Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
41 - Gagal


__ADS_3

Nia dan Tiara bertemu di sebuah cafe untuk membicarakan tentang Tia. Tiara mengajak Nia bertemu, Ia nyakin Nia tahu sesuatu.


Nia duduk di hadapan Tiara yang penuh tatapan selidik pada nya.


"Nia, Tia pasti menceritakan sesuatu pada mu kan?." Tanya Tiara.


"Aku tak mengerti kenapa kau berfikir seperti itu Ra, Kau tahu Kalau Tia sedang tidak terbuka dengan kau dan..."


"Tapi tidak dengan mu Nia." Tiara memotong perkataan Nia.


Nia membuang nafas berat yang ia simpan, sulit bagi nya untuk mengatakan pada Tiara karena ia sudah berjanji dengan Tia.


"Ra, Aku sungguh..." Nia mengelengkan kepala nya.


"Aku rasa Tia lebih ingin bicara dengan mu dari pada Aku, pasti ada alasan nya, atau apa mungkin ada hubungan nya dengan Perpisahan mereka." Tiara sungguh bingung dan penuh tanya ada apa dengan Tia dan Arnan.


•••

__ADS_1


Di rumah orang tua Tia. Tia seharian mengurung diri di kamar dengan membawa Artia ke kamar nya bersama.


Arnan yang mengetahui kalau Tia ada di rumah orang tua nya pun lekas pergi kesana untuk menemui Tia dan Artia, Ingin meminta maaf untuk ke salahan nya. Namun sejak Arnan datang, Tia tak ingin keluar dari kamar, bahkan mengunci diri di kamar.


"Ada apa sebenarnya Arnan?." Tanya Pak Hartono.


Arnan terdiam tak tahu harus menjawab apa pada Ibu dan Ayah mertua nya.


"Iya, kenapa Sampai Tia pergi dari rumah, Sampai mengatakan ingin bercerai, kesalahan yang kamu buat pasti besar, Tia tak mungkin bisa mengambil keputusan seperti ini kalau hanya hal sepele." Ucap Bu Tiwi dengan kesal pada Arnan. Ia merasa Arnan pasti sangat menyakiti hati putri nya hingga sampai seperti ini.


"Sabar Ma." Pak Hartono mencoba menenangkan Istri nya, agar suasana tidak menjadi tidak enak.


"Maaf Ma, setelah aku bertemu Tia aku akan menjelaskan semua nya." Kata Arnan.


Bu Tiwi dan Pak Hartono pun tampak kecewa saat tak mendapatkan penjelasan tentang hubungan kedua nya.


"Tapi Bukan karena kamu selingkuh kan?." tanya Hartono.

__ADS_1


"Bukan Pa." Balas Arnan.


Mendengar kata bukan, sedikit hilang kegelisahan hati Kedua orang tua Tia.


"Sebaiknya kamu pulang dulu, Yang Penting Kamu Tau Tia dan Artia aman disini, nanti setelah dia tenang baru coba ajak bicara lagi, mungkin sekarang dia masih emosi, meski Papa tidak tahu apa masalah kalian." Kata Pak Hartono.


Arnan pun mengangguk, mendengarkan kata ayah mertua nya itu, karena percuma saja ia tetap disana, Karena Bu Tiwi juga terus mendesak untuk Arnan mengatakan sejujurnya, membuat Arnan tidak nyaman.


Arnan keluar dari rumah itu penuh kekecewaan dan kesedihan. Tia dari balik jendela yang di tutupi Tirai melihat suami nya itu berjalan tampak sedih masuk ke dalam mobil.


Tia saat itu juga meneteskan air mata nya, Ia lalu melihat Artia yang tertidur membuat ia semakin sedih ketika mengingat Perpisahan ia dan Arnan semakin dekat.


•••


Saat Arnan sampai di rumah, sudah di sambut Pak Wijaya dan Bu Sofi yang berharap Putra nya berhasil membujuk Tia kembali bersama. Namun saat melihat Arnan pulang sendiri dengan wajah murung, mereka sudah bisa menebak apa jawaban nya.


"Aku gagal Pa, Gagal menjadi suami dan Papa yang baik." Ucap Arnan.

__ADS_1


Pak Wijaya mendengar itu menghela nafas kasihan pada Putra nya.


Arnan lalu berjalan melewati kedua orang tua nya dan menuju ke kamar nya. Bu Sofi dan Pak Wijaya membiarkan nya untuk istirahat dan menenangkan diri.


__ADS_2