Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
26 - Rasa Cemburu


__ADS_3

Di sisi,tanpa orang - orang sadari,sedari tadi Arnan memandangi kakak nya dan Kakak ipar nya sedang berduaan,Rasa cinta nya pada Tiara sedari dulu benar - benar tak bisa Arnan hilang kan,ia pun tak mengerti,ia mencintai Tia,tapi dia masih juga mencintai Tiara.


Kedua mata nya melihat pemandangan yang selama ini selalu ia hindari sejak dulu,ini benar - benar membuat nya merasakan sakit di dada dan rasa cemburu menyelimuti diri nya. Arnan pun lekas berdiri dan berlalu untuk masuk ke kamar nya,tak mau melihat pemandangan itu lebih lama,Tia yang sedang membantu ibu mertua nya itu melihat suami nya pergi. "Mau kemana dia." Gumam Tia dalam hati.


Tia lalu menoleh ke arah Tiara yang terlihat sedang bermesraan dengan Arya,Tia pun mengerti apa yang sedang di pikirkan suami nya,dari dulu Hingga sekarang,Tia selalu berusaha mengerti dan memahami Arnan yang memang mencintai Tiara dari masa kuliah,ia sadar hubungan pernikahan yang di awali tanpa cinta dan di awali dengan ketidak sengajaan membuat Tia mencoba sabar dan mencoba menahan diri dan menyakinkan hati nya kalau ia harus menerima apa yang akan terjadi dalam rumah tangga nya,jika ia menikah dengan Arnan,karena cinta Tia lebih besar untuk Arnan sejak dulu hingga kini.


Tia lalu berjalan untuk mencari Arnan ke dalam rumah,Ia melihat Arnan sedang duduk di depan layar monitor nya. Tia mencoba tersenyum dan menghampiri suami nya itu.


"Sayang,kenapa pergi?." Tanya Tia.

__ADS_1


"Ada kerjaan yang harus aku selesai kan,kamu nikmati saja ya." Ucap Arnan.


"Kamu baik - baik saja kan." Tanya Tia.


Arnan menoleh ke arah Tia,merasa heran dengan pertanyaan Istri nyanitu,baru akan menjawab,Tia dan Arnan mendengar kehebohan dari luar Rumah dan lekas ikut menghampiri,baru saja akan keluar ,Arnan dan Tia melihat Tiara di gendong oleh Arya masuk ke dalam rumah,Tiara tampak tidak sadarkan diri.


Arnan dan Tia pun menjadi khawatir dengan keadaan Tiara. "ada apa kak?." Tanya Arnan.


"Sudah,Papa sudah menghubungi dokter." Saut Pak Wijaya.

__ADS_1


Arnan membantu Arya membawa Tiara ke kamar tamu dan membaringkan nya,Arnan terlihat sangat cemas sama seperti Arya. Tia lagi - lagi harus menelan Saliva,menahan sabar melihat Suami nya begitu perhatian dengan Cinta pertama nya. Meski di sisi lain Tia khawatir dengan sahabat nya,di sisi lain hati nya juga terasa sakit.


"Dia pasti kelelahan,seharian membantu Mama menyiapkan semua keperluan untuk bakar - bakar." Ucap Ibu Arnan.


"Iya Ma,Tiara pasti kelelahan." Saut Tia cemas.


Tidak butuh waktu lama,dokter pribadi Keluarga Wijaya pun datang dan memeriksa keadaan Tiara,semua keluarga menunggu di luar,kecuali Arya yang menemani istri nya di dalam.


Dokter mengatakan kalau Tiara hanya kelelahan dan belum makan,Mereka juga mendapatkam kabar bahagia,kalau Tiara sedang mengandung anak kedua.

__ADS_1


Arya yang mendengar kabar itu tentu saja sangat senang tak terkira,ia langsung memberi tahu kabar itu kepada semua keluarga yang sedang menunggu kabar dari dalam kamar.


Pak Wijaya dan Istri nya juga ikut senang,begitu juga dengan Tia,sementara Arnan hanya biasa - biasa saja,ia hanya ingin tahu kabar Tiara baik - baik saja,namun bagaimana pun ia akan memiliki seorang keponakan lagi,ia pun tersenyum saat Arya memberikan kabar bahagia ini.


__ADS_2