Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
38 - Ayo Berpisah


__ADS_3

Di tempat lain.


Tiara berbaring miring di dalam kamar, memikirkan apa yang membuat Tia Seperti menghindari nya. ia rasa pertemuan mereka terakhir kali baik-baik saja.


Tiara lalu melihat ponsel nya, bermaksud menghubungi Tia. Namun ia takut Tia tak akan mengangkat nya lagi, Karena kalau Tia tidak mengangkat, Hati Tiara terasa sakit.


Tiara tidak tahu kalau Arnan masih mencintai nya, Ia tak pernah menduga cinta lama itu masih ada, Tia dan Arnan juga selalu tampak baik-baik saja di depan keluarga.


...•••...


Tanpa Nia dan Tia sadari percakapan kedua nya di dengar oleh suami Nia, yaitu Andre.


Andre tak menyangka ia akan mendengar hal ini, bagaimana ia harus bertindak, apa ia harus memberi tahu Arya soal ini, agar tak semakin panjang masalah ini, tapi ia juga tidak mau membuat hubungan Antara Arnan dan Arya menjadi tidak baik karena hal ini.


"Tia, kau harus bicara dengan Arnan, jangan mengambil kesimpulan sendiri." Ucap Nia.


"Aku tahu, aku harus bicara dengan nya, aku sedang menyiapkan hati Nia." Jawab Tia. Nia mengangguk, Ia hanya bisa memberi masukan ringan, agar sahabat nya tidak gegabah dalam mengambil keputusan.


Saat malam hari tiba. Nia menghampiri Andre yang tengah duduk di depan layar laptop. "Kenapa belum tidur?." Tanya Andre saat sadar Nia menghampiri nya.


"Tia tadi datang, saat kau di kamar, Cuman datang sebentar."Ucap Nia Agak ragu untuk menceritakan pada Andre.


"Aku sudah tahu, Aku meminta mu untuk tidak ikut campur urusan mereka. biar lah jadi urusan mereka." Kata Andre membuat Nia terkejut, karena ternyata Andre sudah tahu semua nya.

__ADS_1


"Tapi aku tak bisa melihat Tia menghadapi nya sendiri, dan Tiara, aku ingin dia tahu apa yang ada di pikiran Tia saat ini." Ucap Nia.


"Bukan kah akan semakin membuat hubungan Tia dan Tiara semakin renggang." saut Andre tetap tenang namun terdengar tegas.


"Jadi harus bagaimana?, aku tak ingin Tia bercerai dan seperti ayah dan Ibu ku." Tanya Nia tertunduk lesu. Keluarga yang broken home yang ia alami membuat ia sangat tak ingin jika orang yang ia sayangi saat ini mengalami hal itu pula.


"Biarkan Tia mengambil keputusan nya sendiri, kau hanya perlu menyemangati nya." Ucap Andre.


"Soal Tiara, ada waktu nya ia tahu, kalau sampai Arya mendengar juga dari Tiara, bukan kah akan semakin rumit." Kata Andre lagi.


Mendengar kata Arya, Nia pun baru sadar kalau Arya sampai mengetahui hal ini, Arya pasti tidak akan tinggal diam, dan hubungan Arya dan Arnan mungkin tidak akan baik-baik saja.


...•••...


"Dari mana saja?, kau pergi dari pagi dan baru pulang semalam ini." Tanya Arnan.


Tia tak menghiraukan nya dan terus berjalan, tentu saja Arnan lansung mengejarnya lalu menahan nya terus berjalan.


"Aku bicara dengan mu." Ucap Arnan.


Tia dengan kasar menepis tangan Arnan yang menggapai diri nya. namun Arnan mengenggam nya dengan keras, tak ingin melepaskan nya.


"Ayo berpisah." terdengar datar Kata yang sangat tak pernah ingin Tia ucapkan, namun tak lagi mampu menahan ke kecewaan karena sikap Arnan membuat ia dengan sangat terpaksa mengatakan nya.

__ADS_1


Dada terasa sesak, mendadak sulit untuk mendapatkan oksigen yang cukup untuk bernafas, menatap kedua mata laki-laki itu dengan tajam penuh kesedihan, luka yang tak lagi dapat Tia lukiskan saat ini.


"Apa maksud mu?, karena hal kecil kamu ingin berpisah?." tanya Arnan yang tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Mungkin bagi mu ini hal kecil, tapi ini masalah yang besar untuk ku, untuk apa aku bertahan dan terus mencintai orang yang tak pernah tulus mencintai ku, sudah berapa tahun aku bertahan, menelan jauh rasa sakit Ku karena sikap mu, yang selalu menyibukkan diri dan lupa pada aku dan Artia. kau menomor 1 kan ke Mau an mu, dan kau menomor 2 kan kami."


"Kau salah jika ini hal kecil bagi mu, kalau waktu bisa di putar kembali, aku tak pernah mau bertemu dengan mu, dan tak akan pernah mau malam itu terjadi di antara kita." Teriak Tia dengan suara yang bergetar menahan tangis.


"Aku menyesal menikah dengan mu." Kata Tia lagi.


"Aku memang bukan laki-laki yang baik, aku memang laki-laki brengsek." Ucap Arnan memaki dirinya sendiri.


Arnan sangat kecewa dengan ucapan Tia saat ini, ia juga kecewa pada diri nya sendiri, ia lalu melepaskan tangan Tia dari genggaman tangan nya, lalu berjalan pergi ke ruangan kerja nya. Air mata Tia pun jatuh membasahi pipi nya.


Tak berapa lama, terdengar barang jatuh dan di lemparkan di dalam ruangan itu, Arnan melampiaskan semua perasaan nya pada barang-barang, melempar hingga jatuh berkeping.


...•••...


**Hai Semua nya.


Author ada Karya baru ni di akun kedua Author, mampir ya ke karya baru ku, Bantu support nya ya teman-teman.


Judul Suami Buta Pilihan keluargaku - Shanti san**

__ADS_1



__ADS_2