
Keesokan harinya.
Arnan akan berangkat ke kantor dan sebelum nya ia pun sarapan lebih dulu bersama Tia.
Arnan masuk ke dapur dan melihat Tia sedang mencuci piring setelah selesai memasak,Arnan mendekatinya dan memeluk Tia dari belakang,Tia terkejut,namun ia tersenyum saat melihat suami nya yang berada di belakang nya.
"Sayang,nanti ada pembantu yang datang dari rumah Mama,mulai nanti jangan lagi bekerja di dapur,aku hanya ingin kamu fokus dengan anak kita dan juga diri mu,aku tak ingin kau kelelahan,nikmati hari mu dengan selalu bahagia." Ucap Arnan tiba - tiba,membuat Tia merasa tersentuh dengan ucapan suami nya.
Tia mematikan keran air di wastafel cuci piring itu ,mengibas - ngibas kan tangan nya dari air sebelum ia membalikan tubuh nya menatap Arnan.
"Terima kasih sayang." Balas Tia saat sudah saling berhadapan,Tia mengecup pipi Arnan dan Arnan pun tersenyum.
•••
Di kantor.
Arnan baru saja tiba di kantor nya. dan lansung di sambut oleh Aura. "Pagi Pak." Sapa Aura.
"Pagi." Balas Arnan sembari berjalan memasuki kantor di ikuti Aura.
"Bagaimana kata Yongki?." Tanya Arnan sambil memasuki Lift dan Aura lansung menekan tombol lantai di mana kantor mereka berada.
__ADS_1
"Kata Pak Yongki sudah di urus pak,segera akan beri tahu bapak." Jawab Aura.
"Ou iya pak,hari ini ada meeting dengan perusahaan Pak Andyono." Ucap Aura mengingatkan jadwal mereka hari ini.
Mendengar ucapan Aura,Arnan teringat kalau map yang di bawa nya pulang ke rumah tertinggal di ruangan kerja nya. "Aura,keruangan ku sebentar " Ucap Arnan dan Aura mengangguk mengiyakan.
"Apa ada masalah pak?." Tanya Aura saat melihat raut wajah Arnan berubah saat memasuki ruangan nya dan duduk di kursi kerja nya.
"Jam berapa kita meeting hari ini?." Tanya Arnan.
"Jak 10 Pak." Jawab Aura.
Arnan lalu melihat jam tangan yang melingkar di tangan nya. "Map untuk meeting saya ketinggalan di rumah,kamu tolong ke rumah saya dan ambil map nya dari istri nya,map warna kuning di atas meja kerja saya. "Ucap Arnan dengan nada tegas dan memerintah Aura.
"Minta supir kantor untuk mengantar kamu,mereka tahu tempat nya." Ucap Arnan.
"Baik pak." Jawab Aura dan lekas permisi keluar dari ruangan Arnan. ia pun lansung berangkat untuk menuju ke rumah Arnan.
"Harus bertemu dengan Istri Pak Arnan lagi,ini sangat menyebalkan." Gumam Aura dalam hati,sembari duduk di samping supir untuk sampai di rumah Bos nya itu.
•••
__ADS_1
Arnan lalu menghubungi Tia,Tia yang sedang menyuapi Artia makan mendengar ponsel nya berbunyi dan lekas mengangkat nya
"Iya Sayang." Tia menjawab telefon
"Sayang,berkas ku ketinggalan di atas meja ruangan kerja,apa Aura sudah datang untuk mengambil nya?." Tanya Arnan di telefon pada Tia.
"Oh iya,belum datang,mungkin masih di jalan." balas Tia.
"Tolong berikan pada nya ya,map di atas meja warna Kuning,minta dia periksa kembali sebelum bawa kesini." Ucap Arnan.
"Iya Sayang." Balas Tia.
Terdengar suara mobil dari Luar,Tia pun lekas menghampiri.
"Permisi Bu,saya mau ngambil berkas bapak yang tertinggal." Ucap Aura menghampiri Tia yang membuka pintu saat tahu kedatangan mereka.
"Ayo masuk Aura,saya akan ambilkan dulu di dalam." Ujar Tia.
"Baik Bu." Aura mengangguk. memasang senyuman lebar dan manis yang sebenarnya tak ingin ia berikan pada Tia,semua hanya lah topeng.
Saat Tia pergi dari hadapan nya untuk mengambil map yang di inginkan suami nya itu,Raut wajah Aura yang tadi nya tersenyum lansung berubah jadi masam.
__ADS_1
"Rumah nya besar sekali,andai aku bisa tinggal disini,pasti menyenangkan ,jadi nyonya di rumah ini."Gumam Aura sembari kedua mata nya mengelilingi dan melihat setiap sudut rumah.