Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
07 - Bukan Seperti Itu


__ADS_3

Sementara di rumah Tia.


Tia masih menunggu kepulangan Arnan sembari melihat jam yang sudah menunjukan pukul 6.30 malam. hingga Tia mendengar suara mobil dan lekas keluar,dan benar saja Arnan hari ini pulang lebih awal,meski pun masih masuk dalam kategori lembur.


Tia lekas memanaskan makanan yang sudah mulai dingin,sementara Arnan menemani Artia bermain di keranjang Mainan milik Artia.


"Sayang,aku panaskan makanan dulu ya." Ucap Tia dan Arnan tersenyum dan mengangguk.


Setelah sayur sudah di panaskan,Tia duduk bersama Arnan untuk makan malam bersama. "Sayang!." Panggil Tia dengan sedikit keraguan.


"Iya." Balas Arnan menatap ke Istri nya.


"Aku ingin bekerja di perusahaan mu,membantu kamu menyelesaikan permasalahan di kantor." Ucap Tia.


Arnan yang mendengar pun sedikit berubah raut wajah nya ,ia menghela nafas.

__ADS_1


"Apa kau pikir aku tak mampu menyelesaikan semua,kenapa?,Kau takut aku tak akan mampu menafkahi mu,kalau perusahaan ku bangkrut."Ucap Arnan menatap Tia dengan penuh kekesalan.


"Bukan sayang,maksud ku bukan seperti itu." Ucap Tia dengan cepat.


Arnan pun menghela nafas,mengeleng - gelengkan kepala nya lalu beranjak dari duduk nya meninggalkan meja makan,bahkan ia belum menyelesaikan makan nya.


"Sayang,kau harus mendengar penjelasan ku dulu." Ucap Tia,namun Arnan tidak menggubris nya dan terus berjalan menuju ke ruangan kerja nya.


ia duduk di kursi kerja nya,menyandarkan tubuh nya lalu memijit kepala nya yang terasa pusing karena berat nya perjuangan hidup dari Author.


•••


Setelah Tia menidurkan Artia di kamar,Tia pun menghampiri Arnan yang terlihat menyandarkan kepala nya di meja kerja,tampak suami nya masih kepikiran dengan ucapan nya tadi di meja makan.


"Sayang!,Maksud aku bukan seperti itu ( Ucap Tia pelan dan lembut ),aku tahu kamu kekurangan pekerja,itu sebab nya aku ingin membantu mu,Aku ingin kita bisa melewati semua sama - sama,aku sedih ketika kau harus berjuang sendiri demi keluarga ini tetap bisa makan dan perusahaan tetap ada. aku kan lulusan Bisnis,kau bisa mengandalkan ku." Ucap Tia.

__ADS_1


Arnan pun sejenak terdiam,menatap kedua mata Istri nya yang menjelaskan pada nya.


"Bagaimana dengan Artia?." Tanya Arnan.


"Ini gak akan lama sayang,aku akan membantu mu di kantor beberapa saat,sampai perusahaan benar - benar pulih,kata Mama Artia akan bersama nya saat aku dan kamu bekerja,dia merindukan cucu nya kata Mama." Ucap Tia tersenyum.


"Papa juga akan membantu perusahaan kita,kita akan berjuang sama - sama. aku tahu alasan kamu tidak mau meminta bantuan Arya,aku bisa mengerti." Ucap Tia.


"Boleh ya?." Tanya Tia lagi.


Arnan lalu berdiri menghampiri Tia dan memeluk nya. "Terima kasih,maaf kalau harus membuat mu terlibat." Ucap Arnan.


Tia pun membalas pelukan Arnan,air mata nya menetes mendengar ucapan Suami nya itu.


"Ayo makan,tadi kau belum menyelesaikan makanan mu,kita tak boleh membuang - buang makanan kan." Ajak Tia. Arnan pun mengiyakan dan mereka kembali berjalan keluar bersama menuju ke meja makan.

__ADS_1


__ADS_2