
Saat Hari Tia Akan pulang, Boy dan Arnold serta keluarga nya mengantar mereka sampai di teras rumah.
"Boy, Arnold, terima kasih untuk beberapa hari ini."Ucap Tia yang merasa Beberapa hari ini sedikit membuat ia melupakan masalah rumah tangga nya.
"Sama-sama, kapan kapan kami akan berkunjung ke rumah mu."Ujar Boy.
Tia tersenyum dan mengangguk. Keluarga Tia pun melakukan perjalanan pulang kembali ke kota mereka.
"Mama, Kangen Papa." Suara mungil itu terdengar 1 mobil. Bu Tiwi dan Pak Hartono saling menatap satu sama lain.
Tia yang mendengar ucapan putri nya pun merasa perih di hati nya, Namun ia masih mencoba menyembunyikan.
"Iya sayang."
"Papa mana Ma?." Tanya Artia kembali.
"Ada sayang, nanti kita akan ketemu sama Papa."Balas Tia.
•••
Setelah melakukan perjalanan yang jauh untuk kembali, Tia pun akhir nya sampai di rumah, namun ia di buat bertanya saat Melihat Mobil Arnan terparkir di depan rumah.
"Ada mobil Arnan, Apa dia ada disini?." Tanya Bu Tiwi. Tia mengelengkan kepala tidak tahu.
Saat semua masuk dan mencari sosok Arnan di rumah, Tercium Aroma masakan yang sangat menggoyangkan perut.
__ADS_1
"Papa....." Artia Berlari ke arah Arnan yang keluar untuk menyambut mereka.
"Arnan, kamu sedang apa disini?." Tanya Tia.
"Menunggu mu pulang, Aku sudah siap kan makan malam, kalian pasti belum makan kan." Ucap Arnan. kini Artia sudah berada di dekapan nya.
Tia tak mengerti kenapa Arnan melakukan ini, Untuk apa dia datang dan menyiapkan makan malam untuk mereka
Bu Tiwi masih tampak binggung. namun setelah nya.
"Iya, Kami belum makan, Ayo kita makan kalau begitu, Arnan sudah datang buat kan Makanan untuk kita." Ucap Bu Tiwi.
Arnan tersenyum saat mendengar ibu mertua nya tidak marah pada nya. Sementara tidak dengan Tia, Meski ia sudah setuju Arnan bisa bertemu dengan Artia kapan saja, tetap Tia masih belum merasa nyaman, karena bagaimana pun ia sedang berusaha melupakan hubungan mereka yang telah kandas.
•••
Dimeja makan.
Arnan duduk bersama mertua nya.
"Ma, Pa, Saya mengaku salah telah mengabaikan Tia dan Artia, sekarang saya sudah menyadari kesalahan saya, saya ingin memperbaiki nya."Ucap Arnan dengan pelan.
Bu Tiwi dan Pak Hartono saling melihat mendengar ucapan Arnan.
"Saya tahu mungkin Papa dan Mama tidak...."
__ADS_1
"Kami setuju Arnan, Selagi kesalahan mu bukan berselingkuh, menyakiti Tia atau tidak menafkahi Tia lahir batin, Bagi kami itu bukan kesalahan besar, meski kalian tidak mau cerita. Kami mendukung kamu dan Tia untuk kembali bersama, bagaimana pun kalian memiliki Artia."ucap Bu Tiwi.
"Sekarang tergantung kamu saja, bagaimana cara kamu menyakinkan Tia agar bisa menerima kamu kembali."Kata Pak Hartono.
Arnan mendapatkan dukungan dari mertua yang tadinya ia pikir tidak akan setuju pun tersenyum penuh semangat.
"Makasih Pa, Ma." Balas Arnan.
Pak Hartono dan Bu Tiwi mengangguk. Bu Tiwi saat acara ulang tahun keluarga Boy, sempat melihat Arnan di acara itu, Arnan tampak sedih dan menatap istri nya dari jauh saja, Arnan tampak sedih saat itu. Namun Bu Tiwi pura-pura tidak melihat nya, Kini sang menantu datang dan mengungkapkan ingin memperjuangkan putri nya kembali, orang tua mana yang ingin melihat keluarga anak nya hancur begitu saja.
Tia datang menghampiri tanpa mendengar apa yang barusan mereka bicara kan tadi.
Arnan mengambilkan makanan untuk Tia, Tia segera menghentikan nya.
"Jangan, Aku bisa sendiri." Ucap Tia. ia merasa tidak nyaman saja suami mengambilkan makanan untuk Istri.
"Tidak apa apa, coba lah, ini aku yang masak." Ucap Arnan.
"Kau yang masak?." Tia terkejut mendengar nya.
"Iya."Balas Arnan.
Selama menikah, Arnan bahkan sangat jarang masuk dapur, kini ia memasak untuk nya. perlahan Tia menyuapi makanan itu ke mulutnya, dan rasa nya tidak lah buruk, malah sangat enak rasa nya.
Bu Tiwi dan Pak Hartono yang melihat Tia masih menjaga sikap dan menghargai Arnan sudah merasa bangga sekali pada putri nya.
__ADS_1