." Kata Tia, Arnold mengangguk.


"Oh iya Arnan, Besok aku akan merayakan 5 Tahun berdirinya perusahaan ku di Restoran Berlin, banyak rekan bisnis ku yang datang juga, barang kali bisa menambah relasi untuk perusahaan mu, kebetulan kau disini, aku harap kau datang dengan istri mu." Tutur nya.


"Iya, nanti aku akan luangkan waktu untuk datang." Balas Arnan.


Obrolan singkat pun terjadi di lorong Hotel.


"Kenapa kamu bisa kenal dia?." Tanya Tia.

__ADS_1


"Dia teman SMP ku, saat aku membangun perusahaan pertama kali, Kak Arya yang mengenalkan aku pada nya, ternyata kami teman SMP." Jawab Arnan.


Tia pun mengangguk mengerti, pantas saja ia tak kenal dengan Arnold, karena Ia hampir mengenal semua teman-teman suami nya itu, karena mereka adalah teman 1 kampus dulu.


Perjalanan yang panjang di lalui Tia dan Arnan, kedua nya membaringkan tubuh di tempat tidur yang terasa empuk saat itu.


Saat Tia terbangun, Ia tak menemukan Arnan ada di kamar, namun ia melihat Pintu kamar mereka terbuka, ia sejenak duduk di tepi tempat tidur mengumpul kan nyawa nya. Namun setelah itu, Arnan masuk ke dalam.


"Sayang kau sudah bangun, ayo kita turun untuk cari makan malam, kamu pasti sudah lapar kan."Ucap Arnan.


"Kau dari mana?." Tanya Tia.


"Mengangkat telefon dari Arnold, dia mengingat kan kita untuk datang besok malam." Jawab Arnan.


"Apa kita akan datang?." Tanya Tia.


Arnan melihat Tia sebelum ia menjawab. "Tidak apa-apa kalau kau ingin datang, aku akan menemani mu." Kata Tia lagi sebelum Arnan menjawab.


"Boleh kah?."


"Tentu saja, bukan kah kau dengar dari teman mu itu, barang kali kau mendapatkan rekan bisnis baru untuk di ajak kerja sama, lagi pula hanya sehari, kita masih lama disini." jawab Tia.


Arnan tersenyum mengangguk. "Terima kasih pengertian nya." Balas Arnan.


"Aku selalu mengerti mu Arnan, aku juga berharap kau bisa lebih peka dan mengerti perasaan ku saat ini." Batin Tia.

__ADS_1


__ADS_2