Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
08 - Menurunkan Ego


__ADS_3

Malam hari.


Setelah Arnan mandi,ia kembali ke ruangan kerja nya. sejenak ia memandangi ponselnya seperti memikirkan sesuatu,mendengar Istri nya yang akan membantu nya di kantor,membuat Ego Arnan sedikit runtuh.


Ia lalu menghubungi Arya melalui sambungan telefon.


•••


Arya dan Tiara yang sedang bersantai di ruangan keluarga bersama putri mereka pun mendengar Telefon Arya berbunyi.


"Mas Arya,Arnan menghubungi mu." Ucap Tiara dan memberikan ponsel itu pada Arya.


"Hallo." Jawab Arya.


"Kak,Aku membutuhkan bantuan untuk perusahaan ku,apa boleh?." Tanya Arnan.


"Tentu saja boleh,aku dari kemarin memikirkan itu dan menunggu mu menghubungi ku." Ucap Arya.


"Besok ke kantor lah." Ucap Arya.


"Iya kak,Makasih ya." Ucap Arnan.


Setelah sambungan telefon tertutup,Tiara lekas bertanya pada Arya apa yang bicarakan kedua nya.Arya pun memberi tahu pada istri nya.


Tiara pun merasa senang,ia lalu menghubungi Tia melalui sambungan Pesan WhatsApp,Tia yang sedang menemani Artia di kamar sembari memainkan ponsel pun melihat pesan dari Tiara,Tiara memberi tahu Tia,kalau Arnan tadi menghubungi Arya seperti nya membicarakan soal kerja sama perusahaan,Tia yang membaca pun tersenyum senang,ia memeluk ponsel nya sendiri karena akhir nya suami nya mau meminta bantuan pada Arya.

__ADS_1


Saat sedang memainkan ponselnya,Arnan masuk ke kamar dan lekas dengan cepat Tia menyimpan ponsel nya.


"Dari mana sayang?." Tanya Tia.


"Dari ruangan kerja ku." Jawab Arnan dan berbaring di samping Tia,memeluk tubuh wanita itu dengan lembut.


"Aku besok mulai bekerja di kantor ya,sebelum pergi kita antar Artia ketempat Mama,Papa juga bilang dia ingin bertemu kamu" Ucap Tia.


"Apa tidak merepotkan Mama?,Sayang!,Aku tadi sudah menghubungi Arya untuk meminta bantuan pada perusahaan ku,aku rasa kamu tidak perlu bekerja di kantor." Ucap Arnan.


"Sayang,meski sudah mendapatkan bantuan dari Mas Arya dan Papa,tetap kita perlu berjuang untuk mencari kerja sama dengan perusahan lain,biarkan aku sejenak ya bantu di kantor." Ucap Tia.


"Baik lah,Terserah kamu saja."Balas Arnan.


•••


Keesokan harinya.


Tia bangun lebih awal,menyiapkan sarapan dan menyiapkan keperluan Artia selama di rumah ibu nya. hari ini Tia menambah sedikit kesibukan membuat nya harus bangun lebih awal untuk menyiapkan semua nya.


Saat Tia sedang mencuci piring,Tiba - tiba Arnan datang dan berdiri di samping nya.


"sayang,kenapa sudah bangun?." Tanya Tia heran.


"Aku akan membantu mu." Ucap Arnan dan mengambil piring dan mencuci nya.

__ADS_1


"Tidak sayang,aku bisa sendiri." Ucap Tia.


"Kalau kau bisa membantu perusahaan dan kerjaan ku,kenapa aku tidak." Ucap Arnan.


Tia yang mendengar pun tersentuh,ia lalu memeluk Arnan, melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Arnan. "sayang,kau membuat ku ingin menangis." Ucap Tia.


"Kau juga semalam melakukan hal yang sama pada ku." Balas Arnan tersenyum.


Tia pun melepaskan pelukan nya,sejenak melihat suami nya,sebelum ia memasak ,karena Arnan juga membantu nya,membuat ia lebih sedikit terbantu,mereka mengerjakan tugas mereka di dapur sembari mengobrol membuat Pagi Tia hari ini terasa sangat menyenangkan.


•••


Setelah bersiap dan sarapan,Arnan dan Tia pun berangkat menuju ke rumah orang tua Tia bersama dengan Artia,sesampai di sana,kedua nya di sambut oleh pak Hartono dan Bu tiwi.


Sembari menunggu Arnan mengobrol tentang kerjaan dengan ayah nya di ruang tamu,Tia pun menemani Ibu nya yang menyuapi Artia sarapan.


"Mama,Maaf ya,aku membuat Mama harus repot menjaga Artia." ucap Tia.


"Mana ada repot,disini banyak pelayan yang bisa membantu Mama,lagian putri kamu ini manis dan tidak rewel,jadi kamu tenang saja."ucap Bu Tiwi.


Tia pun tersenyum dan mengangguk. "Arnan sudah bicara dengan Arya semalam,Tia pasti tidak akan lama membantu Arya di kantor." Ucap Tia.


"Benarkah?,bagus lah,memang seharus nya mereka sebagai saudara harus saling bicara dan membantu." Ucap Bu Tiwi.


Arnan pun datang menghampiri Tia,mengajak nya untuk segera berangkat ke kantor,Tia pun pamit pada Ayah dan Ibu nya,sebelum pergi ia mengecup putri nya,untuk pertama kali nya Tia berpisah dengan Artia untuk bekerja.

__ADS_1


__ADS_2