
Setelah kepulangan Tiara dan Nia.
Tia menidurkan Artia di kamar,sembari menunggu Arnan yang akan pulang dari kantor.
Tia mencuci wajah nya di wastafel kamar mandi,sejenak ia memandangi wajah nya,Ucapan Nia masih membekas dan teringat di pikiran nya,meski tadi ia mengatakan kalau ia tidak apa - apa.
Ia memandangi dan mengelus wajah nya dengan tangan nya pelahan. terlihat sangat kusam dan tak terawat,ia lalu mengelus kulit pada tangan nya dan sama hal nya ia rasakan. ia pun mencium aroma pada Daster yang ia kenakan,karena ia belum mandi,aroma tidak sedap pun menyergapi hidung nya. ia teringat pada Arnan yang beberapa kali menanyakan pada diri nya apa mau mencari pembantu. "Apa Ini alasan nya?." Gumam Tia.
tiba - tiba ia mendengar Bell pintu rumah berbunyi,menghentikan ia bercermin dan lekas ia keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang,dan mungkin saja itu Arnan pikirnya.
Saat pintu terbuka,benar saja,Arnan yang datang,Pria bertubuh kekar itu memberi senyuman pada istri nya lalu masuk ke dalam rumah.
"Sayang,kau sudah pulang,Ayo makan,aku baru saja memasarkan makanan untuk mu,masih panas."Ucap Tia.
"Iya sayang."Balas Arnan dan berjalan bersama Tia ke meja makan.
Tia duduk berhadapan dengan Arnan,menemani suami itu makan. "Kau tidak makan?." Tanya Arnan pada istrinya.
"Tidak sayang,aku sudah makan tadi bersama Tiara dan Nia."jawab Tia.
__ADS_1
"Mereka datang?." Tanya Arnan sembari menikmati makanan nya.
"Iya,mereka datang mengajak menonton film di rumah." Jawab Tia.
Ingin Rasa nya Tia menanyakan pada Arnan,apa ia suka dengan diri nya yang sekarang,namun tiba - tiba suara Artia seperti nya terbangun dan lekas Tia meninggalkan Arnan untuk menghampiri Putri nya.
Setelah makan,Arnan pun masuk ke kamar untuk mandi dan melihat Tia sedang di atas tempat tidur menidurkan kembali putri mereka.
Saat Arnan keluar dari kamar mandi,Tia menghampiri Arnan dan bermaksud ingin mencium bibir Arnan,namun Arnan seperti menghindari nya,entah itu hanya perasaan nya karena teringat pada ucapan sahabat nya.
"Sayang,mandi lah,aku akan menjaga Artia,setelah ini aku mau ke ruangan kerja ku dulu ya." Ucap Arnan pada Tia dengan lembut.
"Iya."Balas Tia yang seperti tidak senang dengan ucapan suami nya yang seolah menyinggung nya bau,tapi lagi - lagi ia hanya terbawa perasaan saja.
"Tidak."Balas Arnan.
Tia pun tersenyum,seolah ia tahu kalau Arnan berbohong dan berjalan masuk ke ke kamar mandk,sementara Arnan masih menatap wanita itu hingga pintu kamar mandi menelan nya dan hilang dari jangkauan mata nya.
Di kamar mandi.
__ADS_1
Tia berendam di bath tub ,berendam air hangat,sudah lama ia tak melakukan ini,ia merasa sangat nyaman,ia benar - benar kehilangan waktu menyenangkan nya saat masih belum menikah,sampai ia seperti baru mengenal yang nama nya tempat berendam ini.
Tok
tok
tok
terdengar suara ketukan pintu mengagetkan Tia yang sedang asik berendam.
"Sayang,kau baik - baik saja kan?." Tanya Arnan dari balik pintu.,karena sangat sunyi di kamar mandi.
"Iya sayang,sebentar lagi aku keluar."Jawab Tia menghela nafas.
baru sebentar ia menikmati kenikmatan yang telah lama tidak ia rasa kan,seperti tidak cukup,tapi Arnan sudah memanggil nya,mungkin Arnan harus segera ke ruangan kerja nya.pikirnya.
Segera ia berbilas dan keluar dari kamar mandi. "Sayang,kalau kau mau ke ruangan mu,pergi lah,aku akan menjaga Artia."Ucap Tia saat keluar dari kamar mandi dan masih berbalut handuk.
"Kau sangat berbeda hari ini,apa kau baik - baik saja?." Tanya Arnan.
__ADS_1
"Tidak apa - apa."Balas Tia singkat dan memilih baju untuk ia kenakan.
Tiba - tiba ponsel Arnan berbunyi,ia harus ke ruangan nya mengecek kerjaan nya. "Baiklah,aku ke ruangan kerja ku dulu."Ucap Arnan dan Tia hanya mengangguk.