
Setelah selesai makan malam.
Tia mengantar Arnan sampai ke teras rumah Karena Arnan akan segera pulang.
"Makasih untuk masakan nya."Ucap Tia.
"Aku akan lebih sering memasakan mu setelah ini." ucap Arnan.
"Apa?." Binggung
"Aku pulang dulu." Arnan mengelus sekali kepala Tia dengan lembut, membuat Tia merasakan kehangatan dari sosok Arnan yang lama sudah tidak pernah ia rasakan.
Tia tidak dapat berkata-kata, Ia hanya berdiri mematung melihat Arnan pergi dengan mobil nya.
Tia lalu masuk ke dalam rumah dan ke dapur untuk mengambil minum sebelum ia masuk ke kamar. Melihat Bibi pembantu rumah tangga Ibu nya masih bersih-bersih.
"Bi, belum tidur?." Tanya Tia.
"Belum Non, Masih bersih-bersih, Berkas Den Arnan masak tadi, berantakan sekali Non." Balas Bibi tertawa. Tia pun ikut tersenyum.
"Jadi benar Bi, Arnan yang masak tadi semua?." Tanya Tia dengan penasaran.
"Iya Non, Itu semua Den Arnan yang masak, Non liat aja bekas nya, Den Arnan niat sekali masak nya, semangat sekali bibi liat nya."Jawab nya lagi.
"Meski Berantakan, tapi Enak ya Non masakan nya?."
Tia tersenyum dan mengangguk, Saat tadi makan malam bersama, Tia mengira Arnan berbohong memasak semua itu, tapi mendengar Ucapan sang Bibi dan melihat dapur yang seperti kapal pecah, Tia pun percaya Arnan melakukan nya.
Entah ia harus sedih, senang menggubris semua ini.
__ADS_1
"Den Arnan bilang sama Bibi, kalau dia sayang sama Non Tia dan Artia, dia berharap bisa memperbaiki semua itu Non."Kata Bibi. Melihat perjuangan Majikan menantu, Bibi merasa kasihan, sama seperti kedua orang tua, berharap kedua nya bisa kembali bersama.
"Bi, aku ke kamar dulu ya." Tia menghindari ucapan sang Bibi, karena sedang tidak siap membahas ini.
•••
Keesokan hari nya.
Tia yang baru saja keluar dari kamar, sudah di sungguhi aroma makanan yang tak biasanya sepagi ini sudah ada.
Ia berjalan ke dapur dan terkejut melihat Arnan sudah ada di dapur.
"Arnan."
Arnan menoleh dan tersenyum melihat Tia.
"Apa yang kamu lakukan sepagi ini." tanya Tia.
"Memasak untuk mu dan Artia."
Tia Terdiam, Tatapan nya seketika sendu.
"Aku tahu tujuan mu Arnan, Aku berharap kamu segera berhenti."Ucap Tia terdengar dingin. Arnan terdiam sejenak masih ada senyuman tipis di wajah nya.
Tia berfikir Ucapan nya cukup membuat Arnan sadar, kalau ia tidak ingin memberi Arnan kesempatan. dan berharap ia berhenti melakukan semua ini.
Arnan yang tadi diam, menghiraukan ucapan Tia lalu kembali memasak. Tia terkejut melihat Arnan tak mendengarnya.
Tia menghela nafas, tidak sampai hati ia melihat Arnan melakukan pekerjaan dapur seperti ini, di balik rasa kecewa dan marah nya pada Arnan. Tetap saja hati kecil nya menolak menutup mata melihat laki-laki itu memasak untuk anggota keluarga nya.
__ADS_1
Tia lalu membantu Arnan memasak, Arnan tersenyum melihat Tia memotong sayur yang akan ia tumis.
"Aku tahu, Kau tak akan Setega itu pada ku Tia, kau memang wanita spesial yang pantas untuk ku perjuangkan."Batin Arnan.
Bu Tiwi dan Pak Hartono yang juga keluar kamar, melihat terkejut Arnan datang sepagi ini. dari agak Jauh kedua nya melihat Arnan dan Tia berbicara. Kedua nya tersenyum dan membiarkan mereka berdua.
"Terlepas apa masalah mereka berdua, Arnan tampak sudah menyesalkan semua nya."Ucap Pak Hartono.
"Iya Pa, Mama pun tak ingin menghalangi nya, biarkan saja dia berjuang memperbaiki hubungan mereka." jawab Bu Tiwi.
Arnan yang tengah menggoreng ikan, tidak sengaja tangan nya menyentuh kuali, tentu saja itu perih nya tidak perlu di tanyakan lagi.
"Auw."
Arnan mengibaskan tangan nya, Tia melihat lekas menghampiri nya, meraih tangan Arnan membantu nya mencuci dengan air.
Rasa sakit yang tadi terasa kebas seolah sejenak hilang. Ia tersenyum melihat Tia masih khawatir pada nya.
"Hati-hati, Aku sudah katakan jangan lakukan ini, bukan tugas mu untuk memasak."Ucap Tia.
"Terima kasih masih peduli pada ku." Ucap Arnan.
Tia seketika terdiam, Ia menyadari kalau dirinya reflek khawatir melihat Arnan terluka. Ia pergi meninggalkan Arnan, Arnan pun pikir ia membuat Tia marah.
"Tia."Panggil Arnan. Namun Tia tidak menggubris nya dan terus berjalan pergi.
Arnan menghela nafas berat, Sedih karena Tia pergi dari sisi nya saat ini. Namun Tiba-tiba Tia kembali dengan sebuah Obat oles, Senyum Arnan pun mekar lagi, Tia mengambil tangan Arnan dan Mengoleskan nya.
Sangat dekat ia bisa kembali melihat wajah wanita yang sudah menemani nya beberapa tahun ini.
__ADS_1