
Tia duduk bersama yang lain di meja makan untuk makan malam bersama, disini sangat nyaman, Artia bahkan di jaga oleh Baby sister yang sengaja di sewa keluarga Boy untuk Tia, agar ia lebih menikmati acara malam esok hari.
Boy pun sesekali melirik ke Tia yang tampak diam, namun masih mencoba untuk tersenyum di depan semua orang.
•••
"Apa?,Mereka akan bercerai?." Arnold yang mendengar cerita dari Boy pun begitu terkejut.
"Apa seburuk itu sih Arnan, sampai Tia meminta cerai, Padahal ku lihat dia Sangat pekerja keras."Ucap Arnold lagi.
"Kalau cinta bertepuk sebelah tangan, perpisahan lah yang akan terjadi." Ucap Boy. ia lalu tertawa ketika ia menyukai Tiara dan berkelahi dengan Arnan. namun ia merasa sangat beruntung karena Ia tidak seperti Arnan yang masih mengharapkan Tiara.
Boy berfikir, mungkin di posisi Arnan juga tidak mudah, ketika ia mencintai wanita itu Malah menikah dengan Sang kakak, dan akhir nya sering bertemu, padahal luka masih belum juga sembuh. Namun ia juga tak bisa ikut lebih jauh urusan keluarga Tia, ia hanya bisa mendukung Saat melihat Tia terpuruk.
•••
Keesokan hari nya.
Acara ulang tahun orang Tua Boy pun tiba. Tia pun tampak cantik dengan Dress Putih panjang dan dandan nya yang tipis. membuat ia terlihat sangat Anggun.
Ia duduk di samping Ayah dan Ibu nya, karena ia masih asing dengan orang-orang di sekitar dan memilih untuk diam saja. namun masih memasang senyuman di wajah nya.
__ADS_1
Saat semua tamu tengah menikmati hidangan yang di sedia kan Tuan Rumah. Tia di ajak Boy dan Arnold untuk bertemu teman-teman lama yang juga kebetulan datang.
Tia pun sedikit terhibur tak kala teman-teman dan Arnold serta Boy yang bercerita membuat ia tertawa.
Tanpa Tia sadari, Arnan juga berada di sana, ia juga salah satu tamu undangan yang di undang, awal nya Arnan tak ingin hadir karena suasana nya sedang tidak baik, namun mengingat Tia ada disana, ia pun datang, namun tak sekali pun ia menampak kan diri nya muncul di depan Tia.
Walau hanya melihat dari Jauh saja, Arnan sudah merasa senang, meski ia tak melihat dimana Putri kecil, tapi pasti di tempat yang aman.
Ia melihat Tia dari jauh yang tampak mengobrol dan bercanda dengan mereka.
"Mungkin yang kau katakan itu benar Tia, mungkin kebahagiaan mu bukan ada pada ku, aku hanya bisa membuat mu terluka selama ini, tanpa mampu membuat tertawa." Batin Arnan.
Keluarga nya hancur karena dia. Arnan mengakui di dalam diri nya sendiri kalau ini adalah kesalahan nya.
•••
Di tempat lain.
Tiara menyambut kepulangan Arya yang baru kembali dari kantor.
"sayang, boleh aku bicara sesuatu?." Tanya Tiara.
__ADS_1
"Kata kan lah, seperti nya sangat penting."
"Boleh lah, kita cari rumah baru yang agak jauh dari sini?." Tanya Tiara.
"Ada apa?, apa ada masalah?." Tanya Arya.
Arya begitu terkejut saat mendengar Tiara mengajak nya untuk mencari rumah baru, Sudah hampir 2 Tahun ini, Tiara dan Arya memutuskan untuk tinggal di rumah Orang tua Arya, karena memikirkan kedua orang tua yang sudah di usia senja. Terlebih Arnan dan Tia juga tinggal di rumah yang terpisah.
"Em, aku ingin cari suasana baru saja." Gumam Tiara.
Tiara bingung harus bagaimana ia menjelaskan pada Arya, alasan perceraian Tia dan Arnan. Jikalau dulu ia tak menyetujui permintaan Arya yang meminta untuk tinggal dengan orang tua nya, mungkin saja Tidak akan sering bertemu Arnan. Mungkin saja.
"Apa seseorang menyakiti mu?, Papa dan Mama?."
"Bukan, bukan begitu, aku sungguh ingin mencari suasana baru saja."Balas Tiara gugup.
Arya menatap istri nya, ia tak menjawab keinginan Tiara iya atau tidak. "Nanti kita bicara kan lagi." Ucap Arya.
"Baiklah." Tiara agak kecewa mendengar nya.
Ia memang seperti seseorang yang egois, memisahkan orang tua dan Anak, namun ia juga tak ingin menjadi penyebab perpisahan orang lain. Tiara menatap Arya, Mungkin Arya kecewa pada nya, karena mengajak nya pindah, padahal Arya ingin bisa dekat dengan orang tua dan menjaga mereka.
__ADS_1