Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
46 - Bertemu Kembali


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Tia dan Kedua orang tua nya berangkat keluar kota untuk menghadiri ulang Tahun sahabat pake Hartono.


Di perjalanan menuju ke sana, Tia tak banyak bicara, ia hanya diam dan sesekali memangku Artia yang begitu rewel, mungkin karena Perjalanan panjang yang melelahkan.


Hingga perjalanan mereka berhenti di sebuah rumah mewah dan besar, kedua nya di sambut lansung oleh seorang laki-laki paru baya (Herlan) dan Istri nya (Juwita).


"Selamat datang!." Sambut Pak Herlan.


Pembicaraan singkat di halaman rumah di lanjutkan di dalam rumah Pak Herlan.


"Dimana putra mu?." Tanya Pak Hartono.


"Ada, cuman lagi keluar sebentar, nanti juga dia kembali." Jawab Bu Juwita.


Tak berapa lama, seseorang masuk ke dalam rumah. "Itu dia." Semua menoleh untuk melihat begitu juga dengan Tia.


alangkah terkejut Tia saat melihat Itu adalah Arnold. "Itu Anak Tante?." Tanya Tia.


"Bukan, itu yang di belakang baru masuk Boy adalah Putra kami, kalau ini Sepupu nya Arnold." Ucap Bu Juwita.

__ADS_1


"Tia." Sapa Arnold. sembari mengangguk kan kepala menyapa kedua orang Tua Tia. begitu juga dengan Boy yang terkejut Tia ada di rumah orang tua nya. Ia pun melihat sekeliling, barang kali melihat Arnan. Namun ia hanya menemukan Artia yang bermain dengan asisten rumah tangga nya.


"Kalian saling kenal?." Tanya Tiwi.


"Iya, Kami teman kuliah dulu Tante." Jawab Boy. Boy sebenarnya sudah pernah bertemu dengan orang tua Tia saat wisuda, Namun Pak Hartono dan Bu Tiwi seperti nya tidak lagi ingat karena sudah lama.


"Oh, kebetulan sekali kalau begitu, Om Hartono dan keluarga nya akan menginap di sini, sampai acara ulang Tahun itu selesai." Tutur Pak Herlan. Boy dan Arnold pun mengangguk mengerti.


•••


Tia lalu di ajak Arnold dan Boy untuk santai di teras rumah, Tia pun tidak menolak ajakan teman, karena ia rasa tidak sopan untuk menolak.


"Tia, dimana Arnan?." Tanya Arnold, karena tidak melihat Arnan ada ikut berserta mereka.


"Jangan bilang setelah pulang dari Amrik kalian belum menyelesaikan masalah kalian?." Tebak Arnold.


"Bagaimana kau tahu kami ada masalah?." Tanya Tia menatap Heran.


Arnold dan Boy saling melihat. "Arnold." Panggil Bu Juwita.

__ADS_1


Mendapatkan panggilan Itu, Arnold seolah mendapatkan pertolongan untuk menghindari perkataan yang tadi tidak sengaja ia ucapkan.


Tia melihat Arnold pergi, Padahal ia masih mengharapkan jawaban dari Arnold. Apa tergambar jelas ia memiliki masalah dengan Arnan saat itu?. Tapi Arnold sudah pergi.


"Tergambar jelas saat itu dan seperti saat ini juga." Ucap Boy membuat Tia menoleh agak terkejut.


"Benarkah?."


"Iya, Kau tampak murung Tia, Apa Arnan tak minta maaf pada mu?." Tanya Boy lagi.


"Kami akan segera bercerai, Menurut mu apa aku egois Boy?, Aku tak suka ia mengabaikan ku, aku juga tak suka dia mencintai Tiara. semua orang menatap ku dengan tatapan yang seperti ingin mengatakan kalau aku ini Egois, Mereka tak tahu alasan nya, mereka tidak berada di posisi ku, Kau yang paling tahu kondisi ku Boy, aku menceritakan semua pada mu, Menurut mu apa aku egois?." Tanya Tia.


"Aku tidak tahu, karena aku tidak ada di posisi mu, tapi menurut ku, kau dan Arnan sama-sama Egois, Kalian pasti sadar siapa korban dari perceraian ini." Ucap Boy.


"Tapi, aku juga tidak bisa bilang semua ini salah mu, karena kau juga terluka karena ini kan. semua keputusan ada pada mu Tia, apa pun keputusan mu, kau pasti sudah memikirkan semua nya, yang terpenting sekarang kau harus kuat dan coba lah untuk tersenyum" Lanjut Boy lagi.


"Terima kasih Boy."


"Pembahasan ini pasti membuat mu sedih, jangan bahas ini lagi, kau disini pasti di ajak untuk menenangkan diri kan, Coba lah untuk sedikit menikmati hari mu Tia. jangan terlalu bersedih, putri mu masih membutuhkan mu." Ucap Boy lagi. Boy mengambil sapu tangan di saku nya, lalu memberikan pada Tia.

__ADS_1


"Ini, masih bersih." Ucap Boy. Tia mengambil dan menyapu air mata nya yang sejak tadi sudah berhasil membasahi pipi.


Dari jauh, Arnold melihat Pemandangan itu, Ia tersenyum saat Boy selalu bisa menenangkan Hati Tia. Meski Boy tak sekali pun menceritakan apa yang Tia ceritakan pada nya nya, tapi Arnold tahu, Tia selalu terbuka Pada Boy.


__ADS_2